My soulmate Forever

My soulmate Forever
Memalukan



Keesokan Paginya


"Tok tok tokk" terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"5 menit lagi maa" saut Nayla masih memejamkan matanya.


"Kau ingin tidur sampai kapan" tanya Rey mengetuk pintu semakin keras.


"Astaga" gumam Nayla


ia langsung mengerjapkan kedua matanya dengan lebar. ia memperhatikan sekitarnya ternyata ini bukan kamarnya.


"Gawat itu bukan suara mama! tapi itu suara Rey" gumam Nayla menepuk dahinya.


Nayla langsung beranjak dari kasur dan langsung berlalu membukakan pintu untuk Rey.


"Maaf aku ketiduran" kata Nayla tersenyum menyeringai.


"Hmm tak apa" saut rey berlalu masuk ke dalam kamar.


"Kau mau apa" tanya Nayla mengikuti Rey


"Mau mandi, kenapa apa kau mau mandi bersamaku" saut Rey menepiskan senyuman.


Seketika Nayla langsung menjauh dari Rey ia berlalu ingin keluar dan meninggalkan Rey dalam kamar karena merasa kesal dengan Rey.


"Hey kau mau kemana" tanya Rey menarik kedua tangannya.


"Mau pulang, lepaskan tanganku dasar cowok mesum" saut Nayla


"Kau ingin keluar dengan penampilan seperti ini" tanya Rey menahan senyumanya.


"Astaga bajuku" gumam Nayla melihat pantulan tubuhnya dari cermin.


"Kenapa kau diam saja" tanya Rey langsung menutup pintu kamarnya.


"Hey apa yang kau lakukan" teriak Nayla semakin membuat Rey merasa gemas.


"Aku hanya menutup pintu, takutnya nanti ada orang yang melihatmu seperti ini" saut Rey tertawa


"Trus aku harus bagaimana" tanya Nayla mengkrucutkan bibirnya.


"Tunggulah disini, aku sudah memesankan baju untukmu mungkin sebentar lagi sampai" saut Rey berlalu masuk ke kamar mandi.


"Huhh menyebalkan sekali" gumam Nayla dengan kesal.


setelah mendumel tak henti hentinya Nayla merasa lelah ia langsung mendudukan tubuhnya di sofa lalu meraih phonselnya dan terlihat benyak sekali pesan chat dari kedua sahabatnya.


"Apa apaan mereka berdua ini" gerutu Nayla terkejut


[Nayla bagaimana apa kau sudah bertemu dengan calon suamimu] ~Chelsia


[Hahaaa pastinya dia sedah menemui calon suaminya] ~Fany


[Dia sampai sampai tidak membalas pesan chat kita seperti ini] ~Fany


[Sudah jangan mengganggunya mungkin dia sangat bahagia sekali melihat calon suaminya] ~Chelsia.


Masih banyak lagi pesan chat mereka berdua.


"Astaga mereka berdua ini menyebalkan sekali" gerutu Nayla


"Siapa yang menyebalkan" tanya Rey langsung membuat Nayla terkejut.


"Astaga kau membuatku terkejut saja" saut Nayla memegang dadanya.


"Apa kau sudah mandi, kenapa cepat sekali" tanya Nayla mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku lupa mengambil handuk" saut Rey langsung mengambil handuknya di dalam lemari.


"Oh ya siapa yang menyebalkan" imbuhnya mendekat kearah Nayla.


"Hey kenapa kau semakin mendekat" teriak Nayla semakin memundurkan tubuhnya.


"Jawab dulu pertanyaan ku" saut Rey terus mendekati Nayla.


"Aku tidak mau" teriak nayla


"Begitu yaa" saut Rey langsung menghimpit tubuh Nayla ke dinding.


"Hey apa yang kau lakukan dasar cowok ******** lepaskan aku" teriak Nayla


"jawab dulu pertanyaan ku" saut Rey semakin menghimpit tubuh Nayla di dinding.


"Astaga aku harus jawab apa ini" gumam Nayla berderai keringat dingin di dahinya.


"Lepaskan aku dulu" teriak Nayla


"Tidak akan sebelum kau jawab pertanyaan ku dulu" saut Rey menarik sudut bibirnya.


"Oke oke aku jawab tapi menjaulah dariku" pinta Nayla


"Tidak jawab dulu" saut Rey.


"Astaga cowok ******** ini menyebalkan sekali, bagaimanapun aku tidak akan menjawab pertanyaannya. Ohh aku tau" gumamnya melebarkan senyumnya.


"Hey kenapa kau tersenyum jawab dulu pertanyaanku" kata Rey semakin menghimpit tubuh Nayla.


"Kau mau aku menjawab pertanyaan mu" tanya Nayla


"Iya siapa yang menyebalkan" saut Rey


"Kau yang menyebalkan puas dengan jawabanku, sekarang cepat lepaskan aku" teriak Nayla berusaha mendorong tubuh Rey.


"Benarkah aku menyebalkan" tanya rey menarik sudut bibirnya.


"Iyaa menyebalkan sekali, cepat lepaskan aku" saut Nayla merasa tubuhnya semakin dihimpit oleh Rey.


"Hey kenapa kau semakin menghimpit tubuhku cepat menjauhlah dariku kalau tidak aku akan teriak disini" ancam Nayla


"Teriak saja aku tidak peduli" bisik Rey di telinga Nayla membuatnya merasa geli.


kedua mata Rey langsung mengarah ke bibir mungil Nayla, tangannya langsung menyentuh lembut bibir mungil itu rasanya melihat bibir mungil milik Nayla itu sangat menggodanya. ia menggigit bibir bawahnya dan langsung ingin mencium bibir mungil itu tapi tidak jadi karena mereka berdua langsung di kejutkan oleh suara ketukan pintu.


"Sialan siapa sih yang mengganggu di saat seperti ini" gumam Rey langsung melepaskan tubuh Nayla dan berlalu membukakan pintu.


"Astaga syukurlah ada yang menghentikanya" gumam Nayla menghapus keringat di dahinya.


Rey langsung membukakan pintu kamarnya ternyata ada seorang pelayan yang mengantarkan sebuah tas kertas bages berwarna putih Pesanannya tadi ia langsung memberikanya kepada Nayla.


"Pakailah" pinta Rey berlalu langsung masuk kedalan kamar mandi.


"Tadi itu bahaya sekali awas saja Fany dan Chelsia nanti, gara gara mereka berdua hampir saja aku di terkam olehnya" gumam Nayla.


.


.


.


.


.


.


.


.