My soulmate Forever

My soulmate Forever
Kenapa Kau Memilihku



"Kemari duduk di pangkuanku" ucapnya membuat Nayla langsung duduk di pangkuannya, Rey langsung memeluk erat tubuh istrinya seraya mengendus harum tubuhnya tanpa henti hingga membuatnya merasa geli


"Rey... apa kau sudah selesai" tanya Nayla dengan suara khas orang yang sedang merasa geli


"Belum lagi... " sautnya langsung mencium area belakang leher janjang istrinya hingga meninggalkan bekas merah di kulit putihnya, ia membalikan arah duduk istrinya untuk menghadap penuh kearahnya, ia membuka beberapa kancing baju istrinya kemudian ia menenggelamkan wajahnya di dada istrinya sangat lama.


"Rey... aku sangat lelah duduk di pangkuanmu" tanya Nayla ingin beranjak pergi namun Rey manahan tubuhnya hingga ia tidak bisa bergerak, "Sayang... apa kau tidak lelah dari tadi memngkuku seperti ini" timpalnya


"Tidak... " saut Rey singkat padat dan jelas


"tapi aku penat duduk seperti ini" celutuk Nayla membuat Rey merasa gemas


"baiklah ayo kita lanjut di atas kasur lagi" saut Rey langsung menggiring tubuh istrinya lalu ia merebahkan tubuh istrinya di atas kasur kemudian ia melanjutkan apa yang sempat tertunda tadi. setengah jam kemudian Rey menyudahinya dan merebahkan dirinya di pangkuan istrinya


"sayang... apa kau menyukai tempat ini" tanya Rey menatap wajah istrinya dari bawah


"Lumayan... tapi ada yang membuatku merasa tidak nyaman berada di sini" saut Nayla


"Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman" tanya Rey


"Kau ingat kan putrinya paman allo tadi" saut Nayla


"Iya.... aku ingat, namanya ferrara kalau tidak salah" saut Rey mendudukan dirinya menghadap penuh kearah istrinya, "apa dia yang membuatmu tidak nyaman" timpalnya


"Hmmm kau benar" saut Nayla


"Apa dia berbuat jahat kepadamu" ketus Rey mengerutkan dahinya,


"Bukan begitu... aku hanya merasa tidak nyaman dengan sikapnya kepadamu, seperti dia itu sudah menyukaimu sejak dulu" saut Nayla membuat Rey terdiam sejenak


"(menghela napas) sebenarnya dulu aku punya banyak sekali mantan pacar" tutur Rey menggenggam erat telapak tangan istrinya, "saat sedang kuliah di USA aku bisa dibilang sebagai cowok playboy atau fakeboy yang suka gonta ganti pacar" timpalnya membuat Nayla terkekeh mendengarnya


"Lalu..." sautnya tertawa lepas


"Yaa dia itu termasuk salah satu mantanku dulu" saut Rey


"Wanitamu sepertinya sangat banyak sekali... tapi kenapa kau memilihku sebagai pasangan hidupmu sekarang" tanya Nayla menahan senyumnya


"Karena hanya kau satu satunya wanita yang bisa memikat hatiku" saut Rey mencium lembut bibir mungil istrinya, "membuatku mati matian memikirkanmu" timpalnya membuat Nayla terkekeh


"aku tidak peduli kau bilang apa..., yang paling penting sekarang kau sudah mengetahui kalau aku sangat mencintaimu" tutur Rey membuat Nayla tertegun, kemudian ia langsung mengkecup pelan bibir suaminya, kemudian bibirnya langsung dilumat balik oleh suaminya.


"Trimakasih kau sudah mau memilihku" ucap Nayla melebarkan senyumnya


"Aku tidak akan pernah menyia nyiakanmu" saut Rey mengkecup puncak kening istrinya, "Sekarang cepat tidur... sekarang kau pasti sangat lelah" timpalnya dan Nayla langsung mengiyakannya, mereka berdua tidur saling berhadapan.


"Rey..." panggil Nayla


"Ada apa..." tanya Rey masih memejamkan kedua matanya


"Aku mau mengatakan sesuatu" saut Nayla


"Katakanlah..." saut Rey menatap wajah istrinya dengan seksama


"Aku hanya mau bilang... " tutur Nayla malu malu


"Bilang apa...? " tanya Rey


"Aku... " saut Nayla


"Yaa kau kenapa... " tanya Rey agak khawatir


"Sangat mencintaimu" saut Nayla dengan wajah bersemu merah, membuat Rey langsung tenggelam dalam pikirannya


"Coba kau katakan sekali lagi.... " pinta Rey berharap


"aku mencintaimu...." saut nayla berbalik membelakangi suaminya, "aku mengantuk..." ttimpalny memejamkan matanya


"Aku juga sangat mencintaimu.... " saut Rey langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang,


"Rey... " panggil Nayla seraya berbalik menghadap penuh kearah suaminya, "aku ingin besok kita jalan jalan disini" timpalnya melebarkan senyumnya


"iya... besok aku akan membawamu mengelilingi vanesia" saut Rey menatap wajah istrinya dengan seksama


"Trimakasih... " celutuk Nayla, main bibir dengan suaminya kemudian mereka berdua melewati malam yang panjang