
BAB 61.
Devan Yang nyeyak Tertidur Tiba Tiba terbangun Saat merasakan Tangan Kinara Bergerak,Pelahan Lahan dia membuka mata nyaa, Devan sangat Jelas Sekali Jika melihat Kinara membuka mata nyaa, Tiba Tiba dia menitikan Air Matanyaa.
Sedangakn kinara yang tersedar Dari Tidur pajang nyaa, Melihat Langit Atap Rumah Sakit Tersebut,Dia masih Merasakan Pusing Dibagian Kepalanya Akibat Benturan Yang Cukup Kuat Saat kejadian Kecelakaan Tiga Minggu yang lalu,Dia merasa Ada yang menyentuh Kepala nyaa Dan Tangan nyaa,Kinara melirik Lelaki Yang menatapa nya Dengan mata yang bahas Dan penuh Dengan Cintaa,Tiba Tiba Bayagan peyiksaaan Devan Terbayang jelas diingatan nyaa,Dimana Devan Yang memperlakukan nya Dengan Kasar Terbayang Difikiran nyaa,Kinara langsung Teriakk Dengan histrii.
"MENJAUHHH!!!,MENJAUHHH DARIKUUU PENJAHATT!!" Terik Kinara.
Devan Yang melihat Kinara ketakutan saat melihat nya mencobaa Menenagkan nyaa Dengan Cara memeluk nyaa, Tapi Bukan nyaa Rasa takut nya berkuarang Melaikan Kinara tambah berteriak sambil menangiss, Dan berusaha menjauh Dari Devan.
"JANGAN MENDEKATIKUU!!!,PERGIII..PERGIIII!!" Teriak Kinara dengan berderai Air mata Sambil melemparkan Devan Dengan Bantal.
Yuli Dan Rian yang berada diluar ruagan Yang mendegar Teriakan Kinara langsung Bangun Dari duduk nyaa Dan bergesah gesah Masuk Keruagan,Bertapa Terkejud nyaa mareka berudaa saat melihat Kinara Bangun Dengan keadaan Ketakutan Seluruh Badan Kinata bergetar,Dengan cepat Yuli memeluk Kinara memberikan ketenagan.
"Rin..Ada apaa,Mengapa kau seperti ketakutan??" Tanya Yuli,Sebenar nyaa Bukan Itu yang ingin dia tanya kann.
"Lelaki ini...lelaki ini yang sudah membuatkuu menderitaaa!!"Teriak Kinara yang menunjuk Kearah Devan yang Hanya mematung.
"Rin,Apa kau lupa,Dia Suamimu,Yang Selalu disampingmu!!" Seru Yuli yang mengeluss Rambut Kinara.
"Tidakk!!...Dia Bukan suamikuu!!,Dia Iblisss,Iblissss!!!Pergiii kauuu Darikuuu!!" Bentak Kinaraa Kepada Devan.
"Sayang.."Sahut Devan.
"Jangan Pernahh mengucapkan Kata menjijikan itu padakuu,karnaa kauu bukan suamiku!!" Bentak Kinara.
"Sayang..Dengarkan Penje...." Belum sempat Devan menyeselaikan Ucapan nyaa Kinara sudah mengusir nyaa.
"PERGII!!!,KENAPA IBLISS INI DISINI!!!PERGIIIII!!!" teriak Kinara Sambil menarik Rambut nyaa.
Yuli langsung menghapiri Rian Untuk Segera memanggil Dokter, Dengan Cepat Dia Meninggalkan Ruagan Tersebut menuju Ruagan Job,Sedangkan Devan Dia hanya diam mematung,Hati nyaa terasa tertusuk seribu jarum Ketikaa Istrinyaa Tidak ingin melihat nyaa,Dia mencoba mendekati Kinara Yang menangis dikasur Dengan Menarik rambut nyaa,Tapi Kinara menyadari nyaa,Kinara langsungg Turun dari kasur nyaa.
"Jangan mendekat!!" Seru nya,Tapi Devan tetap Mendekati nyaa.
"SUDAHKU KATAKAN JANGAN MENDEKATT!!!" Teriak Kinara.
Yuli yang saat ini Binggung Harus Berbuat apa,Dia menyuruh Devan berhenti Dan Memompa Tubuh KInara yang Gemetar,Rian dan job masuk Dengan suntik ditangan nyaa Langsung menyuntik Pengelagan Tangan Kinara akan Tertidur Kembali,Benar saja,Yang Tadi nya kinaraa seperti ketakutan Sekarang Tubuh nya lepas dan terjatuh dalam Dekapan Yuli,Devan yang melihat sang istri Pingsan langsung Menangkat Tubuh sang istri kembali Diranjang.
