NARAKU

NARAKU
BAB 27



BAB 27


Sedangakn kinara, saat devan keluar dia langsung menjatuhkan diri nya dilantai, sunguh dia tidak mengerti apa salah nya mengapa suami nya bergitu membenci nya.


Bahkan kinara berusaha menerima devan bahkan membuka hati untuk devan, tapi devan selalu bersikap seenak nya padanya.


Kinara sangat merasakan bingung entah apa yang harus dia lalukan sehinggah devan bersikap baik padanya.


Kinara bangun dari duduk nya, dia ingin kekamar nya untuk membersihkan dirinya, jika dia mandi disini dia tidak mempuyai perlalatan mandi yang sering diia gunakan.


Sedangkan devan dia masih merasakan amarah dalam diri nya, mengapa diri nya sangat marah saat bella berkata kinara sudah tidur dengan berapa lelaki hidung belang,dia menumpahkan semua amarah nya pada kinara tampa alasan yang jelas.


Dan setiap kali dia menyakiti kinara, dia selalu merasa ada yang menganjal dalam diri nya ntah itu rasa cinta atau rasa kasihan.


Dia mengambil sebotol bir lalu dia minum di balkon kamar nya.


" apa iya aku mencinta wanita sialan itu,tapi itu tidak akan mungkin lelaki sepertiku mencintai wanita murahan seperti diri nya, hahaha sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencinta gadis murahan itu!" Gumam nya.




Yuli yang baru saja sampai didepan rumah nya langsung bergegas masuk, ketika dia masuk langsung menjatuh kan badan nya disofa ruang tamu nya.



Dia mengambil hp nya lalu menghubungi nomor kinara,tidak butuh lama kinara langsung menerima panggil itu.



" hallo ada apa." Tanya kinara.



" kau sudah sampai." Tanya balik yuli.



" seperti yang ada dalam pikiran mu." Ucap kinara.



" bagus lah kalo gitu, tapi kau kenapa buru buru?." Tanya yuli.



" aku harus menyiap kan makan untuk suamiku jadi harus buru buru." Berbohong kinara.



" masak atau masak." Gombal yuli.



"Iya masak lah terus apa." Jawab kinara, yuli yang mendegar nya langsung tertawa, dia tau teman nya seperti apa, dari dulu kinara tidak pernah menaruh hati pada siapapun, dia tidak pernah pacar atau melakukan hal sebagian, yuli nyakin jika kinara tidak mencintai devan, karena kinara sangat sulit membuka hati pada seseorang.



" baiklah, yaa sudah aku matikan, tidak ingin menganggu pengantin baru." Gomba lagi yuli yang langsung dia matika,dia pasti tau kinara akan memarahi nya.



Kinara yang mendegar itu langsung tertawa kecil." Melakukan hal itu, emm itu tidak akan mungkin, jika menyiksaku itu akan terus terjadi." Gumam nya sambil melangkah pergi kedapur untuk meyiap kan makan malam untuk devan.



Kinara memasak makanan yang ada didapur, dia sangat ahli dengan bidang memasak, berbuat kopi dan lain lain, semua orang yang merasakan makan nya akan memuji diri nya, bukan cuman cantik dia sangat pintar membuat makanan.



Tidak butuh waktu lama makanan yang kinara buat selesai juga, dia langsung menaruh nya dipiring lalu dia letakkan diatah meja makan, tidak lupa dia juga membuatkan makanan untuk penjaga diluar, dia menaruh makanan itu kepiring lalu mengantar kan penjaga diluar.



Kinara menyaperi penjaga itu. " permisih pak, bapak belum makan kan.?" Tanya kinara yang sudah berada didepan lelaki sedikit tua itu.



" iya nyonya." Jawab nya sambil sedikit menunduk kan badan.



" nhh kebetulan aku masak untuk bapak, ohh iya mulai sekarang aku akan membuat kan makan untuk bapak." Ucap kinara sambil meyerahkan kepenjaga itu.



Penjaga itu menerima nya dengan sedikit tidak enak." Terimaksih nyonya, tidak perluh repot repot memasakan saya makan." Jawab penjaga itu.



" tidak apa apa pak, saya tidak kerepotan, sudah bapak bakan itu sampai habis." Sahut kinara lalu melangkahkan kaki nya masuk kedalam untuk memanggil devan.



Sedangakn itu, devan yang dari tadi melihat kinara berbincang dengan sapam itu dengan tatapan menjijik kan. " dasar wanita murahan semua lelaki dia goda cih." Gumam nya yang tidak terasa mengepal kan tangan nya.



Yaa.. begitulah yang ada didalam pikiran devan dia tidak melihat degan jelas dan langsung menuduhh tampa bukti, dia langsung melangkan kaki nya masuk kedalam kamar yang begitu besar dan luas.



Sedangakn kinara dia sudah berada didepan pintu kamar devan, dia ingin mengetuk nya tapi dia takut jika menganggu devan dan dia pasti akan dibetak.



Dia memberanikan diri untuk mengetuk nya . TOK TOK TOK. Ketukan tiga kali tapi tidak ada respon dari dalam." apa dia tidur." Gumam kinara.



