My soulmate Forever

My soulmate Forever
Kampus



Nayla terlihat sangat waspada saat berada di dekat Rey, mereka berdua bergantian menggunaka kamar mandi Nayla mengenakan pakaian yang di belikan oleh calon suaminya itu. Setelah mereka berdua sudah selesai mereka langsung keluar untuk makan pagi bersama dengan kakek William, mereka membincangkan banyak hal disela sela makan.


Sesudah makan pagi Rey pamit kepada kakek william untuk mengantar Nayla pulang. Rey melajukan mobil putihnya dengan kecepatan sedang tak jarang kedua matanya selalu melirik ke arah Nayla yang sendari tadi selalu memandang ke arah luar.


"Kau setelah ini pergi ke kampus? "tanya Rey


"Hmm kenapa, apa kau mau mngantarku" saut Nayla


"Oke aku akan mengantarmu" saut Rey


"Ehh Tidak perlu aku bisa pergi sendiri" tolak Nayla


"Tapi aku ingin mengantarmu" saut Rey


"(menghela nafas) Yasudah terserah" saut Nayla mengkrucutkan bibirnya.


Rey terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak lama kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah calon istrinya.


"Ayo masuk" pinta Nayla dan Rey mangiyakan permintaanya.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah ternyata Faisal dan Bianka sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Kalian berdua sudah sampai, sini duduklah dulu" pinta Faisal dan mereka berdua mengiyakan permintaanya.


"Ada apa Paa?" tanya Nayla


"Papa mau membahas masalah pernikahan kalian tak apa kan" imbuhnya menepiskan senyuman


Karena permintaan kakek mereka sepakat akan melaksanakan pernikahan 2 minggu kemudian. Rey meyerahkan semuanya kepada Faisal dan Bianka untuk menyiapkan acara pernikahannya. Setelah itu Nayla pamit pergi kuliah diantar oleh Rey. Saat sudah hampir sampai di kampusnya Nayla langsung meminta Rey untuk menghentikan mobilnya.


"Hentikan mobilnya, aku turun disini saja" pinta Nayla


"Kenapa?" tanya Rey


"Aku tak ingin mencari ribut dengan mereka" saut Nayla


"Mereka siapa?" tanya Rey menautkan kedua alisnya.


"Astaga Nayla kau benar benar bodoh kenapa kau sampai bisa keceplosan seperti ini" gumam Nayla memalingkan pandanganya.


"Lupakan saja, trimakasih sudah mau mengantarku" saut Nayla langsung ingin kuluar namun tidak bisa karena Rey langsung menguci semua pintu mobilnya


"Aku tidak suka kau menyembunyikan sesuatu dariku" kata Rey menatap kedua meta Nayla.


"Habis sudah, kalau aku tidak menjawab pertanyaannya aku tidak akan bisa pergi darisini" gumam Nayla


"Mereka siapa" imbuh Rey


"(menghela nafas) Mereka itu teman satu kampusku tapi entah kenapa mereka bisa sangat membeciku salah satu dari mereka bernama Taniya" saut Nayla lirih


"Mereka sering menidasmu" tanya Rey


"Hmm seperti dugaanmu" saut Nayla


"Tenang saja aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu" kata Rey menepiskan senyumannya.


"Aku tidak akan tinggal diam" gumamnya mengerutkan dahinya.


Di kampus Nayla


Seperti biasa banyak sekali mahasiswa yang lalu lalang di sekitar halaman kampus, Rey sengaja menghentikan mobilnya tepat di sana. seketika membuat pandangan semua orang langsung mengarah ke mobil putih miliknya itu


Mereka terkejut saat melihat orang yang turun dari mobil itu adalah Rey seketika mereka langsung heboh. Rey juga membukakan pintu untuk Nayla dan membantunya turun dari mobil.


Saat itu kedua mata Taniya langsung melebar saat melihat Nayla turun dari mobil bersama Rey, Taniya dan teman temanya merasa tidak terima dan tidak akan tinggal diam.


"Apa? kenapa wanita itu bisa bersama dengan kak Rey" Teriak Taniya membuat teman temanya terkejut.


"Wahh Hebat juga Nayla dia bisa memikat hati orang tajir seperti itu" saut salah satu temanya bernama Erica.


"Cihh mungkin mereka kebetulan bertemu saja" Saut Taniya tersenyum licik.


Tapi ia seketika langsung membatu melihat Rey yang sedang langsung memeluk tubuh Nayla tanpa memberi aba aba di depan kerumunan banyak orang seperti itu.


"Sampai jumpa lagi" kata Rey.


"Apa apaan yang dilakukan oleh b*ji*gan ini beraninya dia" gumam Nayla terkejut


"Hey apa yang kau lakukan ini benar benar memalukan" bisik Nayla di telinga Rey


"memeluk mu" saut Rey membuat Nayla merasa semakin malu.


"Bye Nayla" ucap Rey langsung melajukan mobilnya


"Bye" saut Nayla berpura pura tersenyum bahagia.


Saat di tengah perjalanan pulang Rey menelpon seseorang untuk menjaga Nayla dari kejauhan takutnya nanti Taniya Dkk nya ingin melakukan hal bodoh kepada Nayla.


.


.


.


.


.


.


.


.