My soulmate Forever

My soulmate Forever
Baju Bayi



Rey mengajak Nayla pergi ke ruang tamu, saat merek berdua sudah sampai membuat kedua mata Nayla langsung membulat sempurna saat melihat begitu banyak kado dihadapannya.


"i-ini banyak sekali" ucap Nayla


"Ini kado pernikahan kita" saut Rey


"Apa kau menyukainya" timpalnya


"Aku menyukai semuanya" saut Nayla


"Kalau begitu mari ajak semuanya untuk membuka kado kado ini" ajak Rey


"Baiklah" saut Nayla melebarkan senyumannya


Setelah itu mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu untuk membuka semua kado ini. Mereka meminta Rey dan Nayla untuk membuka kado paling pertama, ada satu kado yang menarik perhatian Nayla, ia langsung mengambil kado yang menarik perhatiannya itu tapi Rey terkejut saat melihat kado itu pemberian dari Michael


"Michael" ketus Rey dan Nayla menganggukan kepalanya.


"Apa tidak boleh" tanya Nayla memelas


"Boleh saja, ayo buka kadonya" saut Rey dengan nada datar


Nayla dan Rey langsung membuka kado yang terlihat sangat cantik ini, tapi saat melihat isi kado ini seketika kedua mata Nayla langsung membulat sempurna saat melihat isinya ternyata adalah baju bayi.


"Wahhh...., ternyata ada yang sudah menanti nantikan seorang bayi dari mereka" goda Mama Bianka


"Michael curang sekali, kita telah didahuluinya" seru papa Rey


"Kalian cepat buatkan aku keponakan yang cantik" celutuk Kayla


Sumpah demi apapun Nayla benar benar tidak tahu harus berbicara apa saat mereka menggodanya seperti itu. Wajahnya merah merona seperti buah tomat, membuat Rey terkekeh melihatnya.


"Yasudah..., ayo buka kado yang lainnya" pinta Faisal mereka pun mengiyakannya


Mereka dapat bermacam macam hadiah dari dalam kado pernikahan mereka. Setelah itu Rey mendapati kado dari kedua sahabat istrinya itu dan langsung membuka kado itu, seketika ia langsung terkejut sekali saat melihat kado ini isinya adalah gaun malam wanita lingerie berwarna merah, kemudian ia langsung memasukan kembali gaun itu kedalam kotaknya.


"Untung saja tidak ada yang melihatnya, lebih baik aku simpan dulu nanti baru memberitahunya" gumam Rey dalam hati


"Mau di apakan semua ini" tanya Nayla kebingungan


"Kau ini bagaimana sih, ini semua hadiah kalian" celutuk Kevin


"Jelas saja buat kalian" timpalnya


"Aku tahu...!! tapi tidak mungkin kami memakai semua ini" saut Nayla


"Apa kita sumbangkan saja semua ini" usulnya


"Ini semua hadiah yang diberikan mereka untuk kalian, masa mau disumbangkan sama saja seperti kalian tidak menghargai pemberian orang lain" saut Papa Faisal membuat Nayla berpikir keras untuk mencerna perkataanya itu.


Rey dan Nayla memutuskan untuk menyimpan hadiah itu semua. sejujurnya mereka enggan sekali menyimpan semua ini karena masih banyak orang lain yang membutuhkannya ketimbang mereka, tapi apa boleh buat.


Setelah itu mereka kembali keaktivitasnya masing masing Faisal berangkat ke kantor, Kevin dan Kayla pamit pulang kerumah kakek William di antar oleh Rey. Jadi yang tersisa di rumah hanya Bianka dan Nayla mereka berdua bercanda gurau bersama seperti biasa.


Di jalan Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak lama kemudian ia menghentikan mobilnya di halaman rumah Kakek seperti biasa kalau sudah jam segini kakek sudah berangkat kekantor. Kemudian Rey mengajak kedua adikya masuk kedalam untuk membicarakan sesuatu kepada mereka. ia ingin kedua adiknya tinggal di sini untuk menjaga Kakek william. Mereka berdua terkejut sekali saat mendengar permintaan kakaknya, jujur saja mereka sebenarnya enggan menuruti permintaan kakaknya tapi mereka juga tidak berani menolaknya.


Saat menuju keruangan Daniel ia selalu saja merasa risih karena terus terusan dipandangi oleh karyawan karyawan yang berada disana.


Disana hampir semua karyawan perempuan semuanya cantik-cantik dan sexy-sexy, banyak sekali yang menyukai Rey karena terlihat sempurna bagi semua wanita, apalagi gaya berpakaian yang keren seperti itu.


Tak lama kemudian Rey sudah sampai di Ruangan Daniel kebetulan disana juga ada Gabriel, ia langsung nyelonong masuk seperti biasanya hingga membuat merka terkejut.


"Rey...? tumben sekali kau kesini" tanya Gabriel


"aku mau minta tolong kepada kalian" sautnya mendudukan tubuhnya di samping sahabtnya


"Sudahku duga, dia kesini pasti ada maunya" gumam Daniel dalam hati


"minta tolong apa...?" tanya Daniel


"Carikan aku rumah baru" sautnya singkat


"Rumah...?? kau kan sudah punya rumah" ketus Daniel


"Itukan rumah kakek" saut Rey


"Memang untuk apa..., apa kau mau membeli rumah baru" tanya Gabriel


"Iyaa untuku dan Nayla" sautnya singkat


"Ohh astaga.....!! aku lupa kalau kau sudah menikah" ceplos Daniel


"Dasar bodoh, teman macam apa kau ini" ketus Rey kesal


"maafkan aku" saut Daniel tertawa


"Kalau begitu tolong carikan yang sesuai seleraku" pinta Rey beranjak dari tempatnya


"Beress serahkan urusan ini pada kami" Saut Gabriel


"Mau kemana kau" timpal Daniel


"Mau pulang dulu, Bye" saut Rey berlalu pergi


"Dia buru buru sekali" seru Daniel


"Mungkin dia tidak tahan meninggalkan istrinya dirumah lama lama" saut Gabriel membuat Daniel tertawa.


.


.


.


.


.


.