
keesokan Paginya
Nayla langsung mengerjapkan kedua matanya saat mendengar kokokan ayam, kemudian ia menatap ke arah suaminya yang masih tertidur begitu pulas.
"Sekarang aku sudah menjadi milikmu seutuhnya..., jangan pernah kau mengecewakanku lagi....., karena aku sudah merelaka semuanya untukmu" gumam Nayla menatap wajah suaminya.
Nayla membalut tubuhnya dengan spray ia segera beranjak dari kasurnya namun tiba tiba saja ia terjatuh mendabuk!!... di lantai, ia merasakan amat perih di bawah sana rasanya nyeri sekali seperti di tusuk tusukan duri
Saat mendengar mendengar suara itu sontak membuat Rey langsung terbangun, dan langsung kaget melihat istrinya terduduk di lantai dengan lemas tak berdaya sedikitpun, ia langsung berlari menghampiri dan menggendong tubuh istrinya kembali ke atas kasur.
"Kenapa kau bisa terjatuh seperti itu" tanya Rey menyibakkan rambut Nayla ke samping.
"Sakit sekali..!!!" lirih Nayla membuat Rey tersenyum.
"Kau istirahatlah dulu sampai rasa sakitmu mendingan" saut Rey mengkecup bibir Nayla
"Rey....," lirih Nayla
"Ada apa??" saut Rey
"Berjanjilah padaku, kau tidak akan pernah meninggalkanku....," pinta Nayla membuat Rey terdiam sejenak
"Aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi" saut Rey memeluk tubuh Nayla
"Aku sangat mencintaimu" timpalnya mencium puncak kepala Nayla.
"Ayo kita tidur lagi" pinta Rey merebahkan tubuh Nayla.
Satujam lebih mereka berdua tertidur, setelah itu Nayla merasa tubuhnya sudah agak mendingan ia berusaha bangkit dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Saat Rey melihatnya sudah bangun dan berjalan begitu tertatih tatih sontak langsung membantunya berjalan kekamar mandi.
Setelah itu Rey mendudukan tubuh istrinya di dalam bath up kemudian ia berlalu pergi untuk mengambilkan handuk baru dari lemari dan langsung memberikanya kepada Nayla.
"Sedang apa kau disini...??" ketus Nayla
"Ingin membantumu mandi" saut Rey membuat Nayla merasa malu
"Apa...!!! k-kau tak perlu membantuku" ketus Nayla membuat Rey tekekeh
"Kenapa...? apa kau malu" saut Rey dengan ekspresi tak bersalah
"siapa yang malu....!! aku bisa mandi sendiri" celutuk Nayla
"Oke oke..., kau ini menggemaskan sekali" saut Rey terkekeh dan berlalu keluar.
Setelah mandi Nayla membalutkan handuk di tubuhnya, dan berdiri di depan cermin beasr di dalam kamar mandi itu, ia terkejut sekali saat melihat banyak sekali bekas ciuman Rey di tubuh mulusnya.
"Reyyy...!! apa apaan kau ini, kenapa bekasnya sebanyak ini" teriak Nayla
Saat mendengar teriak Nayla sontak membuat Rey langsung berlari menghampirinya.
"Kenapa kau berteriak seperti itu" tanya Rey
"Kau....!! lihatlah tubuhku kenapa bisa seperti ini" tanya Nayla membuat Rey menahan senyumnya
"Itu tanda kalau kau sudah menjadi miliku" saut Rey
"Tapi kenapa bisa sebanyak ini" ketus Nayla
"Sudahlah..., cepat pakai bajumu sana" pinta Rey dan Nayla pun mengiyakannya
Nayla mencari cari baju yang sekiranya bisa menutupi bekas di lehernya namun bekasnya tidak tertutup semuanya, setelah itu ia melihat Rey sudah keluar dari kamar mandi.
"Gunakan ini" pinta Rey memberikan syal yang sangat cantik
"ini untuku...?" tanya Nayla berharap
"Bukan ini untuk mama Bianka" saut Rey bergurau
"kenapa kau memberikanya kepadaku" tanya Nayla kesal
"Dasar bodoh, mana mungkin aku memberikannya kepada mama" saut nya tertawa kecil
"Lalu...?? " ketus Nayla
"Jelas saja ini untukmu" saut Rey sembari mengenakan bajunya
"Kau ini...!! suka sekali membuatku marah" kata Nayla kesal
"tadi aku hanya bercanda" saut Rey seraya memeluk tubuh Nayla
"Tubuhmu harum sekali, kau pakai parfum kah...?" tanya Rey namun Nayla mengeleng kepalanya.
"sini aku pakaikan syal itu untuk menutupi lehermu" pinta Rey dan Nayla mengiyakan permintaannya
"Trimakasih" ucap Nayla mencium pipi Rey
"Kau mau menggodaku" goda Rey main mata kearah Nayla
"S-siapa yang menggodamu, aku hanya berterimakasih padamu" celutuk Nayla
"Sudahlah, aku mau pergi ke dapur" imbuhnya berlalu ingin pergi
Namun saat Nayla ingin melangkahkan kakinya ia masih merasa sedikit nyeri disana membuatnya mendesis kesakitan.
"Kau tak apa" tanya Rey
"Hmmm, aku hanya merasa sedikit nyeri saja" saut Nayla berlalu meninggalkannya
"Nyeri sekali, ini semua gara gara Rey aku tidak mau lagi melakukan itu dengannya" gumam Nayla dalam hati
ia menyetabilkan jalannya menuju ke dapur, saat sedang turun tangga ia berpapasan dengan Kevin.
"selamat pagi Nayla, apa kak Rey ada di kamar" tanya kevin
"Pagi..., Rey ada di kamar" saut Nayla
"Baiklah aku pergi dulu" saut Kevin dan Nayla pun mengiyakannya
"Kakak dan adik sama sama tampannya" gumam Nayla dan melanjutkan jalannya
.
.
.
.
.
.