My soulmate Forever

My soulmate Forever
Boleh Pinjam



Rey berlalu meninggalkan Nayla untuk mengambil phonsel yang berada di dalam kamarnya, ia menghubungi calon papa mertuanya untuk memberitahu kalau Nayla akan bermalam di rumahnya.


"Bagaimana" tanya Nayla mendekat kepada Rey.


"Apanya" tanya Rey berpura pura tidak mengeti.


"(menghela nafas) apa papa memperbolehkan ku menginap di sini?? Ha pastinya tidak boleh kan" celutuk Nayla membiat Rey menahan senyumnya.


"Nggak tuh malah sebaliknya" saut Rey mendudukan tubuhnya di sofa.


"Apahh?? kamu bercanda kan gak mungkin papa bolehin aku nginap di rumah cowok ******** sepertimu" saut Nayla mengerutkan dahinya.


"Kalau gak percaya coba tanya sendiri" celutuk Rey menahan tawanya.


Setelah itu Nayla langsung menghubungi Papanya tapi ia merasa sangat kesal sekali mendengar jawaban dari papa nya yang memperbolehkannya menginap di rumah Rey. Padahal dulu saat Nayla meminta izin untuk bermalam di rumah Chelsia saja langsung membuat murka Faisal setelah itu Nayla tidak berani meminta Izin menginap di rumah temanya.


Namun sekarang berbeda karena Rey sudah menjadi calon suaminya hal itu membuat Faisal sudah mempercayai Rey makanya Nayla diperbolehkan menginap dirumahnya.


"Papa sangat menyebalkan" gerutu Nayla mematikan phonselnya.


"Bagaimana apa papamu melarangmu" tanya Rey menahan tawanya.


"Huh kalian sungguh menyebalkan" celutuk Nayla mengkerucutkan bibirnya.


"Yasudah kamu tidurlah di kamarku" pinta Rey


"Tidak aku tidak mau" saut Nayla


"Kenapa jangan jangan kau berpikir hal yang macam macam" celutuk Rey terkekeh dengan ekspresi Nayla.


"Siapa yang berfikir seperti itu" saut Nayla


"Trus apa? " tanya Rey


"Berisik cepat antarkan aku ke kamarmu" pinta Nayla mengkrucutkan bibirnya lagi lagi membuat Rey terkekeh melihatnya.


Rey langsung mengantarkan Nayla ke kamarnya. Saat memasuki kamar Rey langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur membuat Nayla merasa terkejut.


"Kau apa yang sedang kau lakukan" teriak Nayla menjauh dari Rey.


"Apa lagi aku sedang tidur" saut Rey mendudukan tubuhnya di tepi kasur.


"Kau bilang kalau aku boleh tidur di sini" tanya Nayla merasa geram.


"Trus kau mau apa" saut Rey menarik sebelah sudut bibirnya.


"Kau cari kamar lain lah" saut Nayla dengan geram.


"ini kan kamar ku kenapa kau mau mengusirku dari sisni" celutuk Rey


"Apa kau berniat mengusir calon suamimu ini" imbuhnya sambil tetawa.


"Lihatlah betapa menyebalkanya dirinya itu ingin ku cekik rasanya" gumam Nayla dengan kesal.


"(menghela nafas) Yasudah aku tidur di ruang tamu saja" kata Nayla dengan kesal melengos ingin pergi namu tangannya di tahan oleh Rey.


"Hey aku hanya bercanda, kau boleh tidur di sini aku akan tidur di kamar tamu" saut Rey


"Benarkah" tanya Nayla mengerutka dahi.


"Iya benar" saut Rey berlalu mengabil baju dari dalam lemari dan ingin pergi keluar.


"Ada apa lagi" tanya Rey


"Apa kau tidak memiliki baju perempuan" tanya Nayla merasa malu.


"Apa kau gila, mana mungkin aku menyimpan baju perempuan" teriak Rey mengerutkan kedua alisnya.


"Kalau tidak ada ya tinggal bilang tidak ada jangan teriak teriak seperti ini" saut Nayla merasa kesal.


"(menghela nafas) aku tidak punya, memang untuk apa?" tanya Rey


"Aku merasa sedikit tidak nyaman menggunakan pakaian ku" saut Nayla.


"Yasudah apa kau mau memakai bajuku" tanya Rey berlalu membuka lemarinya.


"Terserah asal terasa nyaman" saut Nayla mengikuti Rey.


"Pilihlah" pinta Rey seraya mendudukan tubuhnya di sofa kamarnya dan langsung mamainkan phonselnya.


"Trimakasih" ucap Nayla


Nayla langsung memilih milih baju milik Rey ia mengambil kemeja berwarna putih yang terlihat cukup menarik perhatianya.


"Aku boleh pinjam yang ini" tanya Nayla menunjukan kemeja yang di pegangnya.


"Hmmm terserah" saut Rey


Nayla langsung berlalu masuk ke dalam ruang ganti. setelah selesai memakai kemeja itu Nayla langsung menuju ke cermin besar yang berada di dalam ruang ganti itu. panjang kemeja yang ia kenakan sekitar 7 cm dari lututnya. Walaupun terlihat kebesaran di tubuh nayla tapi itu sangat cocok denganya yang berkulit putih itu. ia langsung melepas kepangan rambutnya dan mebiarkanya tergerai.


Setelah itu Nayla pun langsung keluar ruang ganti ia melihat Rey ternyata masih duduk di sofa itu. Saat itu kedua mata Rey langsung terkesiap melihat Nayla yang terlihat sangat cantik mengenakan kemeja itu.


"Kau kenapa tidak pergi" celutuk Nayla berlalu melewati Rey.


Entah kenapa Rey rasanya tidak bisa menahan dirinya lagi. Agar menghindari kejadian yang tak diinginkan Rey langsung pergi meninggalkan Nayla.


"Ehh dia kenapa lagi" gumam Nayla mengerinyit keheranan.


"Huhh masa bodo lah" imbuhnya langsung menuju ke arah pintu dan mengunciya dari dalam.


Setelah itu Nayla langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk milik calon suaminya itu. ia merasa kejadian saat makan malam tadi seperti mimpi saja, karena merasa ngantuk Nayla langsung memejamkan kedua matanya untuk tidur belum sampai lima menit Nayla langsung tertidur pulas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.