My soulmate Forever

My soulmate Forever
Tidak Akan



Nayla merasa sangat nyaman sekali saat berada di tempat itu sampai tidak menyadari kalau waktu sudah berganti sore, ia beranjak pergi dari tempat duduknya karena ingin berjalan jalan sebentar. Kemudian Nayla meraih phonselnya di dalam tasnya seketika ia langsung terkejut sekali melihat history chat dan panggilan telpon di phonselnya yang begitu banyak. ia segera bergegas pergi dari tempatnya menuju ke halte bus namun suara dering phonselnya membuatnya menghentikan langkahnya tepat di pinggir jalan. Ternyata ada seseorang yang sedang menelponya ia segera menyentuh ikon hijau di layar phonselnya


"Rey" gumam nayla


"Halo ada apa" ucap Nayla


"Nayla kau sekarang dimana, kenapa kau tidak menjawab telponku dari tadi" teriak Rey dari balik phonsel


"Kalau kau hanya ingin marah marah kepadaku, aku akan matikan phonselku" saut Nayla geram


"Jangan dimatikan, sekarang katakan kau berada di mana aku akan menjemputmu" tanya Rey


"Tak perlu, kau tidak perlu menjemputku" saut Nayla


"Tidak aku akan menjemputmu pulang" saut Rey


Terpaksa Nayla harus menshare lokasinya kepada Rey untuk menjemputnya pulang. Sekitar 10 menit kemudian terlihat mobil putih milik Rey tepat berhenti di hadapan Nayla, Kemudian Rey turun dan langsung mendekap erat tubuhnya


"Apa kau tau betapa khawatirnya aku saat kau pergi sendirian waktu di bandara tadi" ucap Rey namun Nayla tak menggubrisnya


"Ayo cepat kita pulang" ajak Rey melepas dekapanya.


"Sudah ku bilang aku ada urusan" saut Nayla


"Tapi apa yang kau urus" tanya Rey


"Bukan urusanmu" saut Nayla


"Kau selalu saja seperti ini" teriak Rey


"Kenapa? apa kau tidak terima" sait nayla


"Kau lupa kalau kita ini menikah hanya sebatas kesepakatan saja, Jadi jangan berharap lebih" timpalnya


"Bagaimana bisa aku tidak berharap lebih sementara aku sangat mencintaimu" saut Rey memegang kedua pundak Nayla


"Mencintaiku, apa kau yakin" saut Nayla menepis kasar tangan Rey


"Aku benar benar mencintaimu" saut Rey


"Sekarang coba kau jawab dengan jujur, apa kau masih mencintai Kesya" tanya Nayla membuat Rey terdiam


"Ha? kenapa kau diam saja, jawab pertanyaanku" timpalnya tersenyum pahit


"Ayo kita pulang" pinta Rey


"Jawab dulu pertanyaanku" teriak Nayla berderai airmata di wajahnya


"Kenapa kau menangis seperti ini, ayo cepat kita pulang" pinta Rey menyeka air mata Nayla


"Jauhkan tanganmu dariku, cepat jawab pertanyaanku" teriak Nayla


"Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu" saut Rey menarik kedua tangan Nayla


"Aku tidak mencintainya" saut Rey


"Yaa kau mencintainya" teriak Nayla


"kau benar, aku sangat mencintainya tapi_ _ _" saut Rey


"Sudahku duga ternyata kau benar benar mencintainya" potong Nayla tersenyum pahit


"Kau sangat mencintainya kan!! tapi kenapa kau kembali lagi di kehidupanku, kenapa kau mau menikah denganku kenapa kau selalu saja membuatku menderita seperti ini" teriak Nayla


"Karena aku mencintaimu Nayla" saut Rey langsung memeluk erat tubuh Nayla


"Aku pernah menyukainya, tapi itu dulu saat masih di SMA" timpalnya


"Kau bohong" teriak Nayla berusaha keras melepas pelukan Rey


"Aku tidak berbohong" saut Rey


"Kalau begitu katakan kau pilih aku atau Kesya" teriak Nayla kembali membuat Rey terdiam sejenak


"jelas saja aku memilihmu" saut Rey masih memeluk tubuh Nayla


"Aku tidak akan memilih orang lain selain dirimu Nayla, kau mau aku bagaimana lagi untuk membuktikan kalau aku benar benar mencintaimu" timpalnya


"Lepaskan aku" ucap Nayla langsung mndorong tubuh Rey dan mencegat Taksi yang sedang lewat.


"Aku mau pulang sendiri, maafkan aku aku masih butuh waktu untuk menerima semua ini" ucap Nayla berlalu masuk ke dalam taksi itu


Rey masih tak bergeming dari posisinya, perkataan Nayla membuat hatinya sepeti di tusuk tusuk oleh duri tajam satu persatu.


"kau benar Nayla bohong kalau aku tidak mencintainya tapi aku tidak sanggup kalau harus kehilangan dirimu lagi, karena aku benar benar mencintaimu Nayla" ucap Rey


"Aku harus bagaimana lagi menjelaskannya kepadamu Nayla, kenapa kau tidak mau percaya padaku" teriak Rey


"Aku tidak akan menyerah Nayla, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dariku lagi" timpalnya


Rey berlalu masuk kedalam mobil, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal untuk pulang kerumah Nayla.


.


.


.


.


.


.


.