
BAB 22
kinara yang sudah membersihkan badan nya langsung menuju ranjang yang begitu keras seperti tidak memakai kapuk.
Dia melihat sekeliling kamar itu, lalu dia tersenyum." Satu tahan kita akan menjadi teman, maafkan aku jika nanti kau tempat menumpahkan tangisku." Gumam nya.
Dia teringat sesuatu, yuli yaa yang ada didalam pikiran nya saat ini yuli, dia tau teman nya itu akan mencari nya dan merasa cemas padanya.
"Apa aku kerumah nya saja dan memberi tau jika diriku sudah menikah." Seru nya.
" tapi dia akan marah padaku, karena tidak memberi tau nya." Seru nya lagi.
Besok saja dia meminta ijin kerumah lama nya untuk mengambil barang barangnya sekalian dia juga ingin memberi tau yuli.
Kinara membaringkan tubuh nya diranjang keras itu.
Disisi lain devan yang sudah berada di ruangan istrahat nya yang terletak didalam ruangan nya.
Dia merasa senang saat melihat kinara kesusahan tapi didalam lubuk hati nya dia merasaa ada yang anehh,tapi dia menghiraukan itu yang jelas dia sangat puas sudah menyiksa kinara.
"Aku tidak sabar akan bermain main dengan mu lebih lama." Gumam nya, sambil medeguk segelas anggur.
Tiba tiba rian mengetuk ruangan nya, devan langsung menghapir sektris nya itu.
"Ada apa?." Tanya devan yang baru saja keluar dari kamar istrhat nya.
" maaf menganggu jam anda, sebentar lagi kita akan bertemu dengan perusahan xxxx." Jawab nya yang sedikit menunduk kan badan.
" emm, ohh yaa kau beri cuti semuaa pelayan dirumah itu, aku ingin gadis murahan itu yang mengerus semua nya, aku ingin melihat apa dia masih terlihat kuat atau tidak." Ucap nya.
Rian yang mendegar ucapan tuan nya tentu dia merasa kasihan dengan nyonya muda nya, membersihkan rumah sebar itu apa kah dia sanggup?, yaa itu yang ada didalam pikiran rian.
Devan yang mekihat tidak ada sahutan langsung berucap." Apa kau mendegar ucapanku?."
" iya tuan." Jawab rian
" emm bagus dan satu lagi, awasi gerak gerik keluarga nya, jangan sampai si tua bangka itu mencari kesempatan dalam kesempitan." Seru devan,Yang dimaksud devan adalah ditto ayah kandung kinara.
" baik tuan." Jawab rian.
Devan melayangkan tangan nya diudara memberi kode untuk menyuruh nya keluar, sedangakn rian dia langsung melangkah pergi.
Yuli yang baru saja keluar dari tokoh bunga tidak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki yang begitu tampan, dia sama sekali tidak mengedip kan mata." Tampan." Gumam nya.
Lelaki yang ditabrak yuli langsung memberikan tangan nya kepada diri nya, yuli yang melihat itu tentu secepat kilat menerima uluran tangan lelaki didepan nya.
" saya raja,emm maaf apa ada yang sakit." Tanya raja, yaa lelaki yang ditabrak yuli adalah raja.
Kebetulan dia ingin membeli sesuatu ditokoh itu dan dia ditabrak oleh wanita yang berdiri dihadapan nya.
" emm saya yuli, tidak ada, apa kamu merasakan sakit?." Tanya balik yuli dan langsung mendapatkan gelengan dari raja.
" emm bagus lah jika seperti itu." Jawab nya.
" tunggu, seperti nya aku mengenal wajah mu." Sahut yuli.
" benarkah ?." Jawab raja.
" ahh iyaa aku baru ingat, kau model yang lagi terkenal itu kan ?." Seru nya.
" haha iya kau benar." Jawab raja.
" ahh aku tidak meyangkah bertemu denganmu disini." Seru nya tidak percaya.
" ahaha." Hanya itu yang raja ucapkan." Emm jika tidak ada aku akan cabut." Lanjut nya.
" emm baiklah." Jawab yuli.
Setelah itu raja meninggalkan yuli, dan yuli berjalan menuju rumah nya yang kebetulan dekat tokoh itu.
Pukul 08.00 malam.
Kinara yang msih tertidur nyeyak dikasur kares, dia merasa pusinh jadi itu dia tidur.
Devan yang sudah berada didepan rumah nya langsung bergegas masuk dan di ikuti sektris rian, ketika dia masuk semua sepi tidak ada yang satu pelayan pun, yaa karena rian telah meyuruh semua pelayan cuti.
Dia melihat sekeliling tidak ada kinara dilihat nya." Dimana wanita sialan itu." Gumam nya.
