My soulmate Forever

My soulmate Forever
Sebenarnya



Saat mobil Rey sudah tidak terlihat lagi di pandangan, Nayla langsung berlalu masuk ke dalam kampus. Di sepanjang jalan ia selalu mendengar pertanyaan dari teman temannya yang bisa dibilang sangat Kepo melihatnya bisa bersama dengan Rey kemudian ia meminta pertolongan lewat pesan chat kepada kedua sahabatnya untuk membawanya kabur dari segerombolan orang orang yang kepo itu, mereka langsung kabur entah kemana


"(menghela nafas) mereka benar benar sangat mengerikan" ucap Nayla yang sudah terbebas dari segerombolan orang kepo.


"Astaga Nayla kenapa kau bisa bersama dengan cowok ganteng itu" teriak Fany


"Emm sebenarnya dia itu_ _ _" saut Nayla langsung dipotong oleh chelsia.


"Calon suamimu" potong Chelsia.


"Ehh darimana kau tau" Nayla langsung terkejut.


"Aku hanya menebaknya dari gelagat mencurigakanmu, pasti tadi kau mau membohongi kami" saut Chelsia menatap tajam kedua mata Nayla.


"Huuuu maafkan aku" pinta Nayla mengatupkan tangan.


"Apa?? jadi dia orang yang dijodohkan denganmu" teriak Fany


"(menghela nafas) iya benar" saut Nayla langsung menceritakan semua kejadian saat kemarin malam.


"Astagaaa beruntungnya dirimu bisa dijodohkan denganya" teriak Fany memegang kedua pundak Nayla.


"Tapi bagaimana dengan masa lalumu dengannya, apa kau bisa melupakannya" imbuhnya


"Tidak semudah itu aku melupakan kejadian waktu itu" saut Nayla lirih


"Baiklah aku mengeti" saut Fany


"Jadi kapan kau akan menikah denganya?" tanya Chelsia


"2 minggu lagi" saut Nayla lirih membuat terkejut kedua temanya itu.


"Resepsinya diadakan secara besar besaran" imbuhnya


"Apaa? kenapa cepat sekali bagaimana dengan kuliahmu disini" teriak Chelsia


"Entahlah Rey akan mengurus semuanya" saut Nayla


"Kau yakin tidak akan menyesali keputusanmu ini" tanya chelsia


"kalaupun aku menyesal saat ini sudah terlambat" saut Nayla menepiskan senyum pahitnya"


"Sudahlah jangan membahas masalah ini lagi" imbuh Nayla.


Seketika pandangan Nayla langsung mengarah ke Taniya berjalan mendekat ke arahnya membawa segerombolan teman temanya.


"Cihh mereka sudah datang" bisik Nayla menggigit bibir bawahnya.


"Eh Nayla dia bawa temen banyak banget, apa mereka mau demo" bisik Fany


"Lebih baik kita pergi" saut chelsia dan mereka berdua mengiyakannya.


Saat mereka ingin pergi teman teman Taniya langsung menghadang mereka bertiga, Taniya berdiri tepat dihadapan Nayla


"Mau kemana?" tanya Taniya menyentuh dagu runcing Nayla


"Bukan urusanmu" saut Nayla menepis kasar tangan Taniya.


"Cepat ikut aku" pinta Taniya menarik tangan Nayla


"Untuk apa aku menuruti permintaanmu" saut Nayla langsung menepis kasar tangan Taniya


"Kalau kau tidak mau aku akan memaksamu" ucap Taniya tersenyum licik


"Apa yang mau kau lakukan kepada Nayla" saut Fany berdiri di hadapan Taniya


"Bawa dia" printah Taniya kepada sahabatnya bernama Hellena dan Erica.


"Hey jangan harap kau bisa membawa Nayla" gertak chelsia


"Benarkahh? tapi tenang saja kau akan diurus oleh mereka" saut Taniya


Hellena dan Erica langsung menarik paksa tangan Nayla untuk mengikuti Taniya. mereka berhenti di tempat yang sekiranya jauh dari Chelsia dan Fany. mereka langsung melepas tangan Nayla dan membiarkanya berbicara berdua dengan Taniya.


"Ini semua gara gara Rey awas saja di nanti, katanya tidak akan membiarkan siapapun menyakitiku tapi apa" gumam Nayla


"Aku langsung to the point saja" kata Taniya


"Apa hubunganmu dengan Kak Rey" imbuhnya menatap tajam kedua mata Nayla.


"Bukan urusanmu" saut Nayla membuang muka


"Tentu saja ini urusanku, karena aku menyukai kak Rey" ucap Taniya dengan geram


"Kalau kau menyukainya katakan saja padanya kenapa kau mengatakannya kepadaku" saut Nayla tertawa


"Beraninya kau" teriak Taniya langsung melayangkan tanganya ke arah Nayla tapi tangannya di tahan oleh Nayla.


"Kenapa apa kau kira aku takut padamu" saut Nayla menarik sudut bibirnya


"Ku pringatkan jangan pernah lagi kau menggoda kak Rey" teriak Taniya


"Kenapa aku harus menuruti perkataanmu" tanya Nayla


"Karena kak Rey adalah miliku" saut Taniya


"Kau pikir aku peduli" ucap Nayla tersenyum sisnis.


"Kalau begitu jangan menyesal" saut Taniya


"Hellena Erica aku serahkan wanita j*lang ini kepada kalian" teriak Taniya


"Oke serahkan dia kepada kami" saut Hellena


"Coba saja kalau kalian berani mengganggunya" teriak seseorang


Tiba tiba saja datang 3 orang laki laki mendekat ke arah mereka berempat, salah satu diantara mereka bernama Adrian ia langsung mendekati Nayla


"Kau tidak apa apa" tanya Adrian kepada Nayla


"Hmm aku tak apa" saut Nayla berlalu meninggalkan mereka.


"Lagi lagi Nayla selalu saja Nayla lihat saja aku tidak akan tinggal diam" gumam Taniya mengertakan giginya.


.


.


.


.


.


.


.


.