My soulmate Forever

My soulmate Forever
Menggemaskan



Keesokan Harinya


Nayla izin kuliah selama 3 hari untuk melangsungkan Foto Prewedding mereka, Papa Faisal menyewa fotografer yang sangat profesianal untuk mereka berdua. Tak terasa waktu pun berganti sore mereka beristirahat di villa yang telah disewa untuk mereka.


"Gila aku capek banget dari pagi sampe sore Foto mulu nanti juga harus foto lagi" celutuk Nayla medudukan tubuhnya di sofa


"Bibirku rasanya sudah mau terlepas dari wajahku" timpalnya kepada Chelsia dan Fany mereka berdua juga ikut izin kuliah untuk menemani Nayla.


"Nih minum" saut Chelsia memberikan air mineral


"Trimakasih" ucap Nayla tersenyum lebar


"Sudah selesai mengeluhnya" ledek Rey mendudukan tubuh di samping Nayla


"Ini semua gara gara dirimu menyewa Fotografer seperti itu, aku sampai harus basah basahan di laut seperti tadi" gerutu Nayla mengkerucutkan bibirnya membuat mereka bertiga tertawa melihat wajah Nayla


"Kenapa kalian tertawa" tanya Nayla


"Karena kau memenggemaskan sekali" saut Fany mencubit halus pipi Nayla


"Huhh kalian menyebalkan sekali" celutuk Nayla mengkrucutkan bibirnya.


"Kan yang menyewa fotografer itu Papa bukan aku" saut Rey tertawa


"Sama saja kau juga menyetujuinya kan" celutuk Nayla


"Yasudah sekarang cepat siap siap 2 jam lagi matahari akan terbenam" saut Rey


"Aku malas sekali, kau foto sendiri saja sana" saut Nayla memejamkan matanya


"Dasar bodoh, mana bisa seperti itu" saut Rey


"Cepat bangun jangan malas malasan lagi" timpalnya


"Jangan menggangguku, aku mau tidur" celutuk Nayla


"Kalau begitu aku akan membantumu" saut Rey langsung mengendong tubuh Nayla.


"Hey lepaskan, aku tidak mau" teriak Nayla membuat Chelsia dan Fany menggeleng gelengkan kepala


Rey mengendong tubuh Nayla menuju kamar mandi dan langsung menceburkanya ke dalam bath up yang sudah disiapkanya tadi.


"Reyyyyy kau gila ya" teriak Nayla


"Kau mau aku mandikan" goda Rey


"Tidak cepat keluar aku bisa mandi sendiri" teriak Nayla membat Rey menahan senyumanya


"Tapi aku ingin memandikanmu" goda Rey tersenyum


"Kau gila ya cepat pergi keluar" teriak Nayla


"Oke aku keluar dasar bawel" celuruk Rey berlalu keluar kamar mandi


Di dalam kamar mandi Nayla tak henti hentinya mendumel tak karuan, Setelah mandi ia langsung keluar menuju ke penata riasnya ia melirik sinis ke arah Rey membuat Rey tekekeh melihat kelakuan imutnya itu. dan mereka lanjut lagi saat matahari hampir terbenam.


Setelah urusan mereka selesai, Nayla masuk kedalam kamarnya mengganti pakaiannya menggunakan piama ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya, tak butuh waktu lama baginya untuk tertidur pulas, sementara itu Fany dan Chelsia sudah pulang dari tadi karena mereka sudah di jemput oleh pak Anas yang tak lain adalah sopir mobil Fany.


Sekitar jam 20.45 Rey langsung masuk ke dalam kamar Nayla ia melihat wanita itu sedang tertidur pulas sekali sampai tidak menyadari kedatanganya.


"Wanita ini pasti sangat kelelahan, tapi dia sama sekali belum makan dari siang tadi" gumam Rey


Rey mendekat ke arah Nayla dan mendudukan tubuhnya di tepi kasur tepat di samping tubuh Nayla ia berusaha membagunkan Nayla dengan menggoyang goyangkan bahu Nayla. Sebenarnya Nayla sudah terbangun tapi ia masih marah kepada Rey dan memilih untuk berpura pura tertidur.


"Hey bangun " ucap Rey


"Nayla cepat bangun" timpalnya


"Kenapa wanita ini tidak bangun bangun, apa dia sengaja berpura pura tidur" gumam Rey menyipitkan kedua matanya


"Kau berani mempermainkanku, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu" gumam Rey tersenyum jahil


Karena merasa piamanya terbuka Nayla langsung mengerjapakan kedua matanya ia langsung teriak saat melihat kancing piamanya sudah terbuka semuanya.


"Dasar b*jingan apa yang kau lakukan" teriak Nayla


"Siapa suruh kau berpura pura tidur" saut Rey


"Bukan urusanmu" celutuk Nayla


"Cepat bangun kau belum makan" ajak Rey


"Tidak mau aku mau tidur" saut Nayla


"Kau belum makan dari siang tadi" seru Rey


"kau saja yang makan, aku mau tidur" saut Nayla


"Kau serius mau tidur" goda Rey


"Hmm pergi sana" saut Nayla


"kalau begitu aku akan menemanimu" goda Rey langsung menindih tubuh Nayla dari atas


"Apa yang kau lakukan, menjauhlah dariku" teriak Nayla mendorong tubuh Rey


"Makanya cepat makan" saut Rey


"Tidak mau, aku mau tidur" teriak Nayla


"Kalau kau tidak mau aku akan melakukan lebih dari ini" saut Rey tersenyum membuat Nayla merinding


"Astaga m*mpus sudah" gumam Nayla menghela nafas


"Oke oke aku akan makan cepat menjauh dariku" teriak Nayla


"aku akan menunggumu di depan pintu" saut Rey


"(menghela nafas) Terserah, kau benar benar menyebalkan" celutuk Nayla.


Nayla segera beranjak dari kasur ia tidak menyadari kalau kancing piamanya masih terbuka.


"Tunggu dulu" pinta Rey


"Ada apa lagi" saut Nayla


"Itu kancing piamamu masih kebuka" saut Rey menahan senyumnya


"Astaga kenapa aku bisa lupa" gumam Nayla melihat ke arah kancing piamanya


"Kau jangan melihat kesini" teriak Nayla membalik tubuhnya


"kenapa kau jadi malu seperti itu" saut Rey tersenyum


"Aku sudah melihatnya dari tadi" timpal Rey membuat Nayla semakin malu


"(bersemu merah) Kau diamlah, ini semua salahmu" saut Nayla


.


.


.


.


.


.