My soulmate Forever

My soulmate Forever
Mall



Keesokan Malamnya.


Setelah selesai makan malam Faisal ingin membicarakan sesuatu dengan putri kesayangannya


"Nayla paman william mengundang kita untuk makan malam di rumahnya" tutur Faisal seraya melebarkan senyuman kepada putri kesayanganya.


"(Menghela Nafas) kapan pa" saut Nayla lirih


"Besok malam" saut faisal


"Nayla apa kamu benar tidak apa apa dengan perjodohan ini" tanya Bianka mengkecup dahi putri kesayangannya.


"Nayla gak apa apa kok maa" saut Nayla melebarkan senyum palsunya.


"Yaudah cepat tidur sana" pinta Bianka nayla pun mengiyakannya.


Saat sudah sampai di dalam kamar, Nayla langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur


"Cucu kakek William? siapa? aku tidak pernah melihatnya" gumam Nayla menatap ke atas.


"Terakhir kali aku menemui Kakek william saat masih SMA itu pun sebelum kami pindah rumah" imbuhnya


"Apakah mereka juga pindah kesini?" gumam Nayla dan masih banyak pertanyaan di pikirannya


Keesokan Paginya


Seperti biasa setelah sarapan pagi bersama dengan Faisal dan Bianka, ia langsung pergi ke kampus menggunakan Taxi. Saat sampai ia langsung mengajak kedua sahabat baiknya ke kantin untuk memberitahu masalah perjodohannya. tidak bisa dibayangkan ekspresi kedua sahabatnya itu.


"Apah? kau sedang melawak!! "teriak Fany menghentak meja di depanya.


"Astaga kecilkan suaramu" saut Nayla membekap mulut Fany dengan kedua tangannya


"Hah?? yang benar saja" saut Chelsia mengerutkan dahi


"(Menghela Nafas) Aku tidak bercanda, Aku berharap dengan menerima perjodohan ini aku bisa melupakan Rey" tutur Nayla lirih meyakinkan kedua sahabatnya itu.


"Kau yakin dengan keputusanmu" tanya chelsia


"(menghela Nafas) Kalaupun aku tidak yakin, aku sudah terlanjur menerima perjodohan ini" saut Nayla mengenggam eret cangkir di tanganya.


"Apapun keputusanmu kami akan tetap mendukungmu" celutuk Fany menatap kedua mata Nayla.


"Malam ini aku akan bertemu dengannya" ucap Nayla lirih


"Dengannya? Maksudmu dengan orang yang akan dijodohkan denganmu itu" tanya chelsia masih mengerutkan dahi.


"Ya iyalah, masa dengan pembantunya" celutuk Nayla membuat kedua sahabatnya terkekeh


"Kalau begitu kamu harus tampil sempurna malam nanti" saut Fany memgang kedua bahu Nayla.


"Ha? Untuk apa" tanya Nayla dengan polosnya


"Untuk menemui calon suamimu lah masa untuk menemui pembantunya" saut Fany membuat Chelsia mengeleng gelengkan kepalanya.


Setelah pulang kuliah Nayla langsung di bawa oleh Fany dan Chelsia untuk berbelanja pakaian yang akan ia kenakan saat malam nanti. Sebelumnya Chelsia sudah meminta Izin mama Bianka dan mereka diizinkan olehnya. Mereka bertiga di antar oleh Michael sampai di mall yang mereka tuju.


"Michael kau gak ikut" tanya Chelsia berlalu turun dari mobil.


"tidak" saut michael berlalu pergi dengan kecepatan penuh.


"Gak usah dibahas lagi, Ayo kita masuk" saut chelsia mendahului masuk kedalam Mall dan langsung diikuti oleh Nayla dan fany.


Mereka bertiga mulai mengelilingi mall tersebut seraya mencari gaun yang cocok untuk nayla. Saking sibuknya mereka berbelanja sampai lupa waktu.


"Astaga ini sudah jam 3 sore" teriak fany membuat heboh satu ruangan yang mereka kunjungi


"Hey pelankan suaramu" saut Nayla langsug membekap mulut fany mengunakan kedua tangannya.


"Kebiasaan" tutur Chelsia menggeleng gelengkan kepalanya.


"Huhh menyebalkan sekali mereka berdua ini" gerutu fany mengerucutkan bibirnya.


"Ayo pulang, kita juga sudah dapat barangnya" ucap Chelsia dan mereka berdua mengiyakan permintaanya.


Sebelumnya Chelsia sudah menghubungi Michael untuk menjemput mereka. tak lama kemudian terlihat dari kejauhan mobil hitam milik michael berhenti tepat didepan mereka. Lalu mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil kemudian Michael melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di depan halaman rumah Nayla mereka langsung di sambut oleh Bianka yang sedang bersantai di halaman rumah yang indah itu.


"Hallo tante" sapa fany melebarkan senyumanya


"Hallo sudah lama tante tidak melihat kamu nak" saut Bianka langsung memeluk bergantian tubuh Fany dan Chelsia.


"Kalian sudah dapat barang belanjaanya" imbuhnya.


"Sudah kok tante" saut Chelsia


"Kalian di antar sama Michael" tanya Bianka langsung di iyakan oleh mereka bertiga.


"michael sini nak mampir dulu" pinta Binaka langsung di iyakan oleh Michael.


Mereka berempat berlalu masuk kedalam rumah dan membincangkan banyak hal.


"Sudah hampir jam 6 sore, tante kami pamit ke dalam kamar Nayla dulu. ayo Nayla" pinta fany binaka langsung mengiyakan permintaanya.


"Ha? untuk apa" tanya Nayla mengrinyit kebingungan.


"Dasar bodoh" gumam Chelsia


"Untuk apa lagi, ya untuk bersiap siap lah" saut Chelsia memukul halus kepala Nayla


"Haduh aku rasanya malas sekali" gumam nayla seraya mengerucutkan bibirnya.


Mereka bertiga berlalu meninggalkan Michael dan Bianka di dalam ruang tamu. Michael mengerinyit kebingungan melihat kelakuan ketiga perempuan itu.


.


.


.


.


.


.