My soulmate Forever

My soulmate Forever
Menagih janji



Rey menggandeng tangan Nayla berlalu pergi menuju kamar, saat mereka sudah sampai di dalam kamar Rey langsung menghimpit tubuh Nayla di tembok, Nayla sontak langsung terkejut ia berusaha melepaskan diri dari suaminya.


"Kenapa lagi kau ini, cepat minggir aku mau mandi" ketus Nayla


"Aku mau mengingatkanmu tentang sesuatu" saut Rey melebarkan senyumnya, membuat Nayla berfikir keras mencerna perkataanya


"Tentang apa...?" tanya Nayla, kemudian Rey mendekatkan bibirnya di telinga Nayla


"aku ingin menagih Janjimu pagi tadi" bisik Rey membuat Nayla geli


"Kau bilang kau lupa, jadi aku akan mengingatkanmu" timpalnya langsung menggendong tubuh istrinya


"Rey aku masih ingat...!! turunkan aku aku bisa berjalan sendiri" teriak Nayla meronta ronta "Turunkan aku turunkan aku" kemudian Rey mendudukannya di atas meja


"Jangan bergerak" ucap Rey menatap wajah istrinya dari dekat "Kau pasti lelah hari ini, aku akan membantumu mandi" timpalnya menahan senyumnya


"Aku tidak lelah" saut Nayla memalingkan wajahnya "Aku bisa mandi sendiri, tanganku masih berfungsi" timpalnya


"Yaa kau lelah" saut Rey melepas pakaiannya


"Tidak... tidakk nanti kau akan macam macam" teriak Nayla "Rey aku bisa melepas bajuku sendiri" timpalnya namun Rey tak menggubris perkataanya, ia kemudian langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi.


"Jangan khawatir aku hanya membantumu mandi. Aku tidak akan melakukan apapun tanpa izinmu" ucap Rey "Aku tidak akan melakukan apapun padamu" ia mulai menyentuh tubuh istrinya sambil manahan senyumnya


"ini memalukan" gumam nayla dalam hati


"Kecuali...., kau mau memohon padaku" timpalnya tersenyum licik


"Memohon untuk apa...? aku tidak mau" ketus Nayla


"Kalau begitu jangan salahkan aku" saut Rey membuat kedua mata Nayla langsung membulat saat tiba tiba saja bibirnya langsung dilumat oleh Rey dengan lembut


"Rey tunggu" Nayla kesulitan mendapat celah karena suaminya terlihat sangat sibuk dengan bibir mungilnya itu. Rey mulai membuka satu persatu kancing baju istrinya, dan mereka berdua langsung hanyut didunianya sendiri.


~ 30 menit kemudian


Setelah Rey selesai membantu istrinya mandi ia kemudian mengenakan handuk yang masih tergantung, setelah itu ia langsung mengendong tubuh istrinya keluar kamar mandi, ia merbahkan tubuh istrinya di atas kasur dengan pelan dan membalutkanya dengan selimut.


"Apa kau merasa kelelahan" tanya Rey namun Nayla mengelengkan kepalnya


"Apa aku boleh melanjutkanya lagi" timpalnya tersenyum


"Hmm" saut Nayla, setelah itu ia mendesah saat merasa tangan suaminya mulai meraba area sensitif bagian atasnya dengan penuh gairah, hingga membuat mereka berdua hanyut kembali dalam dunia mereka sendiri dan menghabiskan melam yang panjang.


Keesokan Paginya


Mentari pagi yang muncul samar samar karena cuaca cukup mendung akhirnya sudah menampakkan dirinya dan menyinari kamar mereka berdua dari jendela yang masih tertutupi oleh tirai horden. Rey terlebih dahulu mengerjapkan kedua matanya, ia menatap kearah Istrinya yang masih tertidur sambil tersenyum puas, ia beranjak dari kasur untuk bersiap siap pergi ke kantor.


Setelah Rey sudah selesai bersiap siap ia terlihat sangat rapi dan tampan seperti biasanya saat mengenakan pakaian kantor, ia berlalu ingin menemui istrinya namun ternyata istrinya masih tertidur.


"kenapa dia masih belum bangun...!! apa dia sangat kelelahan karena tadimalam, tapi ini sudah jam makan pagi, kalau dia masih tidak bangun aku akan membangunkannya" gumam Rey mendudukan tubuhnya di tepi kasur kemudian langsung mencium bibir mungil istrinya itu berkali kali hingga membuatnya terbangun.


