My soulmate Forever

My soulmate Forever
Bahagia & Lega



Dokter Anindya yang kebingungan dengan Rey yang seperti itu, kemudian langsung mengantarkan nya saja ke ruangan dimana Nayla sekarang berada.


Kemudian setelah sampai Rey langsung masuk kedalam ruangan istrinya, tanpa mengucapkan terimakasih kepada dokter Anindya. Tubuhnya menggetar saat masih melihat sebagian tubuh istrinya tertutup kain, karena sekarang pandangannya terhalang oleh tirai yang menjuntai dari atas yang masih menutupi wajah istrinya.


Jantungnya sekarang berdegup dengan kencang, dengan tangan bergetar Rey meraih tirai itu dan membukanya perlahan lahan, tanpa mengeluarkan bunyi nyaring. saat itu juga jantungnya seperti tertancap besi panas, ia merasa kalau dugaan nya itu benar, seketika airmata nya langsung berderai seperti air terjun saat menyadari sesuatu. ia mengusap rambutnya dengan kasar


Kemudian Rey mendekat kearah istrinya dengan frustasi, dan ia menatap wajah itu dengan seksama, ia meraih tangan istrinya dan menciumnya, kemudian ia mencium kening Nayla.


Tapi saat ia mengangkat wajahnya untuk menatap wajah cantik istrinya kembali, ia sangat terkejut kalau istrinya itu ternyata masih bernafas, dan membuka kelopak matanya sekarang.


“ Hey.... kenapa kau terkejut seperti itu... ” kata Nayla dengan suara parau dan napas yang tersengal sengal


“ Nayla....” ucap Rey langsung memeluk tubuh istrinya,. “ apa kau dari tadi menahan napasmu.....”


“ Hmm... aku hanya ingin menjahilimu ” saut Nayla sedikit terkekeh


“ kau ini.... ku kira kau akan_ _” Rey sengaja menggantungkan ucapannya


“ apa... kau kira aku akan mati, aku tidak selemah itu...., lagipula aku tidak akan meninggalkan mu sendirian.... ” ucap Nayla menggoda suaminya, perkataan Nayla tepat sekali, karena dugaan Rey tadi adalah kalau bayinya lahir, otomatis Nayla akan meninggalkan nya selamanya, ia seperti itu karena ia tidak dapat berpikir jernih saat ini.


Namun sekarang keajaiban telah terjadi, istri dan anaknya selamat, dan dia benar-benar bahagia dan lega sekali akan hal itu, ia kemudian langsung tersenyum saat mendengar jawapan dari istrinya.


“Maaf membuatmu khawatir.... ” ucap Nayla matanya mulai berkaca kaca


“ Aku akan memaafkanmu, tapi ada syaratnya..... ” ucap Rey mengedipkan sebelah matanya, itu isyarat yang hanya mereka berdua seorang yang memahaminya


“ kau harus menunggu.... ” seru Nayla tersenyum


“ akan ku tunggu, selama itu masih dirimu.... ” saut Rey mengusap halus pelipis mata istrinya,. “ Oh ya... baby ku mana....?! ” timpalnya Rey


“ Besok kau akan melihatnya...., karena anakmu sekarang sedang ditangani oleh dokter. Sekarang beritahu orang di luar, jangan membuat mereka khawatir.... ” seru Nayla dan Rey pun mengiyakan dengan menganggukkan kepala walaupun hatinya tidak rela untuk keluar meninggalkan istrinya


.


.


.


.