Dia mencoba mengetuk nya lagi. TOK TOK TOK." dan benar pintu langsung terbuka, kinara yang melihat devan keluar dari dalam langsung berkeringat dia takut jika devan mengulai perbuatan yang dia lakukan tadi.



Devan yang merasa tergangu langsung memuka pintu itu, dia melihat kinara berdiri depan pintu nya dengan menundukan kepala nya. Dia menaikan satu alis nya.




" maaf tuan jika menganggu waktu anda, makan malam sudah siap." Sahut kinara.



" kau menyuruh ku makan, setelah selesai mengoda penjaga dibawah." Ucap devan dengn tertawa kecil.



Kinara hanya diam dia tidak ingin membantah perkataan devan, soo dia bicara atau tidak devan tetap kasar pada nya.



" kenapa kau diam?." Sahut devan.



Kinara hanya menundukkan kepala saja tampa melihat lelaki gila didepan nya.



Devan yang melihat kinara hanya diam tampa membalas perkataan nya langsung merasa marah dengan wanita didepan nya ini, kinara selalu menghiraukan ucapan nya.



" apa kau tidak punya mulut wanita jalan\*!." Bentak devan yang membuat kinara ketakutan.



"BICARA!." bentak devan yang sudah mencekram tangan gadis didepan nya, sedangakn kinara dia hanya bisa menahan sakit dibagian tangan nya yang digengam erat oleh devan.



" ma maaf tuan." Jawab kinara dengan terbata bata.



Devan yang mendegar kan nya langsung menarik tangan kinara turun keruang makan, dengan langkah yang cepat, kinara yang kesulitan mengikuti langkah kaki devann kaki nya tersandung ditangaa sehinggah dia menjerit kesakitan. Devan yang melihat itu tidak perduli dia tetap menarik tangan kinara dengan cepat keruang makan.



Samapi nya diruang makan dia langsung menjorong kinara sampai terjatuh, kinara hanya bisa menahan rasa sakit dibagian kaki nya.



Devan yang melihat makanan tersusun rapih dimeja itu langsung mengambil satu piring yang berisih stikk daging itu terlihat sangat panas asap terlihat jelas diatas stik itu.



Dia mengambil nya lalu berjongkok didepan kinara, kinara yang melihat itu merasaa takut apa yang akan lelaki didepan nya ini pada nya.



Devan langsung mencekram pipi kinara lalu dia ambil potongan stikk itu didepan mukut kinara, tapi kinara tidak membuka mulut nya devan yang melihat penolakan dari kinara langsung menguatkan cenkram nya dipipi kinara agar dia ingin memuka mulut nya, tapi kinara tetap tidak membuka mulut nya.



Devan yang melihat kinara belum juga membuka mulut nya langsung menjambak rambut itu sehingah kinara mengigit bibir bawa nya agar tidak menangis didepan devan.



"BUKA MULUT MU WANITA SIALAN!." Bentak devan dengan kuat sehingah membuat kinara membuka mulut nya dengan mata yang tertutup dia sangat sakit dengan perilaku devan dengan nya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, demi keluarga nya dia harus bisa menahan ini semua.



Devan yang melihat kinara membuka mulut nya langsung memasukan potongan stik yang panas itu kedalam mulut kinara sehingah membuat kinara kepanasan, devan yang melihat kinara tidak menguyah makan itu langsung menguatkan jambakan nya. " makan daging itu." Bisik devan ditelinga kinara sehingah kinara merasa merinding.



" CEPAT!." bentak devan.



Kinara langsung menguyah daging itu dengan bibir yang gemetar menahan tangis, devan yang melihat nya langsung meyuapkan nya kan daging itu kedalam mulut kinara tapi kinara menolak nya , devan yang melihat kinara menolak lagi, dia langsung berdiri dan menghambur makanan itu kelantai sehingah semua berhamburan dengan pecahan kaca.



Kinara yang melihat itu langsung mengigit bibir mungil nya, dia benar benar merasakan takut saat itu juga, devan selalu perlaku kasar pada nya.



Devan yang belum puas menyiksa kinara langsung menarik tanga kinara menuju suatu gudang yang terletak dibelakng rumah nya.



Kinara yang merasa sakit dibagian kaki tangan dan kepala nya hanya bisa mengikuti alur devan saja tampa harus mengucapakn satu katapun.



Sampai nya didepan gudang itu dia langsung membuka pintu itu lalu menyeret kinara masuk kedalam gudang itu.



Kinara yang melihat gudang itu gelap dia langsung merasakan takut luar biasa, dia tidak bisa gelap jika gelap dia langsung merasakan sesak nafas dan susah untuk berbicara.



Devan yang melihat raut takut diwajah kinara langsung tersenyum kecil, dia menarik tangan kinara masuk kedalam tapi kinara memerontak dia tidak ingin berada didelam sana yang sangat gelap.



" aa aku mohon tuu ann maaf kan aku." Ucap terbata bata kinara.



Devan yang melihat mata kinara berkaca kaca membuat diri nya tambah semnagat menyiksa wanita didepan nya ini.



\* jangan lupa tinggalkan jejak dan selelu beri dukungan authorr\*😄😄😉