My soulmate Forever

My soulmate Forever
Rayuan Mereka



***


~1 minggu kemudian


Nayla dan Rey sekarang sedang berkupul dengan keluarga dan teman dekatnya di rumah mereka setelah selesai bersiap siap melakukan rencana honeymoon di Venesia, seharusnya mereka berangkat 5 hari yang lalu, namun karena Rey sangat sibuk sekali dengan urusan kantor dan client nya jadi terpaksa mereka mengulur keberangkatan sampai hari ini, wajah Nayla hari ini benar benar nampak kurang bersemangat sekali karena harus meninggalkan keluarga dan teman dekatnya disini, dia rasanya ingin mengajak teman dan keluarganya pergi bersama ke Venesia namun tidak bisa.


Nayla dan Rey sekarang sedang menunggu jam penerbangan mereka di rumah, sambil bercanda tawa bersama dengan teman dan keluarganya.


"Rey, kita berlibur berapa hari...?" tanya Nayla


"tiga hari saja" jawab Rey sembari merapikan pakaian yang dikenakannya


"Kenapa lama sekali" bisik Nayla


"Hanya tiga hari lama kau bilang... " saut Rey menatap wajah istrinya


"Kenapa hanya tiga hari? cepat sekali...." saut Kayla memotong pembicaraan mereka


"Kakak sibuk di kantor....," jawab Rey mengacak acak rambut adiknya hingga berantakan "jadi tidak bisa lama lama" timpalnya


"kakak.... rambutku jadi berantakan" celutuk Kayla menjauh dari Rey "dasar menyebalkan" timpalnya memanyunkan bibirnya


"Rey.... kau tidak usah khawatir, urusan kantor kakek bisa tangani dengan adikmu, diakan sudah mulai belajar berpartisipasi di kantor" kata Kakek William "jadi kau bisa bulan madu sepuasnya dengan istrimu" timpalnya melebarkan senyumnya


"Benar yang dikatakan Kakekmu Rey....,lagi pula kau hanya bisa honeymoon satu kali saja bersama istrimu" imbuh Faisal "sayang sekali kalau tidak lama lamaa" timpalnya menggoda


"Iya kak Rey apa lagi kalian pergi ke Venesia lohh... disana itu terkenal dengan kota paling romantis" celutuk Kevin membuat heboh satu rumah dengan gelak tawa. "Kalau kalian bukan pergi untuk honeymoon aku pasti akan ikut kasana" gumamnya dalam hati


"Benar yang dikatakan Kak Kevin, apalagi kalian ini pasangan yang baru menikah" imbuh Kayla seraya mengedipkan sebelah matanya kearah kevin


"Ayolah kak Rey.... disana itu sangat menyenangkan" celutuk Fany tertawa


"Kau dan Nayla bisa jalan jalan sepuasnya di sana, sekalian jangan lupa pergi jalan jalan ke Roma" timpal chelsea mengacungkan jari jempolnya


"Bagaimana Rey... apa kau serius hanya pergi selama tiga hari saja" tanya Bianka


"Astaga semakin lama kami berada di sini maka kami akan semakin luluh dengan rayuan mereka" gumam Nayla dalam hati


"Apa apaan jawabanya itu... kenapa dia bilang begitu, dia lupa dengan apa yang sudah kukatakan" gerutu Nayla menginjak kaki Rey. "kalau seperti ini bisa bisa papa akan mengirim kami selama setengah bulan disana" timpalnya memelototkan kedua bola matanya kearah suaminya


"Nayla kenapa kau menginjak kaki suamimu sendiri" tanya Faisal


"Ehh Nayla tidak sengaja paa... " sautnya tersenyum pelik


Setelah di rayu dan iming imingi oleh teman dan keluarganya, akhirnya dengan berat hati Rey dan Nayla mengiyakan semua permintaan mereka.


2 jam kemudian


Nayla dan Rey sudah berada di bandara diantar oleh Faisal, Bianka, Kakek William, Kevin, Kayla, Fany, Chelsea dan Michael, sebelum masuk mereka semua berpelukan dulu untuk melepas keberangkatan Nayla dan Rey kemudian mereka berdua lanjut untuk menuju pesawat.


Setelah itu tiket mereka dicek sebelum Masuk Ruang Tunggu atau Boarding Room disana, saat ini Nayla merasa nyaman sekali bisa dibilang ini merupakan tahapan paling menenangkan baginya karena dia hanya tinggal menunggu pengumuman untuk masuk pesawat.


"Rey aku mau tidur" ucap Nayla menguap


"Kau bercanda..., kau mau tidur disini" ketus Rey


"iya..., entah kenapa tiba tiba aku ingin tidur" saut Nayla memelas membuat Rey tak tega


"Sayang..., tunggu sebentar saja" pinta Rey mengusap halus wajah istrinya "kau boleh tidur sepuasnya saat kita sudah dalam pesawat nanti" timpalnya mengecup puncak kepala istrinya


"Hmmm...., baiklah" saut Nayla


.


.


.


.


.


.