
Keesokan Lusanya
Leon datang ke rumah sakit dan membawa Nayla untuk pergi menuju tempat tinggalnya yang terlihat sangat mewah sekali, ternyata rumah itu adalah rumah pribadi Leon hanya ada dia sendiri saja yang tinggal disana, para pelayan memiliki tempat tinggal tersendiri di sana dan tidak bergabung dengan rumahnya itu
Hari ini adalah hari ke 7 Nayla menghilang, ia seperti orang yang tidak tahu dengan apa yang sudah terjadi padanya, ia mulai terbiasa dengan Leon mereka berdua saling berbagi cerita dan masalahnya yang mereka pendam sendiri
anjirttt akhir ini Nayla selalu merasa pusing dan mudah lelah, ia melangkahkan kedua kakinya dengan lemas menuju tepi kasur, sebelumnya Nayla juga sudah berkonsultasi kepada dokter dan bertanya kenapa keadaannya bisa seperti ini
Kemudian dia meraih ponsel miliknya dan mulai menghidupkan kembali ponsel miliknya itu dan seketika banyak pesan dan panggilan tak terjawab yang masuk.
"Huhh... ini pasti Rey b*jingan, males ah" ujarnya sambil menghapus semua pesan itu tanpa menbacanya.
Terlintas rasa bersalah di dalam pikirannya, karena apapun yang terjadi ia masih istri sah dari Rey. seketika pikirannya jadi campur aduk dan diema memikirkan untuk memilih meninggalkan Rey seperti ini atau maafkannya
Hampir separuh hari Nayla memikirkan semua itu, kemudian ia memutuskan dengan segenap hatinya untuk meminta maaf kepada suaminya, saat ia hendak mengirim pesan chat kepada suaminya itu tiba tiba Leon menghampirinya dan duduk di tepi kasurnya membuat Nayla mengurungkan niatnyadan mengingat kembali ucapan Leon waktu di rumah sakit.
"Nayla... apa kau baik baik saja" tanya Rey seraya meletakkan jus di meja sebelah kasurnya
"Ya aku baik... " jawab Nayla, "Ada apa kau kemari" timpalnya bertanya tanya
"Hanya ingin mengantarkan jus ini untukmu" saut Rey, "Kalau tidak ada lagi aku keluar dulu" timpalnya beranjak pergi
"Tunggu... " ucap Nayla
"Ya ada apa...? " tanya Leon
"Aku ingin memberitahumu kalau aku akan kembali kepada suamiku" jawab Nayla membuat Leon langsung membatu seketika, "aku akan memaafkannya" timpalnya
"Apa kau serius... " tanya Leon sambil membelakangi, seakan tidak mempercayai ucapan nya itu
"Ya aku serius... aku sudah memikirkannya dengan matang" jawab Nayla melebarkan senyum pahitnya
"Kenapa kau mau memaafkannya...!! dia sudah selingkuh dihadapanmu...!!, dia tidak mencintaimu lagi...!! lalu apa yang kau dapatkan kalau kau sudah kembali pada nya nanti" bentak Leon membuat Nayla tersentak dan terkejut, ia langsung mendekat kearah Nayla dan mencengkram bahu wanita itu
"Kak Lee... " ucapnya tidak memiliki celah untuk berbicara, ia juga mencoba melepaskan kedua tangan pria di depannya itu hingga mengerinyit kesakitan, ia terheran kenapa kakak nya ini berbeda dari biasanya, Leon biasanya lembut dan selalu menuruti permintaannya
"Kau sampai seperti ini karena dia kan...!! dia selalu saja menyakitimu entah itu dulu atau sekarang...!!" ucap Leon menatap kearah Nayla, "kau juga selalu memaafkannya...!! tapi apa...? apa yang kau dapatkan kau selalu saja sakit hati dibuatnya... "timpalnya
" Aku.... " ucapanya terpotong oleh Leon
"Kenapa kau selalu saja memaafkannya...??" potong Leon
"mengapa kau tidak meninggalkannya saja, dan pergi tinggal bersama kakakmu ini...!! kau tau tidak kau adalah satu satunya wanita yang bisa membuatku seperti ini, melihatmu sedih membuatku tidak sanggup untuk tersenyum hatiku selalu resah akan itu" saut Leon menatap kearah bola mata Nayla, "Hatiku selalu saja ingin membuatmu tersenyum bahagia bersamaku, tapi apa kau merasa bahagia kalau kau kembali bersamanya" gumamnya dalam hati
"Aku tidak bisa meninggalkannya" jawab Nayla lirih, ia tercengang melihat Leon yang seperti itu
"Kenapa kau tidak bisa...." tanya Leon, "aku sungguh mencintaimu Nayla, aku pasti akan membuatmu selalu merasa bahagia saat bersamaku" timpalnya membuat Nayla sedih
"Karena aku Hamil...." jawabannya membuat Leon membatu
"Ha-hamil... " saut Leon dengan gagap
"Aku mengandung anaknya" ucap Nayla
"apa itu yang membuatmu tidak bisa meninggalkannya" tanya Leon dan Nayla menganggukan kepalanya, "tapi dia selalu saja membuatmu sakit hati" timpalnya
"Dulu dan sekarang itu sudah berbeda kak... kalau saja sekarang aku tidak mengandung mungkin aku bisa meninggalkannya, tapi aku sekarang mengandung anaknya aku tidak bisa meninggalkannya sesuka hatiku... " ucap Nayla
"Tapi... " saut Leon
"Maafkan aku tidak bisa menerima kasih sayangmu ini kak Lee, kalau saja kau datang lebih awal sebelum aku menikah dengannya mungkin aku bisa menerima semua ini" ucap Nayla melebarkan senyum membuat Leon tertegun
"Baiklah... aku mengerti kau boleh pergi menemuinya lagi, tapi aku ada suatu permintaan" saut Leon
"Apa itu...?? " tanya Nayla
"Kau harus ikut aku pergi menghadiri reunian keluargaku" jawabnya
.
.
.
.
.
.