
Sudah hampir 1 minggu lebih Rey dan Nayla berbulan madu di venesia, mereka berdua sudah hampir mengelilingi semua pelosok tempat bulan madu mereka, karena merasa sudah puas mereka berdua memutuskan untuk pulang ke negara asal mereka
Namun sebelum mereka pulang, Nayla kembali meminta jalan jalan untuk yang terakhir kalinya, sebenarnya Rey merasa enggan karena ia harus mempersiapkan kepulangannya dengan istrinya namun ia tidak tega menolak permintaan istrinya.
saat mereka berdua menyusuri jalan umum yang kebetulan juga banyak orang yang berlalu lalang disana, mereka berdua disoroti spanjang jalan seperti biasanya.
"Rey... " panggil Nayla manja
"ada apa....? " tanya Rey berbalik menatap kearah istrinya
"Aku mau makan salad buah" jawabnya seraya mengelanyuti tangan suaminya
"Salad buah.... tumben sekali, biasanya kau tidak mau makan buah" seru Rey tertawa
"tidak tau... tiba tiba saja aku mau makan salad buah" ketus Nayla memanyunkan bibirnya
"Kalau begitu ayo kita cari salad buahnya" ajak Rey menarik lengan istrinya
"Tidakkkk..... aku maunya kau sendiri yang mencarinya untuku" ketus Nayla menahan langkah suaminya, "aku mau tunggu disini saja" timpalnya
"Enak sekali.... kau yang mau makan saladnya kenapa aku yang harus mencarinya" saut Rey
"Ayolah.... kau cari sendiri saja" celutuk Nayla
"Ayo kita cari bersama" ajak Rey masih tetap kekeh
"Huhhh.... kalau kau tidak mau mencarinya untuku, tidak usah saja " ketus Nayla mendengus kesal
"Benarkah..." ucap Rey
"Tapi setelah ini jangan lagi meminta jatahmu kepadaku" ketus Nayla memalingkan wajahnya ke sembarang arah
"Hey.... kenapa tiba tiba merembet kesana" tutur Rey menggelng geleng kan kepalanya
"Terserahku saja... " ketus Nayla
"Kenapa kau jadi marah seperti ini..." saut Rey terkekeh
"Kenapa kau malah tertawa... " celutuk nayla
"Karena kau lucu sekali kalau sedang marah" saut Rey mengkecup bibir istrinya
"Rey... kau ini" ketus Nayla memanyunkan bibirnya
"Aku akan mencari salad buah untukmu" saut Rey merasa puas
"Benarkaahh... " celutuk Nayla kegirangan
"Tapi kau harus memberiku jatah... " saut Rey melebarkan senyumnya
"Kau tidak perlu khawatir tentang itu... " saut Nayla
"Kalau begitu kapan aku harus mencarinya...? tanya Rey
"Tahun depan.... " ketus Nayla merasa kesal
"Iya iyaa... aku akan mencarinya sekarang" saut Rey masih terkekeh, "kau tunggu disini" timpalnya menyuruh istrinya duduk dibangku taman
***
20 menit kemudian
"Kenapa Rey lama sekali, masa dia tidak menemmukan salad yang kuminta" umpat Nayla dengan kesal, "dia mencari kemana sihh..." timpalnya, sambil menghubungi ponsel suaminya
"Astaga.... kenapa tidak dijawab jawab sihh, masa dia meninggalkanku disini sendirian"
"Coba aku cari dia disekitar sini... " ia beranjak berdiri, kedua matanya menyapu ke semua arah
"Coba kesana deh... " mulai berjalan mengelilingi sekitar taman tersebut, sudah hampir setengah jam ia mencari kesana kemari namun alhasil tetap saja tidak menemukan batang hidung suaminya, di sepanjang jalan ia tak henti hentinya menghubungi ponsel suaminya, karena tidak di jawab jawab membuatnya sangat kesal dan selalu mengumpat suaminya itu, ia kemudian kembali ke tempat duduknya tadi dan tetap tidak menemukan suaminha
"Aku lelah... lebih baik aku duduk" ujarnya mendudukan tubuhnya dibangku itu, "Hmm... apa aku coba kembali ke hotel" timpalnya
"Yasudah... aku juga merasa lelah," ia beranjak pergi meninggalkan bangku itu, saat sampai di hotel ia langsung menuju kamarnya, kedua matanya menyapu keseluruh ruangan itu namun tetap tidak menemukan suaminya.
