
Tak terasa hari berlalu begitu cepat, hubungan Nayla dengan Rey sekarang sudah mulai membaik setelah kejadian itu, Hari yang ditunggu tunggu pun akhirnya tiba.
Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Rey dan Nayla, mereka telah mengucapkan janji suci tadi pagi. Semua orang di sibukan dengan acara pernikahan mereka yang di adakan meriah dan mewah ini.
Tamu tak henti hentinya berdatangan memberikan selamat dan kado kepada mereka berdua, terutama teman teman mereka juga turut bahagia. Namun tidak dengan Taniya dan teman temannya mereka tak henti hentinya menyumpahi agar acara pernikahan ini batal namun nyatanya Nayla dan Rey sudah mengucap janji suci dan resepsi mereka masih berlanjut hingga malam hari.
Kini semua orang sudah mengetahui kalau Rey dan Nayla sudah Sah menjadi sepasang suami istri. Sekitar jam 21.45 resepsi mereka berdua sudah selesai tak ada lagi tamu yang berdatangan, dan yang tersisa hanya keluarga dan sahabat dekat Rey dan Nayla.
Setelah itu Rey dan Nayla pergi ke kamar untuk beristrirahat, sebenarnya Nayla sangat enggan sekali kalau harus tidur bersama dengan Rey tapi apa boleh buat karena sekarang ia sudah sah menjadi istri Rey. Saat masuk kedalam kamar, Nayla seketikalangsung membatu saat melihat kamarnya terdapat banyak sekali kelopak bunga mawar putih dan merah tertata rapi di sana sini. Kamarnya sudah di dekor ala pengantin baru oleh Fany, Chelsia, dan Kayla.
"Apa apaan semua ini kenapa kelopak bunga betaburan di sana sini" teriak Nayla membuat Rey terkekeh
"Kenapa kau tertawa seperti itu" celutuknya
"Siapa yang tertawa" saut Rey
"Kalian semua sangat menyebalkan, awas saja kalian" ucap Nayla berlalu ingin pergi
"Mau kemana kau" tanya Rey menarik tangan Nayla
"Mau menemui mereka" saut Nayla
"Apa kau tidak kelelahan mengenakan gaun dari pagi tadi" tanya Rey
"Kau gila ya, sudah tau aku kelelahan sekali untuk apa kau masih bertanya" celutuk Nayla
"Kalau kau kelelahan temui mereka besok saja, cepat ganti gaunmu" saut Rey
"Tidak besok mungkin mereka sudah pulang" saut Nayla
"Kau mau aku membantu melepaskan gaunmu sekarang dan setelah itu kita mandi bersama" goda Rey membuat Nayla merinding
"Apaa...!! tidak aku bisa melepasnya sendiri" ketus Nayla berlalu meninggalkan Rey untuk mandi
"Kau cari kamar mandi lain" pinta Nayla dan Rey mengiyakannya
"Dia benar benar berbehaya" gumam Nayla
Setelah mandi, Nayla teringat kalau ia lupa membawa pakaiannya kemudian ia berlalu ingin keluar untuk mengambilnya di dalam lemari, tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Rey sudah mendudukan dirinya di sofa kamar, ia takut kalau Rey akan langsung memakannya.
"Kenapa dia sudah ada disana, bagaimana caraku bisa keluar dari sini" gumam Nayla menggigit kuku
ia membuka pintu sedikit untuk mengintip situasinya aman atau tidak baginya untuk keluar, namun baru saja ia mengintip Rey langsung mengetahuinya.
"Kenapa kau mengintip seperti itu" ucap Rey menahan senyumnya
"Jadi kau sedang apa? memancing" saut Rey terkekeh
"Cepat keluar.....," timpalnya
"Kau pergi keluar kamar dulu aku mau mengambil bajuku" pinta Nayla
"Tidak, kenapa kau malu malu seperti itu lagipula kita ini sudah menikah" saut Rey
"Siapa yang malu aku tidak malu" saut Rey
"Kalau tidak malu cepat keluar, kalau tidak aku akan menemuimu didalam" goda Rey membuat Nayla merinding
"Astaga bagaimana ini, habis sudah aku" gumam Nayla menelan keras ludahnya
"Kenapa lama sekali" timpal Rey
"Iya iya aku keluar, tapi awas kau jangan macam macam" saut Nayla memberanikan diri.
"Aku tak berani jamin" saut Rey tekekeh
Nayla memberanikan dirinya untuk keluar membuat Rey langsung terkesiap saat melihat tubuh mulus istrinya hanya dibalut sehelai handuk dan rambutnya yang masih agak basah tergerai panjang membuat Rey tak bergeming menatap ke arahnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu" ketus Nayla sedikit merinding
"Kau terlihat cantik sekali saat ini" puji Rey membuat Nayla tersipu malu
"(bersemu merah) jangan menggodaku lagi" saut Nayla membuat Rey langsung mendekat kearahnya
"Kenapa kau jadi malu seperti ini" goda Rey langsung menggendong tubuh Nayla
"Hey....!! apa yang sedang kau lakukan, cepat turunkan aku" teriak Nayla namun Rey tak menggubrisnya
.
.
.
.
.
.