
BAB 21
Devan menarik kinara dengan cepat segingah kinara terjatuh, dia merasakan sakit dibagian kaki dan tangan nya tapi rasa sakit dihati lebih besar, devan yang melihat kinara terjatuh dan tidak berdiri langsung menyeret nya dengan kasar sehinggah kinara tangan kinara merasakan sakit.
Semua pelayan hanya bisa diam saat melihat nyonya muda nya diperlakukan kasar oleh tuan muda mareka sekaligus majikan nya.
Devan terus menyet kinara sehinggah kinara merasakan panas dibagian kaki nya, dia tau jika kaki nya lecet akibat seretan suami nya, sedangkan devan dia selalu memikirkan kata kata bella, ada apa dengan diri nya mengapa dia begitu marah, apakah benar devan sudah menaruh hati kepada kinara, apakah secepat itu, jika dia menaruh hati kepada kinraa mengapa dia bersikap kasar.
Sekarang mareka berada didepan kolam ikan yang bagitu bayak ikat hias disana yang terletak disamping taman bunga, kinara yang melihat ikan besar itu langsung merasakan takut, dia langsung berdiri, devan yang melihat kinara bangun langsung tersenyum sinis dia tau jika kinara merasa takut saat melihat ikan ikan besar itu.
" apa kau ingin menjadi santapan ikan ikan itu?." Tanya devan dengan berbisik diteliga nya, kinara yang mendegar nya langsung merinding, dengan secapat kilat dia mengelekan kepala, sedangakn devann dia tidak perduli dengan itu semua.
BLURRR
Devan menjorong kinara kedalam kolam ikan itu dengan tawa yang begitu nyaring, sedangkan kinara dia tidak bisa berenang sehinggah melambaikan tanga kepada devan tapi devan tidak menghiraukan kinara melaikan dia merasaa puass saat melihat kinara kesusahan.
Semua yang ikan yang ada dikolam itu langsung berhampurr kearah kinara, kinara benar benar merasakan takut dia takut jika dia mati karena jadi bahan makana ikan, sebenar nya ikan itu tidak makan manusia dia merasakan kaget sehinggah dia berhamburan.
Sedangkan devan dia langsung melangkah pergi tampa melihat kinara, dan dia memanggil kepala ina kepala pelayan dirumah itu.
" inaa!." Teriak nya.
Ina yang berdiri lumayan dekat degan kolam ikan itu tentu saja dia melihat perilaku kasar majikan nya pada istri nya sendiri.
" ada apa tuan." Jawab ina yang sudah berada didepan devan.
" jangan ada yang membantu wanita murahan itu, dan berikan dia makanan sisaa saja,dan beri dia perkerjaan yang berat dan salah satu kalian jangan ada yang membantu nya, jika diantara kalian membantu nya aku akan memberikan hukuman yang sangat sadis, kau mengerti!." Ucap nya dengan penekanan. Dan langsung dia iya kan oleh ina dan semua pelayan yang ada disana, setelah itu dia melangkah pergi dari kediaman wijaya menuju perusahaan nya.
Sedangakn kinara yang masih dikolam berenang hati nya sunguh sakit diperlakukan kasar, kaki nya lemas tapi dia harus bisa keluar dari kolam berenang itu, ketika sudah keluar ina langsung mendekati istri dari maji kan nya itu.
" apa anda baik baik saja nyonya." Tanya ina.
" aku baik baik saja bik." Jawab kinara dengan tersenyum, padalah dia ingin menangis dihadapan wanita itu.
" mari nyonya saya bantu." Tawar ina dan langsung ditolak kinara.
" tidak perluh bik kinara bisa bangun sendiri, aku tidak ingin bibik menerima hukuman karena telah membantuku." Jawab kinara, yaaa dia mendegarkan kata kata devan.
Ina yang melihat gadis tersenyum didepan nya hati nya merasa ibah, dia mengerti pasti gadis didepan nya ini menahan tangis nya agar dia terlibat kuat.
" permisi bik kinara kekamar dulu mau bersihkan badan bau bekas ikan hehe." Sahut kinara lagi yang sudah berdiri didepan nya.
" apa nyonya tidak ingin saya bantu, seperti nyonya terlihat kesakitan." Jawab ina yang melihat pengelagan tanga kinara merah dan dibagian kaki nya lecet bekas seretan devan tadi.
Kinara mengeleng." Tidak bik, aku baik baik saja, tidak perluh cemas, yaa sudh aku ingin kekamar." ucap kinara yang melangka meninggalakn ina yang memperhatikan nya.
Sampai nya dikamar dia langsung menjatuhkan diri nya dibelakang pintu, tangis yang dia tahan tidak bisa dia tahan lagi, dia manangis sejadi jadi nya dibelakang Pintu itu, diaa tidak tau dimana letak kesalahan nya bahkan dari pahi dia tidak melihat devan dan tadi dia datang langsung bersikap kasar pada kinara.
" kau tidak perluh menagis kinara, ini baru diawal kau harus bisa menahan ini semua hanya satu tahun, setelah itu berlalu baru kau akan bebas dengan kepedihanmu." Gumam nya sambil menghapus air mata nya.
Tapi tetap saja dia menangis,perasaan nya tidak bisa dibohongi jika dia merasakan terluka atas sikap suami nya.
" dimana kau kinara sudah tiga hari kau tidak menerima telpon ku bahkan tidak membalas pesanku." Gumam nya yang terus menerus menelpon kinara tapi jawab nya tetap sama.
Dia melangkah kan kaki nya meinggalkan kamar itu untuk menuju rumah kinara.
Dia kemesan taksi onlen lalu tidak butuh lama taksi itu sudah datang tentu saja dia langsung naik kedalam mobil itu.
Dia memberi arah kepada pengemudi itu, tidak butuh lama mareka sudah sampai didepan rumah kinara, dia meyuruh supir itu menunggu diri nya.
Dia langsung berjalan masuk kedalam rumah itu, dia menekan bel berulang ulang tapi tidak ada yang membuka kan pintu, dia menekan nya sekali lagi dan pintu langsung terbuka.
Terlihat dari wanita paruh baya keluar dengan wajah angkuh nya yaa dia ibu kinaraa sinta.
Sinta yang melihat yuli datang langsung memasang muka tidak suka nya itu, dia mengenal teman baik anak nya itu.
" em maaf tante apa ada kinara nya didalam." Ucap yuli.
" tidak ada, dia sudah bukan bagian keluarga ini lagi." Jawab sinta, yuli yang mendegar ucapan sinta tentu saja dia merasa bingung,bukan bagian keluarga ini lagi?.
" em tap..." belum sempat yuli bicara langsung dipotong oleh sinta.
" sudah dikatakn anak itu bukan lagi bagian dari keluarga kami." Ucap nya yang langsung menutup pintu dengan sedikit kuat.
" gila mungkin tuh orang." Gumam yuli." Lu dimana kinara gue cemass bangat sama keadaan lu." Gumam nya lagi yang sambil berjalan menuju mobil itu.
\*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu beri dukungan authorr\*😄😉