Kemudian ia langsung menemui paman Allo untuk menanyakan dimana keberadaan suaminya, namun paman juga tidak mengetahuinya dia bilang langsung tanyakan kepada pegawainya yang berada di lobby hotel ini.
kemudian ia menanyai semua pegawai hotel itu namun jawaban mereka sama saja, ia mencari dimana rara berada tapi ia tidak menemukannya, setelah Kemanapun Nayla mencari suaminya ia tetap tidak menemukannya,
"Rey... kau dimana sih" liriknya sambil meringis, kemudian ia langsung berlari lagi ke taman yang didatangi nya berasa suaminya tadi, ia terkejut melihat disana jadi semakin ramai dipenuhi oleh orang orang
"Kenapa banyak sekali orang disini... " gumamnya, saat ia sedang berjalan ke sembarang jalan kedua matanya langsung menyoroti punggung seseorang yang mirip sekali dengan suaminya, ternyata orang itu benar benar suaminya, tanpa pikir panjang ia langsung berlari ke tengah kerumunan banyak orang itu untuk menghampiri suaminya.
Namun seketika kedua matanya langsung membulat sempurna hingga membuat tubuhnya membatu seakan tidak bisa di gerakan lagi karena Nayla melihat tubuh suaminya itu dipeluk oleh perempuan lain, yang paling membuatnya sakit adalah menyaksikan bibir suaminya langsung dicium oleh perempuan itu hingga membuat kedua matanya berderai air seakan tidak bisa berhenti lagi.
Rasanya hatinya seperti hancur berkeping keping melihat suaminya itu bersama perempuan lain, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya berjalan mundur dengan pelan ingin pergi meninggalkan keramaian itu, namun ia mengurungkan niatnya, ia memilih untuk menghadapi semuanya tanpa kabur lagi, ia memberanikan dan menguatkan dirinya langsung beranjak untuk menemui suaminya dan perempuan itu.
Kedua kakinya terasa sangat berat sekali, tubuhnya seakan tidak mau menghadapi kenyataan, namun semua itu tidak berguna kalau rasa sakit di hatinya bertekad untuk menghadapi kenyataan itu.
Saat mengetahui Nayla berjalan mendekati suaminya itu seketika membuat pandangan Rey langsung mengarah kepadanya, Rey refleks langsung mendorong tubuh perempuan yang berada di depannya karena terkejut saat mengetahui kalau istrinya ada disana menyaksikan kejadian yang tidak terduga tadi, tubuhnya seakan membatu saat istrinya telah berdiri di hadapannya dengan tatapan dingin mematikan
"Apa ini alasanmu meninggalkanku sendirian tadi.... " ucap Nayla tepat berdiri di hadapan suaminya dan perempuan itu, "apa kau tidak sedikitpun menghkhawatirkanku saat sedang sendirian tadi" timpalnya tersenyum pahit
"tunggu aku bisa jelaskan_ _ _" saut Rey namun penjelasannya dipotong oleh nayla
"Apa ini yang membuatmu tidak menjawab semua panggilanku tadi"
"Apa kau tidak puas dengan diriku hingga menemui perempuan lain" membuat Rey seketika membungkam kehilangan pikiranya mendengar pertanyaan pertanyaan istrinya yang sangat menyakiti hatinya
"Dimananya kau tidak puas denganku... aku akan memuaskanmu sekarang" nayla melebarkan senyum kecewanya, namun pertanyaan dari perempuan itu langsung menyadarkan semua kekecewaannya
"Rey perempuan itu siapa" pertanyaan itu langsung tergiang di otak pikiran dan semua tubuhnya, di dalam pikirannya sekarang semuanya seakan dipusatkan dengan pertanyaan perempuan, ia bersusah payah mencari jawaban dari pertanyaan itu "Yaa... siapa diriku ini, aku ini hanya salah satu wanita yang di permainkannya" itu jawaban yang ada didalam pikirannya
"Hey... siapa kau, dan apa hubunganmu dengan Rey" tanya perempuan itu kepada Nayla karena pertanyaannya tidak digubris Rey
"Aku... " ucap Nayla
"Iya kau siapanya Rey" tegas perempuan itu
"Bukan siapa siapa.... " jawabnya melebarkan senyum pahitnya, "mungkin aku hanya seseorang yang telah dipermainkan dengan janji butanya" timpalnya menunjuk kearah suaminya
"Apa maksudmu..." ketus Perempuan itu mengerutkan dahi
"(menghela napas) Bukan apa apa... aku ada urusan jadi aku pergi dulu" saut Nayla berlalu beranjak pergi, "Oh ya satu lagi... semoga hubungan kalian terus berlanjut hingga akhir tanpa ada yang mengganggu" timpalnya berbicara sambil membelakanggi dan berlalu pergi mambuat Rey sangat murka kepada istrinya itu dan berteriak
"Nayla... " teriak Rey mengejar nayla
.
.
.
.
.
.
.
.