"Mengapa kau menyuntik nyaa!!"Bentak Devan.
"......" Tidak ada sahutan Dari Job.
"Aku Hanya membuatnya tenang,Dia akan kembali Tersadar Ketikaa Obat nya Telah Habiss!!" Jawab Job.
Devan yyang mendegar nya langsung menjatuhkan Diri nyaa Dilantai,Dia sangat sedib saat melihat sang istri yang Tidak ingin melihat nyaa,Tubuh Nya bergetar Akibat Menangiss,Job,Rian dan juga Yuli yang melihat nya hanya cuman Diam,Mareka Tau perasaan Devan saat ini Tapi Ini juga kesalahn Devan,Dia yang membuat Kinara membencinyaa,Benar Apa Yang dikatakan Yuli, Jikaa Suatu saat Kinara akan membenci Diri nyaa,Dan hal yang ditakutinya Saat itu Kini Telah diaa Rasakan.
"Dia telah membenciku!!,Apa yang kutakuti Kini terjadii!!,Aku Haruss Gimana Agar dia tidak membenciku!!" Gumam Devan diselah Tangis nya.
"Anda Harus Sabar Tuan.."Sahut Rian yang sudah Dihadapan Devan Untuk memberikan Devan ketenangan.
"Bagaimana Bisaa Saya tenang,Saat Naraku membenci Dirikuu..." Ucap Devan.
"Saaya mengerti Perasaann Anda,Tapi Anda juga tidak bisa berbuat apapun Bukan??.." jawab Rian.
"Kau Harus sabar Devan,Bagaimana pun Ini juga salahmu,Kau sendiri yang membuat nya membencimu,, Mungkin saja ketika aku yang berada diposisi Kinara Akan Sama,,Apa kau Ingat Disaat Kau menyiksaa nyaa Waktu itu??,Apa kau ingat Saat Malam pernikahan Kalian Kau malah Meninggalkan Nya digedung Sendirian Hinggah dia Pingsan??,Dan apa kau mengingat hal yang menyakitkan Bagi nyaa??,Kau selalu Meyiksa nyaa Tampaa Bukti Tapi Diaa masih Mencintaimu Bahkan Berusaha mengambil hatimu,Tapi apakah kau menyadari itu semuaa??,Tidakk,Yang ada dalam Fikiranmu Saat itu adalahh egoismuu!!" sahut Job.
"Kauu Haruss Sabar,Ini pelajaran Untukmu,Tapi Kau tenang Saja,Dia Tidak Lupa Ingatan,Ketika dia Sadar Dia akan kembali seperti semulaa,Ingat Ketika Dia Bangun Kau jangan mendekati nyaa Dulu,Tunggu dia benar benar Membaik,Karnaa Jika Tidak,Itu bisaa menganggu Kondisi nya!" jelas Job yang langsung melangkah keluar.
Sebenar nya Job merasa kesihan Dengan sahabt nya Itu, Tapi mau gimana Lagi, ini pelajaran Untuk nyaa,Agar Dia tidak semana mena Dan Tidak egoiss Lagi,Diantara Mareka bertigaa Jobla Yanh paling Tuaa.
Sedangakan Devan Dia masih diposisi Yang Sama,Rian berusaha memompa Badan sang Atasan Agar Keluar Dari Ruangan,Tinggalah Yuli dan Kinara yang berada diruangan tersebut,Yuli Mengegam Tangan Kinara Dengan tangis yang deras seperti Hujan.
"Rin...Aku sangat Bahagiaa saat kau sudah sadar Dari komamu...Kau memang wanita yang kuatt," Seru Yuli.
"Tapi mengapa kau Begitu Takut saat melihat Tuan Devan??,Apa karnaa kau teromaa Dengan semuaa Perilakunya padamu??" Seru nya yang masih mengengam tangan Kinara.
.
.
.
DiLuar Ruangan Devan yang masih Memikiran Keadaan Kinara, Dia takut Jika kinara membencinya dan Tidak akan memaafakan nyaa,,Dia sungguh menyesalll,Dia sangat menyesall Telah membuat wanita yang mencintainya Bahkan sangat mencintainya membenci Diri nyaa,Ini bisa dinamakan Senjata Makan Tuan,,Semuaa penyesalan akan Datang belakangan,,Hati yang tuluss mencintai nya Kini Telah tergantikan Dengan Rasa Benci,, Ibarat Nasi Sudah menjadi Bubur,Tidak akan bisa kembali Lagi menjadi Nasi.
Selagii Ada seseorang yang mencintai kita Dengan Tuluss,Lakukanlah Dia Dengan Baikk,Dan hargailah Perjuangan Mareka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK+HADIA+VOTE.