NARAKU

NARAKU
BAB 10



BAB 10


Kinara yang baru saja bergabung bersama keluarga nya dia msih sama bersikap tenang seperti tidak terjadi apapun.


" selamat pagi yah,bu ,kak bela." Sapa kinara,seperti itulah setiap pagi menyapa keluarga nya


" pagi." Jawab mareka bersamaan.


" apa kau sudah siap ? Jika sudah langsung jalan saja." Sahut istri ditto yaa dia ibu kandung kinara


" tapi aku belum makan bu." Jawab kinara


" kau bisa makan diluar nanti jika kita sudah selesai beurusan dengn tuan devan." Sahut ditto


_Emm kau terlalu semangt hinggah


Kau tidak menayakan keadaanku_


" emm baiklah." Jawab kinara


Setelah itu mareka pergi tapi sebelum itu ibu kinara membisikan sesuatu yang membuat hati kinara hancur berkeping keping.kinara hanya membalas kata kata ibu nya dengan senyuman saja. Setelah itu marekaa betul betul meninggalkan halaman rumah nya.



devan dan rian yang baru saja sampai didepan gedung yang sangat besar dan bertingkat tinggi yaa itu adalah perusahan devano.



Seperti biasa rian membukan pintu tuan nya , setelah itu dia berdiri dibelakang devan.



Devan dan rian adalah lelaki incara semua wanita bagai mana tidak dia memiliki wajah yang tampan dan mapan siapa yang wanita tidak tergila gila dengan mareka.



" selamat pagi tuan." Sapah Salah satu kariawan. Dan di emm akan saja dengan rian sedangkan devan ? Tidak dia hanya memasang wajah dingin nya saja.



Berapa menit mareka sudah sampai didalan ruangn devan, " apa ada yang bisa saya bantu tuan.?" Tanya sektris rian



" tidak ada, ohh iya jika ada tuan ditto bersama anak nya , biar kan mareka masuk , dan awasi momy jangan sampai dia keperusahaan." Jawab devan




Setelah itu rian pergi keruangannya yang terletak pas didepan ruang devan.



Dilain sisi , kinara yang duduk manis dibelakng mobil sedangkan ditto dialah yang mengedarain mobil.


_Emm apakah aku bisa melaluin ini tuhan ? Apakah aku pantas membenci keluargaku sendiri, keluara yang selama ini aku hormati dan aku sayangin begitu mudah membiarku menjadi wanita simpan_


Air mata kinara jatuh ,dan cepat cepat kinara menghapus nya agar tidak terlihat oleh ayah nya.


Tidak butuh waktu lama ahkirnya mareka juga sampai digedung besar dan tinggi.


Ditto dan kinara langsung saja masuk kedalam perusahan megah itu.


Kinara selalu berdoaa agar dia tidak merasakn gerogii dan bisa tenangin diri nya jika berhadapan dengan laki laki itu.


Tidak butuh lama mareka sudah berada didepan ruangan rian.


Ditto yang selalu berbisik kekinara agar berusaha bagai manapun agar devan tertarik dengan nya.


" selamat pagi tuan ditto." Sapa sektris rian


" pagi juga tuan rian." Balas ditto


" apa ada tuan devan didalam ,?" Tanya ditto


" ada tuan , mari saya antar keruangan tuan devan." Jawab sektris rian dan di iya kan oleh ditto


Sebelum itu ditto berbisik lagi kepada kinara " ingat kau harus bisaa mengambil hati tuan devan jika tidak kau akan menerima akibat nya." Ancam ditto pada kinara, sedangkan kinara hanya membalas dengan senyuman saja padahal dia sangat terluka dan kecewa pada ayah nya.


devan yang melihat lihat berkas pun tiba tiba berhenti karena hadirnya sktris rian.


" maaf tuan jika menganggu waktu anda, tuan ditto bersama anak nya menunggu diluar." Sahut rian


" biarkan dia masuk." Jawab devan dan di iya kan oleh rian.


*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu beri dukungan authorr*😄😉