My soulmate Forever

My soulmate Forever
Menerima



Keesokan malamnya


Cuaca malam itu sangatlah dingin, hingga terdengar berulang kali suara desiran angin yang menyentuh dedaunan pohon. Membuat Nayla merasa nyaman dengan hawa malam di rumahnya, setelah seharian memimikirkan permintaan ayahnya, ia ahkhirnya memutusakan untuk menerima permintaan papanya itu.


"Aku akan menerima permintaan papa, mungkin perlahan aku bisa melupakanya" lirihnya menatap ke arah pepohonan yang tersentuh berulang kali oleh angin.


Kemudian, Nayla berlalu pergi untuk menemui Faisal dan Bianka yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


"Papa...." pekik Nayla seraya mendudukan tubuhnya di dekat faisal dan Bianka.


"ada apa sayang...." tanya faisal


"Papa, mama, Nayla sudah memutuskan untuk menerima perjodohan dengan cucu kakek William" saut Nayla menatap sendu kearah papa nya.


"Apa kamu sudah memikirkanya dengan benar benar nak" tanya Bianka menatap kedua mata putrinya itu.


"Iya Ma..., Nayla sudah memikirkanya dengan benar" saut Nayla


"Baiklah, Papa akan memberitahukan Paman william, tentang keputusanmu ini" saut Faisal memeluk tubuh putri kesayanganya itu.


Setelahya Nayla langsung berlalu meninggalkan kedua orang tuanya, menuju ke balkon kamarnya, kemudian ia berdiri di pembatas balkon itu. Tak terasa kedua matanya mengeluarkan cairan bening hingga membasahi pipinya, ia sadar bahwa setelah menyetujui perjodohan ini tidak ada lagi jalan kembalinnya.


Namun getaran notifikasi, dari phonselnya langsung membuyarkan lamunanya saat ini, ia langsung meraih phonsel yang berada di dalam kantong saku celananya itu. Ternyata pesan dari chelsia dan fany


[Nayla besok kamu kuliah nggak] ~Fany


[Iyaa aku kuliah] ~Nayla


[Baguslah] ~Chelsia


[Aku akan menjemputmu] ~Chelsia


[sayang sekali aku tidak bisa ikut] ~Fany


[kenapa??] ~Chelsia


[Soalnya aku harus ikut mamah dan papah ke luar kota] ~Fany


[Berapa lama kamu kesana] ~Nayla


[Cumah 1 hari doang kok] ~Fany


[yaudah, hati hati ya]~ Chelsia Nayla.


.


.


.


.


Keesokan Paginya


Nayla sudah bangun dan menggunakan casual style white sneakaers untuk pergi ke kampusnya. sebelum pergi ke kampus ia terlebih dahulu sarapan pagi bersama Faisal dan Bianka. tak lama kemudian suara bising mobil Chelsia sudah terdengar.


"Bi Lila... tolong suruh Chelsia masuk dulu" pinta Nayla dan bibi pun mengiyakanya.


Tak lama kemudian Chelsia masuk menemui nayla dan kedua orang tuanya, mereka makan bersama seraya menyelipkan candaan di sela sela aktivitas mereka.


Setelahnya Nayla dan Chelsia berpamitan dengan Faisal dan Bianka untuk berangkat ke kampus.


"Chelsia kamu bawa mobil sendiri" tanya Nayla menatap ke arah mobil chelsia.


"Nggak kok aku diantar sama Michael" saut chelsia


"Michael itu saudara kembarnya chelsia kan" gumam nayla


"Ayo nay...." sentak Chelsia


"Ah, iyaa..." saut Nayla.


Kemudian, Chelsia dan Nayla berlalu meninggalkan halaman rumah dan duduk di dalam mobil.


"Siapa suruh gak mau ikut masuk" saut chelsia


"Kau tadi bilang cuman sebentar doang" saut Michael


"tadi tante Bianka nawarin aku gabung makan sama Nayla" saut Chelsia mengedipkan sebelah matanya ke arah Nayla.


"Truss...?" tanya Michael


"Trus aku ikut makan lah, iyakali ikut demo" Celutuk Chelsia membuat Nayla terkekeh mendengar perkataannya.


Di perjalanan Nayla disibukan mendengar perdebatan lucu antara Chelsia dan Michael. tak lama kemudian mereka bertiga sudah sampai di kampus.


"Sudah sampai....?" celutuk Chelsia


"Belum masih jauh" saut michael berlalu meninggalkan Nayla dan Chelsia.


"Huhh saudara sialan, ayo Nayla kita masuk" ajak chelsia berlalu pergi bersama Nayla.


Siang harinya


Nayla dan Chelsia sudah bersiap siap untuk pulang. Mereka berdua menunggu michael yang sedang mengambil mobinya di parkiran, tapi entah kenapa, Michael lama sekali mengambil mobinya, membuat Chelsia geram langsung mengirimkan Pesan chat kepada michael.


[Michael, kenapa lama banget sihh] ~Chelsia


[Tunggu sebentar aku lagi ada urusan] ~Michael


[Nunggu sampai kapan sampai tahun depan] ~ Chelsia


[Tunggu disana, jangan kemana mana, awas kalau kau pergi ku lapor ke papa] ~Michael


[Cih menyebalkan] ~Chelsia


chelsia geram sekali sampai ingin membanting phonselnya tetapi di tahan oleh Nayla.


"Chelsia sabar sabarr, jangan terpancing emosi, mending kita tunggu di sini dulu" pinta Nayla seraya menarik tangan Chelsia untuk duduk di bangku panjang didekatnya.


"Michael sialan...." teriak Chelsia sembari mendudukan tubuhnya di kursi panjang itu.


Taklama kemudian tiba tiba terdengar suara seseorang langsung tersentak di dalam telinga Nayla, orang itu adalah....!


"Rey" ucap Nayla seketika membuat kedua matanya membulat sempurna.


"Di ka cowok yang kita bicarakan kemarin malam" tanya Chelsia terkejut melihat ekspresi Nayla. Namun Nayla tak mengubris perkataanya


"Nayla aku ingin berbicara denganmu" pinta Rey langsung menarik tangan Nayla.


"Kau lepaskan tanganku" teriak Nayla berusaha melepaskan cengkraman tangan Rey namun Rey tidak mengubris perkataannya.


"Rey lepaskan" teriak Nayla membuat perhatian semua orang mengarah kepadanya.


"Hey... lepaskan tangan Nayla" saut Michael langsung mencekram tangan Rey.


.


.


.


.


.


.


.


.


.