My soulmate Forever

My soulmate Forever
Membicarakan



Keesokan harinya


Nayla meminta kepada Bi Lila untuk membuat masakan spesial menyambut mama papa nya yang baru pulang. Nayla sibuk membantu bi Lila memsak butuh waktu 3 jam untuk Nayla dan Bi Lila membuat berbagai masakan spesial untuk kedua orangtuanya itu. Tak lama kemudian terdengar suara bising diluar rumah, Nayla langsung berlalu meninggalkan dapur dan berlari menuju ke arah pintu.


"Mama Papa" teriak Nayla berlari dan langsung mendekap tubuh kedua Orang tuanya itu.


karena sudah ditinggal selama 2 minggu, Nayla merasa seperti sudah di tinggalkan selama berbulan bulan oleh orang tuanya, hingga buliran cairan bening mengalir dari kedua matanya, dan membuat pipinya basah, mungkin, itu bisa disebut air mata kebahagiaan. Mereka bertiga berpelukan untuk melepas rindu mereka.


"Ma, Paa,.... ayo masuk, Nayla sama Bi Lila sudah masak masakan spesial buat kalian" Celutuk Nayla langsung menarik tangan kedua orang tuanya itu.


Mereka bertiga mendudukan tubuh mereka di kursi meja makan. Kemudian, Nayla langsung mengautkan makanan spesial yang sudah dimasaknya itu, di piring kedua orang tuanya, mereka menyantap makanan yang ada dipiring mereka dengan lahap, tak jarang juga, mereka menyelipkan candaan saat makan.


"Oh yaa, Bi lila tolong bawakan barang barang yang ada dimobil" pinta Faisal disela sela mengunyah makanan dan Bi lila dengan senang hati mengiyakan perkataan majikannya itu. Sesudah makan bersama mereka berlalu kembali ke kamar masing masing.


Didalam kamar Faisal dan Bianka, "Sayang... bagaimana pendapatmu tentang rencana perjodohan Nayla dan Cucu paman William" tanya Faisal seraya mendudukan tubuhnya di tepi kasur.


"aku kurang yakin kalau Nayla bisa menerimanya" Jawab Bianka merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Kenapa....?" tanya faisal


"Entahlah...." saut Bianka


"Sayang, sekarang kita coba bicarakan baik baik dengan Nayla, kalau kita menjodohkan Nayla dengan cucu paman william mungkin lama kelamaan dia bisa beradaptasi dengan suaminya. Masalah cinta itu urusan belakangan, yang paling penting dia bisa mendapatkan suami yang baik seperti cucunya paman william" tutur Faisal seraya medekap tubuh istri kesayanganya.


***


Saat malam hari di dalam kamar Nayla, ia merasa kegerahan, kemudian beranjak kasurnya, untuk menuju ke balkon kamarnya itu, ia mendudukan tubuhnya di tempat biasanya, dan ia juga meletakan gelas yang berisi jus di atas meja di depanya. Tak lama kemudian, Faisal berlalu mendatangi putrinya dan duduk tepat di samping putri kesayangannya itu.


"selamat malam, papa" sapa nayla seraya melepaskan earphone dari telinganya.


"Malam sayang.... oh ya, papa mau tanya sesuatu sama kamu nak" saut faisal


"mau tanya apa pa...?"


“Apa sekarang kamu sudah punya Pacar.. ” Faisal menyeruput kopi yang dibawanya sebelumnya


Nayla terdiam sejenak, sebenarnya seseorang sudah meminangnya... Tapi, tidak mungkin dirinya mengatakan hal itu kepada papanya, “Kok tiba-tiba, tanyain pacar..”


“Sudahlah.. jawab dulu pertanyaan papa.. ”


“Kalau itu.. ”


“Nayla, masih belum punya.. ” ujarnya menggaruk rambutnya yang tidak gatal


“Lalu.. Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini... ” sedikit melirik putrinya yang sekarang terlihat sedang menundukkan kepalanya, terlihat sedih... Itulah yang dipikirkannya


“Yang ingin kulakukan setelah ini.. Apa, aku masih terlalu bingung untuk memutuskannya.. ”


“Nayla..! Kok bengong.. ” Faisal menepuk halus pundak putrinya


“Begitu ya..”


“Sebenarnya, Papa juga mau bicara hal serius sama Nayla,..” Faisal meletakkan cangkirnya tepat diatas meja dihapan nya, wajahnya sekarang terlihat serius sekali.. Hal itu membuat Nayla merasa aneh, tidak biasanya papa nya itu, ingin berbicara serius hingga seperti ini...


“Bicara apa Pa..? kok serius banget.. ” Nayla melebarkan area pendengarnya, agar tidak melewatkan satu katapun dari Faisal


“apa mau kamu Terima permintaan papa ini, mungkin ini satu satunya permintaan papa yang berharga... ”


“Ihh.. Kok papa ngomongnya gitu.. Ada apa sih.. ?” Nayla semakin yakin kalau papa nya saat ini ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting


"Papa ingin menjodohkanmu dengan cucu nya paman William" jawab faisal membuat Nayla seketika membungkam dan membuatnya tertegun dirinya berpikir keras mencerna apa yang baru saja diucapkan ayahnya.


"Hahh....!! jangan ngelucu deh Pa....!! Papa bercanda ya, umur Nayla kan baru 21 tahun Paa, Nayla masih belum lulus kuliah" Dirinya sedikit meninggikan nada suaranya, merasa geram dengan permintaan pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya sendiri..


"Papa tau sayang, kamu pasti nggak mau, tapi Papa hanya mau yang terbaik buatmu, Nak.." ucak Faisal seraya menunduk dan memegang kedua tangan putri tunggalnya yang tersayang itu.


Seketika Nayla langsung membatu, melihat ayahnya sampai memohon seperti itu dihadapannya. Hal itu, membuatnya tidak sanggup untuk menolak permintaan lelaki yang menjadi Ayahnya itu.


"Beri Nayla waktu untuk memikirkannya paa.." saut Nayla menundukan kepala menatap ke bawah. Kemudian Faisal mengiyakan permintaannya,


"Maaf, papa hanya mau yang terbaik buatmu nak.. Papa sudah meminta hal yang sangat berlebihan padamu, Nak.." saut faisal berlalu pergi meninggalkan putrinya sendirian di sana.. Dirinya merasa tidak berani menatap wajah putrinya itu, karena, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya, hanya karena keegoisannya semata.. Membiarkan putrinya memutuskan jalannya sendiri, mungkin itu akan lebih baik..


“Kalau Nayla merasa terbebani, Nayla boleh menolak kok.. ” imbuhnya seraya tersenyum, senyuman yang terlihat menyedihkan di pandangan Nayla.. Sungguh Nayla merasa tidak bisa menolak permintaan ayahnya itu


Nayla terbungkam, hingga tidak menyadari cairan bening keluar sendirinya dari pelupuk matanya saat ini.


"Dijodohin yaa.... dijodohin sama cucu kakek William" Gumam Nayla menyandarkan bahunya di sandaran kursi. " Yang benar saja..., Aku kan nggak kenal sama cucunya, tapi...., Aku juga nggak bisa menolak, karena papa memohon sampe segitunya.."


"Yapi setelah dipikir pikir, mungkin dengan menerima perjodohan ini, aku bisa melupakan Rey dan terbebas darinya...." gumamnya menyeka cairan bening yang membasahi pipinya.


"Kalau ini bisa membuatku melupakanya dan terbebas darinya, maka aku akan melakukannya" ucapnya berlalu meninggalkan balkon dan masuk kekamarnya.


.


.


.


.


.


.


...