
***
2 jam kemudian keadaan Ghanis sudah membaik, Rey kemudian pamit kepada Ghanis karena ia ada urusan yang sangat serius saat ia teringat kalau ia sedang meninggalkan istrinya sendirian disana. Ghanis mengantar Rey hingga kedepan kafe itu, sebenarnya hampir tidak ada orang yang lewati disana, namun Bodyguard bodyguard nya berpencar membuat keadaan disana terlihat ramai
Saat berjalan pergi.... kedua langkah kakinya dihentikan oleh suara Ghanis yang memanggilnya
"Ada apa lagi.... " saut Rey mendekat kearah Ghanis
"Aku boleh meminta satuu lagi permintaan" ucapnya mengatupkan kedua tangannya, sebenarnya Rey sudah muak dengan permintaan perminta dari Ghanis yang kekanak kanakan sendari tadi
"Apa...?? "
"Bolehkah... aku minta _ _"
"Tidak.... " jawab Rey memotong perkataan Ghanis karena ia mengetahui kalau Ghanis ingin meminta hal yang melewati batasan antara mereka berdua, tanpa pikir panjang ia langsung berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan berlari lari kecil, namun tidak jauh dari tempatnya sekarang tiba tiba ada seorang wanita paruh baya dan seorang dokter yang mendatanginya, wanita itu ternyata adalah ibu dari Ghanis dan dokter pribadi Ghanis
singkatnya mereka berdua menjelaskan kepada Rey agar mau menuruti permintaan tersebut, namun Rey bersikeras menolaknya dan mengatakan kalau ia sudah memiliki istri dirumah, tapi mereka tidak mempedulikan perkataan Rey dan mengancam kalau mereka tidak akan melepaskan Rey untuk pergi
Mendengar itu Rey langsung terdiam, ia berpikir keras mencari celah, untuk menerobos banyaknya bodyguard bodyguard Ghanis itu
"kalau aku berlari sekarang, mungkin aku akan langsung tertangkap oleh mereka semua..... " gumamnya dalam hati
"Bodohnya aku sampai tidak menyadari semua ini, mereka dari awal sudah merencanakan semuanya"
"maafkan aku Nayla.... kalau aku tidak menuruti permintaan mereka mungkin semua ini akan menjadi sangat rumit"
Mereka juga mengancam Rey agar jangan berani mengatakan semuanya kepada Ghanis, kemudian ia menyeret langkah kakinya untuk menemui Ghanis yang masih berdiri di tempatnya tadi
Ghanis yang melihat kalau Rey kembali lagi langsung gembira dan ia tak segan langsung memeluk Rey dengan erat kemudian ia langsung menyatukan bibir mereka berdua tanpa perlawanan dari Rey
Tapi sialnya... saat itu Nayla menyaksikan kejadian itu, Rey ingin sekali menjelaskan semuanya kepada Nayla kalau ini tidak seperti yang dipikirkannya, tapi ia tidak bisa karena tidak ingin terjadi hal yang diluar dugaannya nantinya. ia memilih untuk diam dulu, namun Nayla berpikir yang tidak tidak dan langsung kabur begitu saja
.
.
.
.
.
.