" emm." Jawab devan.
Dan rian langsung melangkah pergi.
" wanitaa bodohh dimana kau!." Teriak nya.
"Wanita murahan!." Teriak nya lagi, dia tidak mengenal nama kinara jadi itu dia memanggil kinara dengan sebutan wanita murahan atau bodoh, emang dasar nya devan tidak ingin mau mengenal nama wanita yang sangat dia benci.
Ntah mengapa devan sangat, membenci kinara tampa sebeb yang jelas, setiap dia memikirkan wanita itu rasa benci dan marah nya semakin besar.
" wanitaa sialann!." Teriak nya lebih kencang,Kinara yang sakin nyeyak nya tidur tidak menyadari teriakan devan.
Sedangakn devan dia melangkah kan kaki nya menuju kamar kinara yang terletak dibelakng rumah.
Dia langsung membuka pintu itu dengan kasar, tapi kinara tidak merasakan itu juga, dia melihat wanita yang begitu dia benci tertidur nyeyak.
Dia mengambil mangkuk yang berisi air dan devan menuju tempat tdur kinara dan langsung meyiram nya.
BLURR
Kinara yang disiram langsung terbangun dari tidur nyeyak nya, ketika dia membuka mata nya dia melihat lelaki yang berapa jam meyeburkan nya kekolam ikan, dan sekarang devan meyiram nya kan air.
Sedangkan devan yang baru saja meyiram air kepada kinara langsung menghampaskan mangkuk itu dilantai sehingah pecah.
Kinara yang melihat itu langsung memejam kan mata nya erat erat,devan mendekati kinara lalu menarik rambut wanita itu dengan sedikit kuat sehingah kinara kesakitan.
" kau bukan nyonya dirumah ini." Ucap devan yang berbisik ditelinga kinara.
" apa kau tuli sehinggah kau dipanggil tidak mendegar nya, apa kau sengaja wanita murahan." Lanjut nya dengan penekanan.
Kinara mengeleng." Tidak tuan,saya tidak mendegar jika anda manggil saya." Jawab kinara yang sambil memegang tangan devan yang semaki kuat menarik rambut nya.
" kau terlalu bayak alasan." Ucap devan yang semakin menguatkan tarikan nya, kinara yang sangat merasakan sakit cuman bisa diam.
Devan yang melihat wajah kinara nampak bisa saja tampa ada rasa sakit." Wanita ini sunguh mengujiku." Gumam nya.
Dia meyeret kinara turun dari ranjang dengan tangan yang masih menjambak rambut kinara.
Kinara benar benar merasakan sakit,tapi dia tidak aakan melihatkan nya didepan devan, dia tidak ingin terlihat lemah.
Devan langsung menjorong kinara dilantai yang berserak pecahan kaca, tangan kinara tergores pecahan itu, tangan nya merasa perih, devan yang melihat kinara meringis tiba tiba dia merasa anehh, dia ingin melihat kinara kesakitan tapi saat kinara meringis sedikit sakit dia seperti merasakan cemas apa lagii saat melihat tangan kinara yang mengelur kan sedikit darah.
" siall ada apa dengan diriku." Gumam nya.
" bersihkan pecahan kaca itu dengan benar, dan kau harus tau semua pelayan disini kupecat, jadi kau yang harus memberikan semua rumah ini dengan sangat baik, dan kau jangan berharap menjadi nyonya dirumah ini, karena kau hanya sebatas wanita yang ditukar dengan uang demi mendapatkan harta, jadi jangan kau berharap menjadi nyonya muda wijaya." Ucap devan penuh penekanan, setelah itu dia melangkah pergi dari tempat itu menghampas pintu dengan kuat.
Sedangakn kinara, dia merasakan sakit saat devan mengatakan diri nya wanita ditukar dengan uang demi harta, yaa itu benar keluarga nya menukar nya dengan uang demi persahan ayah nya tidak bangkurt.
Dia mengengam pecahn kaca itu dengan kuat sehinggah darah manis keluar dari tangan nya, dia bingung mengapa hidup nya seperti ini.
Lagi dan lagi dia menangis sejadi jadi nya didepan pecahan kaca dan tetesan darah nya, lantai itu percambur pecahan kaca darah dan air mata kinara.
Dia tidak bisa berbuat apapun ini sudah takdir nya dia harus kuat melawan takdir yang begitu kejam pada nya.
" kau harus bisa kinara, seharus nya kau tidak perluh merasa sakit hati karena apa yang dia ucapakn benar, kau wanita yang dijual keluargamu demi harta." Gumam nya sambil tersenyum kecut.
\*jangan lupa tinggalkan jejak, dan selalu beri dukungan authorr \*😄😉