"Kenapa kau membangunkanku" ketus Nayla


"Matahari sudah bersinar di pantatmu" saut Rey terkekeh


"Kau ini menyebalkan sekali" celutuk Nayla memanyunkan bibirnya


"Bangunlah..., cepat mandi setelah itu kita sarapan pagi" saut Rey


"Aku malas sekali..., kau makan saja sendiri" celutuk Nayla memejamkan matanya kembali


"Sepertinya kau mau aku memandikanmu lagi" goda Rey membuat Nayla langsung terbangun dan beranjak pergi mengambil handuknya setelah itu ia berlalu menuju kamar mandi


Setelah menunggu lumayan lama Rey melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang dibalut di tubuh mulusnya, ia langsung menghampirinya dan langsung memeluk halus tubuh istrinya dari belakang dan mulai mengendus endus leher jenjangnya itu.


"Aku sangat menyukai harum tubuhmu ini" ucap Rey


"Apa kau sangat menyukainya" seru Nayla memalingkan tubuhnya menghadap penuh kearah suaminya. kemudian Rey merengkuhkan tangannya di bahu istrinya dan menatap wajahnya dengan hangat.


"Hmmm..., aku menyukai semuanya" saut Rey main bibir dengan istrinya, kemudian ia langsung mencium leher jenjang istrinya


"Rey..., apa kau tidak berangkat ke kantor" tanyanya dengan nada khas orang yang sedang menikmati


"Aku harus ke kantor" saut Rey


"Kalau begitu cepat pergi..., nanti kau akan terlambat" pinta Nayla


"(menghela napas) sebentar saja sekarang biarkan aku puas dulu" saut Rey seraya menciumi harum tubuh istrinya dan banyak meninggalkan bekas di sana, setelah puas ia meminta istrinya cepat berpakaian.


Tak lama kemudian Nayla sudah mengenakan pakaian yang terlihat sangat cocok sekali dengannya, ia menyiapkan pakaian ini dengan desain khusus kerah yang bisa menutupi bekas di leher jenjangnya itu.


setelah itu mereka berdua turun kebawah untuk sarapan pagi, bi Mila sudah menyiapkan semua makanan di atas meja membuat mereka berdua tinggal menikmatinya saja. saat sedang makan tiba tiba nayla langsung mengerinyitkan dahi karena merasa pusing.


"Kenapa kepalaku terasa berat sekali" gumamnya dalam hati seraya menyentuh halus dahinya


"Nayla apa kau sakit" ia terkejut saat melihat istrinya mengrinyitkam dahi dan langsung menghampirinya


"Tidak..., aku hanya merasa sedikit pusing saja, mungkin aku terlalu kelelahan" saut Nayla melebarkan senyum "Aku akan istirahat dulu dikamar" timpalnya


"Kalau begitu aku akan mengantarmu ke kamar" pinta Rey dan Nayla mengiyakannya, saat sampai dikamar Rey meminta istrinya untuk jangan melakukan aktivitasnya dulu agar rasa pusing dikepalnya bisa membaik.


"Aku berangkat ke kantor dulu, mungkin akan pulang seperti kemarin" ucap Rey


"Hmmm...., aku tidak bisa mengantarmu kedepan" saut Nayla


"Tak masalah, Bye" saut Rey berlalu pergi meninggalkan Nayla di kamar, ia meminta bi mila untuk melarang istrinya melakukan hal berat saat ia masih bekerja.


"Bibi.., nanti kalau ada perempuan yang kemarin datang lagi, tolong langsung diusir saja" pintanya


"Baik tuan... " saut Bi mila


"Satu lagi...., bibi juga jangan meninggalkan Nayla sendiri di rumah" timpalnya dan bi mila langsung mengiyakannya


Setelah itu Rey langsung berangkat ke kantor, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


Newmont Multy Unylever


Rey menghentikan mobilnya tepat diarea parkiran perusahaan kakek William yang sebentar lagi perusahaan itu akan jadi miliknya dan kedua adiknya itu, ia sudah diminta oleh kakeknya untuk mulai berbisnis setelah lulus kuliahnya dari UAS.


Saat memasuki lobby semua karyawan langsung membungkuk sembari memberi hormat kepadanya. Sama halnya dengan prusahaan Daniel disini juga banyak karyawan perempuan yang jatuh hati kepadanya mereka mencoba mendekatinya dengan berbagai macam cara namun tak ada satupun yang dapat memikat hatinya walau sedikit saja kecuali istrinya seorang.


kemudian Rey berlalu masuk ke ruang Ceo utama yaitu ruangnya kakek william untuk membicarakan tentang urusan kerja mereka.


.


.


.


.


.