
Nayla langsung menghampiri kedua sahabatnya yang di kerumuni oleh teman teman Taniya.
"Chelsia dan Fany ayo pergi" ucap Nayla
"Dimana Taniya" tanya salah satu teman Taniya yang bernama Kanya.
"Bukan urusanku" saut Nayla
"Hey apa maksudmu, jelas jelas kau tadi bersama mereka" teriak kanya namun Nayla tak menggubrisnya
"Dasar kau perempuan murahan" teriak Kanya
Seketika Nayla langsung menghentikan langkahnya, dan membalikan tubuhnya untuk menghampiri Kanya.
"Apa maksudmu" saut Nayla
"Kau tuli ya, aku bilang kau perempuan murahan" teriak Nayla
Plakkk suara tamparan Nayla tepat di wajah Kanya, membuat semua orang yang ada di sana langsung heboh menonton mereka berdua.
"Kau beraninya kau menamparku" teriak Kanya menyentuh pipinya yang sedikit memar
"Kenapa apa kau kira aku tidak berani denganmu, kau pantas mendapatkan ini" saut Nayla
"Lainkali jaga mulut Sampahmu itu" ancam Nayla membuat kanya dan teman temanya langsung terdiam dan tak bergeming dari posisi mereka.
"Ayo pergi" ucap Nayla kepada Chelsia dan Fany
***
Keesokan Siangnya
Nayla sudah pulang dari kampus, ia merasa sangat bosan sekali ia beranjak dari kasurnya untuk pergi ke balkon kamarnya dan mendudukan tubuhnya di sofa yang terlihat sangat nyaman itu ia juga meminta bi Lila untuk membuatkannya jus, tak lama kemudian bi Lila datang membawa nampan berisi jus beserta camilan dan memberikanya kepada Nayla.
"Trimakasih bii" ucap Nayla
"Sama sama Non kalau begitu bibi pamit turun kebawah dulu" saut bi Lila dan Nayla langsung mengiyakannya.
Tak lama kemudian suara notif dari hadphone Nayla berbunyi membuatnya langsung meraih phonsel itu dan ternyata ada pesan chat dari kedua sahabatnya.
[Aku bosan sekali] ~Fany
[kau selalu saja bosan] ~Chelsia
[Hahaa kita sama] ~Nayla
[Apa kau sendirian di rumah @Nayla] ~Fany
[Hmmm seperti biasa] ~Nayla
[Kalau begitu aku Otw kerumahmu] ~Fany
[Tapi untuk apa] ~Nayla
[Bertemu denganmu lah, iya kali ketemu Bi lila] ~Fany
[Hahaaa maaf maaf] ~Nayla
[Hey aku ikut] ~Chelsia
[Yasudah ayo kita berangkat] ~ Fany
Nayla langsung memberitahukan kepada bi Lila kalau kedua sahabatnya itu akan datang dan berpesan kepada bi Lila kalau mereka datang langsung suruh saja mereka mendatang kamarnya. kemudian ia langsung lanjut dengan aktivitasnya. Saat Nayla sedang sibuk memainkan phonselnya ia tidak sadar kalau Rey ternyata sudah datang sejak tadi.
"Kau sepertinya sibuk sekali" Kata Rey langsung membuat Nayla berteriakk
"Kau!! hampir saja membuatku mati terkejut" saut Nayla memegang dadanya
"Sedang apa kau kemari tidak memberitahuku" tanya Nayla
"Cepatla bersiap siap aku akan mengajakmu keluar" saut Rey mendudukan tubuhnya di samping Nayla
"Tidak mau" saut Nayla menjauhkan dirinya dari Rey
"Kau serius" tanya Rey menghadang langkah Nayla.
"Kau menjauhlah aku mau pergi" teriak Nayla
"Bukan urusanmu, kau cepatlah pulang" saut Nayla tapi tubuhnya langsung didorong oleh Rey sampai menyentu pilar di sampinya
"kau benar benar serius" tanya Rey semaki menghimpit tubuh Nayla
"Kau cepat lepaskan aku" teriak Nayla mencoba mendorong tubuh Rey
"Kalau kau mau ikut aku akan melepaskanmu" saut Rey
"Sudahku bilang aku tidak mau ikut" teriak Nayla
"Kalau begitu tetaplah seperti ini" saut Rey
"Kau banar benar menyebalkan" teriak Nayla mengkrucutkan bibirnya.
Lagi lagi bibir mungil Nayla langsung menggoda hasrat Rey, ia menyentuh lembut bibir mungil itu sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kau jangan macam macam" teriak Nayla menepis tangan Rey
"Kenapa apa kau takut" goda Rey
"Yaiyalah kau itu sangat berbahaya" saut Nayla
"Cepat lepaskan aku, nanti Chelsia dan Fany melihat kita" imbuhnya berusaha melepaskan diri
"Biarkan saja mereka melihat kita" saut Rey
"Dasar b*jigan cepat lepaskan aku" teriak Nayla
"Kalau kau mau menuruti permintaanku, aku akan melepaskanmu" saut Rey tak mau melepaskan tubuh Nayla
"Kau mau membawaku kemana sih?" tanya Nayla.
"Ke toko Boutique" saut Rey
"Untuk apa" tanya Nayla
"Memancing ikan" saut Rey
"kau gila ya!! buat apa kita mancing ikan di Boutique kan itu Toko busana" celutuk Nayla tertawa keras
"Kalau sudah tau itu toko busana kenapa kau masih bertanya" saut Rey semakin menghimpit tubuh Nayla
"Hey lepaskan aku, kenapa kau malah semakin menghimpitku seperti ini" teriak Nayla
"Kau mau ikut tidak" tanya Rey
"Oke oke aku akan ikut puas" saut Rey
"Tapi apa aku boleh mengajak Chelsia dan Fany" pinta Nayla
"Hmmm tapi aku punya persyaratan" pinta Rey menggiggit bibir bawahnya
"Hah? syarat apa" saut Nayla
"Setelah menikah akan ku beritahu" bisik Rey mencium telinga Nayla membuatnya merasa geli
"(bersemu merah) kau cepat lepaskan aku" teriak Nayla
"Iya iyaa bawel" saut Rey langsung melepaskan tubuh Nayla
.
.
.
.
.
.
.
.