
Dering ponsel milik Nayla yang kala itu masih tergeletak di atas meja berbunyi, dengan begitu bising,. "Rey ada panggilan masuk di ponselku" ujar Nayla
"biarkan saja... " saut Rey menikmati pelukan itu seraya mengendus leher jenjang milik istrinya
"Apanya yang dibiarkan...!! cepat lepaskan aku sebentar" pinta Nayla, namun Rey tak menggubris nya malah Rey hanya menatapnya dengan dalam
"Tidak boleh...!! " ucapnya singkat
"Rey.... aku tidak akan pergi kemana mana...!" seru Nayla
"kalau aku bilang tidak boleh ya tidak boleh....!!" ketus Rey dengan nada setengah teriak membuat Nayla terdiam pasrah di rengkuhan suaminya itu sambil menggerutu dalam hatinya
Rey kembali mengeratkan pelukannya, tiba tiba salah satu tanganya merayap dibalik balutan dress milik istrinya itu. Nayla sudah paham kalau suaminya itu ingin meminta jatahnya yang tertunda selama ini, bibirnya mulai dilumat oleh Rey dengan halus, Nayla sangat menikmati apa yang dilakukan suaminya itu
saat Rey mulai melepas kancing baju milik Nayla, tiba tiba saja ponsel milik Nayla berbunyi kembali hingga membuat bising ruangan itu.
"Rey... sebentar saja, mungkin itu panggilan penting dari seseorang" pinta Nayla menghentikan Rey
"Baiklah... biar aku saja" sautnya mendengus kesal, ia kemudian meraih ponsel milik istrinya itu dan melihat ada dua panggilan masuk yang tertera di layar ponsel itu, tertulis kan nama sahabatnya yaitu Fany, Kemudian Rey menyentuh ikon merah dan meletakan kembali ponsel itu ditempatnya.
"Siapa...?" tanya Nayla
"Temanmu... "
"Fany.... " saut Rey kembali melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi, namun lagi lagi suara panggilan masuk di ponsel milik Nayla kembali berbunyi, bahkan hingga berkali kali membuat Nayla cemas akan hal itu, biasanya fany tidak pernah seperti itu.
"Rey... biarkan aku menjawab panggilan itu" pinta Nayla kembali menghentikan apa yang dilakukan suaminya
"Biarkan saja... tidak penting" sautnya
"hmm baiklah... " ucapnya, kemudian ponsel miliknya berbunyi kembali
"Rey minggirlah sebentar, ponselku berbunyi lagi...!" pinta Nayla
"Aku bilang biarkan saja...! " seru Rey mengerinyitkan dahinya, fany pun menelpon Nayla kembali
"Rey....!! ayolah, biarkan aku mengangkat phonselku. Sepertinya itu panggilan penting" ucap Nayla setengah berteriak, Rey pun meraih ponsel itu dan mematikan ponsel milik Nayla kemudian meletakkan nya kembali ketempat semula
"Rey kenapa kau mematikan ponselku...? " teriak Nayla
"Fany yang menelpon, jadi biarkan saja, dasar mengganggu" saut Rey
"dia itu sahabatku, kalau ada yang penting bagaimana...!! teriak Nayla,. "menjauhlah....!! aku sangat tidak suka sikapmu yang seperti ini"
Rey pun menajamkan kedua matanya, Tanpa berkata ia langsung menjauhkan tubuhnya dari istrinya dengan marah. Kemudian Nayla langsung beranjak dari tidurnya dan merapikan pakaiannya yang berantakan itu, ia meraih ponsel nya ia menyalakan ponselnya dan menghubungi fany kembali, ia kemudian pergi ke balkon dan mendudukan dirinya di sofa itu.