My soulmate Forever

My soulmate Forever
Kenyataan



Di dalam taksi tak henti hentinya ia menyeka derai air mata yang membasahi wajahnya, setelah kejadian tadi ia merasa sedikit lega karena bisa meluapkan sebagian isi hatinya selama ini. Lalu ia meraih phonselnya untuk mengirim pesan chat kepada Fany.


[Fany apa kau bisa datang dan menginap di rumahku] ~Nayla


[Tumben sekali kau memintaku menginp di rumahmu] ~Fany


[Aku ingin bercerita sesuatu kepadamu] ~Nayla


[Apa kau ada masalah] ~Fany


[ya begitulah] ~Nayla


[Baiklah nanti malam aku akan kerumahmu] ~Fany


Setelah itu mereka mengakhiri percakapan mereka berdua. Saat dirasanya sudah mendekati rumahnya Nayla langsung menghapus air mata yang masih menempel di wajahnya. ia memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi dan berlalu turun, ia melihat dekorasi mewah yang sangat indah di halaman rumahnya.


kemudian ia berlalu masuk kedalam rumah tiba tiba saja Rey langsung menghentikan langkahnya dan menarik tangannya hingga membuatnya merasa kesakitan.


"Lepaskan tanganku" teriak Nayla meronta ronta namun Rey tak menggubrisnya


Rey membawanya ke dalam kamarnya dan langsung mengkunci pintu kamar Nayla, ia mendorong tubuh Nayla hingga menyentuh tembok dan menghimpit keras tubuh Nayla.


"Rey menjauh dariku, kau membuatku kesakitan" ucap Nayla lirih


"kenapa kau selalu menyakitiku seperti ini" timpalnya


"Aku tidak peduli aku menyakitimu atau tidak, yang pasti aku tidak akan pernah melepaskanmu dimanapun kau berada" saut Rey


"Dengarkan aku baik baik, aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan ini dan aku tidak akan pernah melepaskanmu" timpalnya


"Beritahu aku bagaimana cara untuk membuatmu bisa percaya kalau aku mancintaimu" ucap Rey


"Kenapa kau seperti ini, kenapa kau tidak pernah memikirkan tentang perasaanku" saut Nayla lirih


"Aku seperti ini karena aku sangat mencintaimu Nayla, aku tidak sanggup sampai harus kehilangan dirimu lagi" saut Rey


"Apa kau mau aku mati dulu agar kau mau percaya kalau aku sangat mencintaimu" ucap Rey


"Aku tidak peduli, tapi kalau kau sampai mati aku tidak akan pernah memaafkanmu" saut Nayla


"Aku sangat mencintaimu Nayla, kenapa kau tidak pernah melihat itu" timpal Rey menaruh kepalanya di bahu Nayla


"Aku tahu kau sangat mencintaiku, tapi aku tidak bisa menerima cintamu ini kalau kau masih memiliki perasaan terhadap wanita lain" gumam Nayla berderai air mata.


"Kumohon jangan seperti ini, jangan perlakukan aku seperti ini" pinta Rey menatap kedua mata Nayla


"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, hatiku sangat sakit melihatmu seperti ini" gumam Nayla


"Kenapa kau diam saja Nayla, jawab aku" teriak Rey


"Baiklah, aku akan mempercayaimu untuk kali ini saja" saut Nayla langsung memeluk tubuh Rey


"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk bersamaku" timpalnya


Rey seketika langsung terkejut dan bahagia sekali saat mendengar ucapan Nayla, ia tidak menyangka kalau Nayla akan memberinya kesempatan. Sebenarnya Nayla tahu kalau Rey masih mencintai kesya, tapi ia memilih untuk memberikan kesempatan kepada Rey, ia akan menerima konsekuensinya kalau suatu hari nanti Rey akan berpaling darinya.


Malam harinya Fany sudah datang sesuai janjinya, Nayla menceritakan semuanya kepada Fany dari awal sampai akhir, Fany memeluk erat tubuh Nayla mereka berdua menangis bersama tanpa ada yang mengetahuinya.


"Aku akan mengatakan semuanya kepada Om Faisal agar dia bisa membatalkan pernikahan ini" ucap Fany


"Tidak jangan ku mohon, kau akan semakin mamperburuk keadaan" teriak Nayla berderai air mata


"Aku tidak sanggup melihatmu menderita seperti ini, kau sudah tahu kalau dia masih mencintai perempuan lain tapi kenapa kau masih memberinya kesempatan" saut Fany


"Aku tidak punya pilihan lain selain harus memberinya kesempatan" saut Nayla


"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan melihatmu seperti ini" tanya Fany berderai airmata


"kumohon jangan seperti ini, biarkan aku menjalani mesalahku sendiri" saut Nayla


"Aku benar benar tidak berguna" lirih Fany


"Tidak jangan berkata seperti itu" saut Nayla


"Sekarang lupakan masalahku saat ini, kita harus menghadapi kenyataan walau sepahit apapun kenyataan itu" saut Nayla


Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk tidur, tapi bagaimana Fany bisa tertidur di saat mengetahui kalau sahabatnya menderita seperti ini. Sahabatnya akan menikahi seorang laki laki yang masih mencintai perempuan lain, ia berusaha keras menuruti permintaan Nayla untuk tidak mencampuri masalahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.