
***
7 hari yang lalu
Saat itu Rey sudah menemukan salad buah yang dicari carinya itu dan ia langsung pergi ingin kembali menemui istrinya, namun saat di tengah jalan ia dihadang oleh Ferara dan seorang wanita disampinya dan juga ada banyak sekali pria yang mengawal mereka. Rey begitu terkejut saat melihat wanita itu adalah teman kecilnya dulu.
"Rerey.... " teriak wanita itu dengan gembira
"Ghanis...!!!" ucap Rey mengerutkan kedua alisnya, ia langsung menatap tajam kepada Rara karena rara sudah mempertemukannya dengan wanita centil nan rese yang selalu di hindarinya selama ini,
"Rey maafkan aku" ucap Rara mengatupkan kedua telapak tangannya
"Trimakasih Rara, aku sangat menyayangimu" ucap Ghanis mengedipkan sebelah matanya
"Sudahkan....!! aku sudah mengantarkanmu menemui Reyvan Alexandra... jadi ingat sekarang jangan pernah menggangguku lagi" ucap Rara merasa jijik dengan wanita centil itu dihadapannya
"Bye... sampai jumpa lagi"
"amit amit.... Tuhan jangan pernah kau pertemukan lagi wanita menjijikan itu denganku" gumamnya membatin dalam hati
"Rey aku pamit dulu..." ucapnya melambaikan tangan dan bergegas pergi darisana, setelah barang hidungnya tidak kelihatan Ghanis langsung berbicara serius kepada Rey
"Rerey aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" ucap Ghanis menatap sendu kedua mata Rey
"Tidak bisa.... aku ada urusan lain" Rey ingin pergi meninggalkan wanita itu
"Rerey tunggu, kumohon sebentar sajaa" pintan Ghanis memelas
"Tidak bisa.... aku harus menemui ist_ _ _" ucapnya langsung dipotong oleh Ghanis
"Aku hanya ingin menemuimu untuk yang terakhir kalinya" potong Ghanis lirih
"apa maksudmu.... " ketus Rey mengerinyitkan keningnya
"Aku mengidap penyakit kangker otak stadium menengah"
" tidak... aku tidak bercanda, kumohon Rerey aku hanya ingin melihatmu untuk terakhir kalinya. Setelah itu aku akan ke Australia untuk pengobatan ku" jelas Ghanis, membuat Rey tidak tega menolak permintaan teman kecilnya itu
"Sampai kapan kau berada di sana" tanya Rey
"mungkin aku akan menetap disana" jawab Ghanis, "sebentar saja, anggap saja ini pertemuan terakhirku denganmu"
"Hmmm baiklah, tapi hanya sebentar saja" ucapnya dan Ghanis mengiyakannya
Rey dan Ghanis datang ke kafe disana hanya ada mereka berdua karena kafe itu semuanya sudah di booking oleh Ghanis sebelum bertemu dengan Rey
Setelah makan Rey kemudian menyudahi semuanya ia pamit kepada Ghanis untuk pergi, namun saat ia beranjak pergi Ghanis langsung menghampirinya, dan Rey terkejut sekali melihat Ghanis mengerinyitkan dahinya sampai sampai berjalan sempoyongan hingga mimisan darah yang mengalir keluar dari hidungnya
Rey reflek langsung menangkap tubuh Ghanis tanpa pikir panjang ia berteriak meminta pertolongan kepada pelayan dan bodyguard ghanis, ia tidak menyangka kalau sahabat kecilnya itu mengidap penyakit yang mematikan
"Rerey.... aku tidak apa apaa" ucap Ghanis dengan suara parau
"Tidak apa apa apanya, lihatlah hidungmu itu mimisan seperti itu" saut Rey dengan nada tinggi
Para pelayan kafe dan bodyguard Ghanis langsung menghampiri asal suara tersebut, saking khawatirnya Rey sampai sampai lupa kalau istrinya sedang menunggu sendirian di sana.
Rey tidak ingat kalau handphone miliknya sedang dalam mode silent hingga tidak menyadari panggilan telepon dari istrinya berulang kali
.
.
.
.
.