
Reyvan Alexandra adalah kepanjangan nama Rey ia memiliki dua orang adik, satu laki laki dan satu perempuan, Namanya adalah Kevin Alexandra dan Kayla Alexandrina. Daddy nya bernama Halley Alexandra dan Mommynya bernama Adriana namun mereka sudah meninggal dunia saat 8 tahun yang lalu.
Keesokan Harinya
Rey dan Nayla langsung berangkat menuju bandara, sebelumnya mereka sudah berpamitan dengan orang rumah untuk menjemput Kevin dan Kayla di bandara, saat di perjalanan Nayla hanya diam saja karena masih tidak mood berbicara dengan Rey.
"Kenapa kau dari kemarin terus mendiamiku" tanya Rey
"Aku tidak mendiamimu" saut Nayla
"Lantas kenapa kau selalu diam saat ada aku" tanya Rey
"Kau pikir saja sendiri" saut Nayla
"Aku harus berpikir bagaimana" saut Rey namun Nayla tak menggubrisny membuatnya langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa kau menghentikan mobilmu, bandara kan masih jauh darisini" tutur Nayla
"Apa alasanmu mendiamiku seperti ini" saut Rey
"Entahlah aku tidak tahu" saut Nayla
"Kumohon jangan seperti ini" ucap Rey menatap kedua mata Nayla
"Aku masih butuh waktu" saut Nayla lirih
"Waktu untuk apa" tanya Rey menatap Nayla
"Lupakan saja" saut Nayla
"Bagaimana bisa aku melupakan begitu saja" saut Rey
"Itu urusanmu" saut Nayla
Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal ia sepertinya sangat marah kepada Nayla, tak lama kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di parkiran bandara ia langsung meraih phonselnya dan menghubungi Kevin.
"Kalian sudah samapai" tanya Rey
"Kak kenapa phonselmu tidak bisa dihubungi dari tadi" teriak Kevin dari balik phonsel
"Kalian dimana? " tanya Rey
"Kami masih berada di kompartemen kabin" saut Kevin
"Baikalah setelah itu kalian tunggu di pintu keluar" saut Rey langsung menutup panggilannya.
Rey dan Nayla langsung berangkat menuju ke tempat yang sudah di katakannya kepada kevin. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di pintu keluar tapi mereka tidak mendapati keberadaan Kevin dan Kayla, Rey langsung menghubungi Kevin kembali dan ternyata mereka masih berada di kompartemen kabin karena masih menunggu bagasi mereka. kevin meminta Rey untuk menunggu di pintu keluar saja sampai mereka selesa.
Tiba tiba saja ada seorang perempuan langsung mendekap tubuh Rey dari belakang, perempuan itu tak lain adalah Kesya. Entah kenapa mereka bisa bertemu dengannya di sana kemudian Rey langsung membalikkan tubuhnya menghadap penuh ke arah Kesya.
Rey terkejut melihat Kesya berada di sini ia langsung memeluk kembali tubuh kesya dengan erat.
Melihat pemandangan itu langsung membuat hati Nayla merasa sesak kembali, rasanya ingin saja dia berteriak dan menghentikan pelukan mereka berdua namun ia sadar ia bukan siapa siapa bagi Rey, mereka berdua menikah hanya karena permintaan papa dan kakek william saja. rasanya ia sudah tidak kuat menahan tangisnya saat melihat mereka berdua berpelukan di hadapannya
"Rey aku ada urusan jadi aku pulang duluan" ucap Nayla langsung pergi tanpa mendengarkan perkataan Rey
"Cukup, aku benar benar sudah sangat kecewa dengan Rey" gumamanya
"Dari dulu aku selalu saja kabur darinya, tapi setelah ini aku tidak akan bisa kabur lagi"
"Tapi kenapa saat melihat mereka bersama, hatiku rasanya masih sakit sekali" lirihnya
Setelah air matanya mulai berhenti, ia langsung merai phonsel dalam tasnya ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Rey, ia tidak menyadarinya karena phonselnya dalam mode silent. Setelah itu tak lama kemudian ada panggilan masuk dari Rey ia rasanya benar benar enggan menjawab panggilan itu, tapi entah kenapa ia langsung menyentuh ikon hijau di layar itu.
"Astaga kenapa aku manjawabnya" gumamnya menepuk dahinya
"Astaga Nayla kenapa kau baru menjawab telponku, aku hawatir sekali melihatmu langsung pergi seperti tadi" teriak Rey h
"Sekarang kau ada di mana, aku akan menjemputmu" imbuhnya hawatir
"Tak perlu, aku sekarang sedang berada di taksi" saut Nayla
"Astaga Nayla, apa kau tidak bisa menunggu sebentar saja" tanya Rey
"Aku ada urusan, kau tak perlu hawatir aku akan pulang sendiri" saut Nayla
"Jelas saja aku hawatir denganmu, kau itu akan menjadi istriku" teriak Rey hawatir
"Cih sudah tau aku akan menjadi istrimu, kenapa kau masih memeluk perempuan lain" gumam Nayla
"Sekarang cepat turun dari Taksi yang kau tumpangi, aku akan segera menjemputmu" imbuh Rey
"Sudah ku bilang tidak perlu aku bisa pulang sendiri, kau pulang saja bersama Kesya" teriak Nayla langsung menutup telponnya.
Nayla menghentikan Taksinya tepat di toko kue yang cukup mewah, ia memesan beberapa kue coklat yang sangat cantik sekali dan membawa kue itu duduk di meja disana.
"Lebih baik aku makan yang manis manis agar mood ku membaik" gumamnya langsung menyantap kue kue itu
Setelah selesai dari toko kue, Nayla pergi ke suatu tempat yang terlihat sangat indah sekali tempat itu berada di tepi danau, ia sering sekali mendatangi tempat ini kalau lagi bosan bersama dengan Chelsia dan Fany. ia mendudukan tubuhnya di bangku kosong di bawah pohon rindang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.