My soulmate Forever

My soulmate Forever
Harus Jawab Apa



Tak lama kemudian mereka sudah sampai tepat di meja makan yang sudah di suguhkan barbagai macam makanan. Ternyata kakek William dan cucunya sudah menunggu kedatangan mereka


Tapi kedua mata Nayla seketika langsung terbelak membulat sempurna saat melihat wajah seseorang yang sedang duduk di meja makan itu yang akan di jodohkan denganya. Seketika tubuhnya serasa membatu di tempat, ternyata orang itu adalah


"Rey" teriak Nayla mengerutkan dahi karena terkejut melihat rey ada di sini.


"Nayla pelankan suaramu" bentak Faisal membuat Nayla langsung membungkam


"Ternyata kalian sudah saling kenal" saut Kakek william melebarkan senyumnya.


"iya kek Nayla itu adik kelasnya Rey saat di SMA" jawab Rey tersenyum sinis ke arah Nayla.


"Ya tuhan ternyata Rey adalah cucu dari kakek william" gumam Nayla menundukan kepalanya.


"Wah kebetulan sekali, Mari sini silahkan duduk jangan sungkan sungkan" pinta Kakek william dan faisal langsung mengiyakannya.


Nayla duduk berhadapan dengan Bianka dan Rey duduk di sampingnya. Saat itu Nayla sudah tidak tahu lagi mau berbuat apa serasa darahnya sudah memuncak naik ke kepalanya. ia meremas keras telapak tanganya keringat dingin mulai mengucur di dahinya. tak jarang Rey melirik ke arah Nayla yang sedang menunduk ke bawah.


"Sialan sialan kok bisa jadi seperti inii, Nayla bodoh kenapa kau sampai tidak tahu kalau cucu dari kakek william itu Rey" gumamnya semakin kesal.


"Nayla sekarang umurmu berapa" tanya kakek william menepiskan senyum


"Hng masih 21 tahun kek" saut nayla membalas senyum kakek


"Wah ternyata umur kalian tak terpaut cukup jauh" kata kakek William sambil tertawa.


"Memang umurmu berapa Rey" tanya Faisal


"Masih 23 tahun om" saut Rey menepiskan senyumannya.


"Astaga ****** sudah, aku harus gimana nihh" gumam nayla memalingkan pandangannya.


Mereka memulai makan malam bersama tak jarang mereka menyelipkan percandaan di sela sela makan. Saat ini Nayla merasa tidak nafsu memakan makanan yang ada di hadapanya namun ia tidak mau membuat papa nya merasa kecewa ia terpaksa harus memakan makanannya. Setelah selesai makan malam kakek William mengajak mereka untuk duduk dulu di sofa ruang tamu.


"Gawat pasti Papa sama Kakek William ingin membahas kelanjutan perjodohan ini" gumam nayla sambil menggigit kukunya.


"Bagaimana Faisal apa kau masih tetap menyetujui perjodohan ini" tanya Kakek william


"Tentu saja saya menyetujuinya" saut Faisal


"Rey sendiri bagaimana" tanya Faisal


"Hng Rey setuju kalau Nayla juga setuju" saut Rey melebarkan senyumanya.


"Hahh apa yang dia katakan, Ya tuhan aku harus jawab apa" gumam nayla mengerinyitkan dahinya.


"tentu saja Nayla sudah menyetujuinya" saut faisal


"Iyakan Nayla" tanya Faisal


"****** sudah, bagaimana ini aku harus jawab apa" gumam nayla menggenggam erat phonsel ditangannya.


"Nayla" panggil faisal


"Hng iya paa" saut Nayla tersenyum pelik


"Asataga apa yang sudah ku katakan tadi bodoh nayla kau bodoh baget" gumamnya mengerinyitkan giginya.


Rey yang sendari tadi memperhatikan Nayla membuatnya langsung tersenyum saat mendengar perempuan itu menyetujui perjodohan ini.


"Bagus lah" saut Rey


"kenapa tuhan tidak adil seperti ini terhadapku" gumam nayla dengan kesalnya.


Nayla benar benar merasa kacau sekali rasanya dia ingin sekali cepat cepat pergi dari rumah ini. ia ingin sekali rasanya memotong pembicaraan Faisal dan Kakek William tapi ia tidak berani membuat perasaan Papa nya terkuka.


"Jadi kapan rencana kalian berdua akan menikah" tanya kakek William kepada Nayla dan Rey.


"Hahh!! menikahan?" saut Nayla terkejut mendengar pertanyaan Kakek william


"Iya jadi kapan kalian akan menikah" tanya kakek william.


Mendengar pertanyaan Kakek william rasanya Nayla benar benar bingung sekali harus menjawab apa di satu sisi ia ingin menjauhi Rey tapi akan membuat Papa nya merasa kecewa dan di sisi lain ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa tapi harus menikah dengan Rey.