My soulmate Forever

My soulmate Forever
Tidak menyayangiku



"Darimana dia bisa tahu itu, apakah dia memiliki mata mata di sekitar Rey" gumam Nayla dalam hati


"Apa kau sudah lama mengenalnya" tanya Nayla mengerutkan dahi


"Tidak..., aku baru saja mengenalnya karena hanya dia yang berani melawanku" jawab Leon tertawa bermaksud untuk menghibur Nayla, "tapi untung saja dia tetap tidak mengetahui keberadaanmu sekarang" timpalnya masih tertawa


"Sehebat apa orang inii..., sampai sampai bisa membuat Rey pun tidak mengethui keberadaanku di rumah sakit ini" gumam Nayla dalam hati


"Apa kau juga mengetahui kenapa aku bisa sampai kau tabrak saat itu" tanya Nayla ingin memastikan


"Hmm ya aku sudah mengetahuinya" jawab Leon , "maafkan aku terlalu mencampuri masalahmu" timpalnya dan Nayla hanya menganggukan kepalanya.


Saat melihat keadaan Nayla yang seperti ini, entah kenapa hati Leon terasa sangat sesak sekali, ia tidak pernah merasa seperti ini serasa ia ingin membuat wajah wanita yang tidak berdaya di hadapannya itu tersenyum bahagia hanya dengannya seorang, namun ia mengurungkan niatnya saat mengetahui kalau wanita yang sudah bisa membuatnya luluh itu sudah memiliki suami, tapi ia masih ingin berusaha mencoba mendapatkan hati Nayla.


"Nayla.... " panggil Leon mendekat dan duduk di tepi kasur yang dirbahi oleh Nayla itu


"Yaa.... ada apa" tanya Nayla


"Aku tau sekarang kau pasti membutuhkan teman untuk saling berbagi masalah" jawab Leon menatap kearah luar jendela, "kalau kau tidak keberatan kau bisa menceritakan masalahnya padaku" timpalnya penuh harapan membuat Nayla tertegun dan berpikir keras untuk mencerna perkataannya


"Aku..." saut Nayla


"Aku tidak mau orang lain mengetahui masalahku yang seperti ini" timpalnya


"Kau bisa menganggapku sebagai teman kakakmu" bujuk Leon menatap kearah kedua mata Nayla


"Ka-kakak" ucap Nayla


"Yaa kau bisa menganggapku kakakmu sekarang" saut Leon melebarkan senyum, "tapi tidak untuk nanti" ucapnya dalam hhat


"baiklah... " saut Nayla


namun Nayla tetap tidak bisa menghindari kalau Leon adalah orang asing baginya


tapi dirinya juga tidak keberatan saat Leon ingin menjadi kakaknya karena Dari dulu ia memang menginginkan seorang Kakak.


"Trimakasihh... " ucap Nayla melebarkan senyum


" Aku sangat bahagia sekali bisa menjadi adikmu" jawabnya


"kenapa kau sebahagia itu" Leon kembali bertanya


"karena aku hanya anak tunggal, aku ada lah anak Saturday satunya mama dan papa" jawabnya,. "Kak Lee apa aku bisa memanggilmu seperti itu" timpalnya melebarkan senyumannya


"Tak masalah... itu terserahmu saja" jawab Leon, "selama itu masih kau aku akan menerimanya dengan senang hati" ucapnya dalam hati


Sebenarnya Leon ingin Nayla menjadi adik perempuannya, tapi ia lebih menginginkan Nayla menjadi orang yang tidak ada hubungan keluarga dengannya, karena hal itu bisa membuatnya menjalin hubungan lebih dengan wanita pertama yang membuatnya luluh ini.


"bagaimana apa kau mau tinggal dulu di rumahku" tanya Leon memastikan" membuat Nayla berpikir panjang tentang hal itu, setelah sangat lama memikirkan hal itu ia akhirnya membuat keputusannya sendiri


"Tenang.... aku akan mengatakan kepada orang lain kalau kau itu adalah adiku sekarang" timpalnya tersenyum


"Baiklah.... sementara ini aku akan tinggal bersamamu kak Lee" ucap Nayla membuat Rey senang sekali.


"Saat kau sudah sembuh total aku akan membawamu tinggal di rumahku" saut Leon dan Nayla menganggukan kepalanya


Nayla hanya tersenyum dan bingung melihat sikap Leon yang memperlakukannya dengan istimewa, karena ia termasuk perempuan yang tidakk peka dengan perasaan orang lain. Kemudian Nayla melirik ponsel yang masih mati total tergeletak di atas meja disampinya


"Sudah 3 hari aku menghilang, apakah rey sudah pulang dan memberitahu kalau aku hilang kepada semuanya" gumamnya dalam hati, "Aku tidak mau pulang, kalau aku pulang pasti Rey aka membunuhku karena aku menghilang selama 3 hari. Lagian dia tidak menyayangiku dan tidak membutuhkanku lagi kok...!!" timpalnya berderai air mata


.


.


.


.


.


.