My soulmate Forever

My soulmate Forever
Memilih (mencekam 2)



~Flashback ~


Saat ini Rey dihadapkan dengan lembaran putih yang sudah ada oreh oreh tinta yang menyatakan kalau ia harus memilih antara nyawa istrinya atau buah hatinya, tubuhnya seperti di hantam dengan batu besar hingga tidak dapat bergerak lagi sedikitpun, hingga ada suara seorang dokter perempuan yang membuyarkan lamunan nya itu


"Mohon pak Rey segera membuat keputusan, situasinya sekarang sangat mendesak" ujar dokter itu sangat cemas,. "saya takut kalau anda berlama lama membuat keputusan istri dan calon bayi anda tidak akan selamat_ _ _" belum habis dokter itu berucap Rey langsung menghentikannya


"Cukup....!! " bentak Rey sambil menghentak meja di depannya,. "Sekarang saya mohon anda selamatkan istri saya, apapun yang terjadi....!! " timpalnya sambil menandatangani surat itu membuat dokter itu langsung terkejut dan membungkam seketika,


"Apa anda sudah memikirkan konsekuensinya, kalau dimasa depan Anda dan istri anda tidak akan mendapat anak lagi" ujar dokter itu


"Aku tidak peduli lagi...!! aku tidak bisa kehilangan istriku lagi...!! " saut Rey


"Baiklah....!! kami akan mencoba berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan istri dan janin dalam kandungannya, pak Rey....! " saut dokter itu yang bernama Anindya, ia kemudian bergegas masuk kedalam ruangan IGD dimana Nayla sekarang berada.


~Flashback and~


Seharusnya Rey tidak diperbolehkan masuk kedalam ruangan IGD itu namun, ia bersikeras dan mengancam dokter yang ada disana.


Apa boleh buat, para dokter itu pun memperbolehkan nya masuk tapi hanya sebentar, dan saat operasi nya akan dimulai Rey langsung di usir keluar oleh suster suster disana. Rey lansung terduduk di kursi depan ruangan itu, karena kakinya terasa lemas sekali


"mama...!! _ _ " Rey menggantungkan suaranya sambil menangis karena tidak sanggup berbicara kepada semua orang, ia sesak sekali saat mengingat keadaan istrinya, yang merintih kesakitan hingga menangis namun ditahannya. kelihatan sekali Nayla tidak ingin membuat semua orang hawatir,


“Jangan hawatir.... aku baik baik saja, jangan menangis.... percayalah aku akan baik baik saja ” ujar Nayla berkali kali saat dalam perjalanan ke rumah sakit hingga di dalam ruangan IGD


Mereka semua terdiam tanpa suara, keheninganlah yang menyelimuti hawa disekeliling merka, dalam keheningan itu banyak doa tulus keselamatan yang menyelubungi Nayla dan calon buahatinya, mereka berharap semoga Tuhan memberikan keajaiban kepada Nayla yang masih berbaring di dalam ruangan itu memperjuangkan nyawa nya dan buah hatinya


.


.


.


.


.


.