My soulmate Forever

My soulmate Forever
Rumah Baru



Sudah hampir 1 minggu Rey dan Nayla tinggal di rumah Faisal dan Bianka. Rey disibukan mengurus kepindahn adik adiknya kerumah kakek William.


Hari ini Rey dan Nayla juga akan pindah ke rumah baru yang sudah dibeli oleh Rey beberapa hari yang lalu, mereka hanya membawa sedikit barang karena barang barang mereka yang lain sudah di pindahkan kemarin sore.


"Paa maa...., Rey dan Nayla pamit pergi dulu" pamit Rey


"Iya Nak..., maaf papa dan mama tidak bisa mengatar kalian kerumah kalian yang baru, tapi lain kali kami akan berkunjung kesana" saut Faisal


Setelah itu mereka berdua langsung berangkat menuju rumah mereka. Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tak lama kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di rumah mewah dengan desing bangunan modren. Nayla membuka kaca jendela mobil itu, kedua matanya menyapu habis bangunan rumah yang sangat indah itu.


"Apa ini rumah yang baru kau beli??" tanya Nayla


"Iya cepat turun" Rey terlebih dahulu turun kemudian di ikuti oleh Nayla, lalu seorang laki laki dan perempuan paruh baya bernama paman Baem dan Bi Mila yang tak lain adalah penjaga rumah itu menghampiri mereka berdua.


"Selamat pagi, Tuan muda, Nona muda" sapa mereka berdua dengan hangat, menyambut kedatangan Rey juga Nayla


"Selamat pagi juga Bibi, paman" saut Nayla. menyapa balik dengan melebarkan senyumannya.


"Oh ya...., Bibi paman tolong bawakan barang yang ada didalam mobil masuk ke dalam" pinta Rey


"Baik tuan" saut mereka berdua


Rey dan Nayla berlalu masuk kedalam rumah baru mereka, kemudian mereka menuju ke kamar mereka yang berada di lantai dua.


"Apa kau menyukai rumah ini" tanya Rey


"Tidak" ketus Nayla tertawa kecil


"Benarkah kau tidak menyukainya.....," saut Rey mendekat kearah Nayla


"A-aku hanya bercanda, ke-kenapa kau jadi serius seperti ini" celutuk Nayla memundurkan langkahnya


"Hey aku benar benar cuman bercanda" timpalnya saat langkahnya terhenti kerena menyentuh tepi kasur


"Ayo kita melakukannya lagi" pinta Rey merebahkan tubuh Nayla di kasur


"Hahh...?? melakukan apa" saut Nayla pura pura tidak tahu


"Melakukan itu" saut Rey memelas


"Tidak mau...., itu sangat menyakitkan" ketus Nayla memalingkan wajahnya karena tidak mau menatap wajah memelas suaminya


"Tidak kali ini aku akan melakukannya pelan pelan" saut Rey


"Tidak mau" ketus Nayla


"Kumohon sebentar saja" pinta Rey


"Tu-tunggu dulu jangan sekarang" saut Nayla


"Kenapa....??" tanya Rey


"Nanti malam saja, aku merasa lelah sekaramg" saut Nayla


"Benarkah apa kau berjanji" tanya Rey melebarkan senyumnya


"Hmm..., aku berjanji" saut Nayla


Tiba tiba saja suara dring phonsel Rey berbunyi langsung menghentikan obrolan diantara mereka berdua. ternyata ada telpon dari sekretarisnya bernama Ivan, ia berlalu menjawab panggilan itu keluar kamar, tak lama kemudia ia masuk kembali.


"Ada apa...??" tanya Nayla


"Aku harus kekantor, mungkin sore nanti baru pulang" saut Rey bersiap siap


"Memang untuk apa...??" tanya Nayla


"Ada urusan penting yang harus kukerjakan" saut Rey


"Kemarilah...., mulai dari sekarang kalau aku berangkat kekantor, kau yang harus memasangkan dasi kepadaku" timpalnya


"Aku...?? " celutuk Nayla


"Iya sayang, siapa lagi kalau bukan dirimu" jawab Rey


"Hmm baiklah" saut Nayla tertawa kecil


Nayla mulai memasangkan dasi di kerah baju suaminya itu, tak lama kemudian ia sudah selesai dan hasilnya terlihat rapi sekali karena dulu mama Bianka pernah mengajarinya cara memasang dasi. Saat Nayla melihat tubuh suaminya sudah mengenakan kemeja yang dilapisi oleh Jas membuatnya tak bergeming menatap kearah suaminya itu.


"Kenapa wajahnya selalu terlihat tampan seperti itu, dan baju apapun kalau dia yang memakainya terlihat sangat keren sekali" gumam Nayla dalam hati


"Kenapa kau menatapku seperti itu" goda Rey


"Si-siapa yang menatapmu" celutuk Nayla


"Barusan, kau sedang apa...?" saut Rey


"Emm aku_ _ _" saut Nayla malu


"Yasudah....., kalau begitu aku berangkat dulu" potong Rey seraya mengkecup bibir istrinya itu


"Aku akan mengantarmu kedepan rumah" saut Nayla dan Rey mengiyakannya


Setelah itu Rey langsung berangkat menggunakan mobil putih miliknya. Saat mobil Rey sudah tak terlihat di pandangannya ia berlalu masuk dan mulai berkeliling rumah yang begitu besar ini sendirian. Tapi saat bi mila melihat Nayla sedang berkeliling sendirian ia berlalu menghampiri dan menemaninya. Bi mila menjelaskan satu persatu tentang letak ruang bangunan rumah ini.


~2 jam kemudian


"Bibi..., Nayla pamit masuk kamar dulu" ucap Nayla


"Iya non" saut Bi lila


[Aku sangat merindukanmu] ~Rey


[Hey kenapa kau tidak membalas chatku] ~Rey


[Apasih kau ini lebay sekali..., aku habis berkeliling rumah bersama Bi mila] ~Nayla


[Benarkah] ~Rey


[Aku tidak percaya] ~Rey


"Lihatlah dia mulai menyebalkan seperti biasanya" gerutu Nayla


[Aku malas meladenimu] ~Nayla


[Hey aku cuma bercanda] ~Rey


[Kenapa kau jadi marah seperti ini] ~Rey


[Nayla aku hanya becanda saja] ~Rey


"Lihatlah dia ini, menyebalkan sekali" gerutu Nayla


[Kau benar benar tidak mau mambalas chatku] ~Rey


[Hmmm] ~Nayla


[kalau begitu aku akan pulang menemuimu] ~Rey


[ini kan masih siang, apa pekerjaanmu sudah selesai] ~Nayla


[Belum...., masih banyak yang harus kukerjakan] ~Rey


[Lalu untuk apa kau pulang] ~Nayla


[Untuk membujukmu agar tidak marah lagi kepadaku] ~Rey


[Lupakan saja, aku sudah tidak marah kepadamu] ~Nayla


[syukurlah, apa kau sudah makan..?] ~Rey


"aku masih belum lapar jadi malas makan, kalau aku memberitahunya pasti dia akan pulang lalu memaksaku makan" ucap Nayla


[Kau belum makan kah..?] ~Rey


[Sudah aku sudah makan] ~Nayla


[Kau cepat lanjut bekerja sana] ~Nayla


[Hmm baiklah] ~Rey


[Tunggu sebentar] ~Rey


[Apa lagi....?] ~Nayla


[Kau jangan lupa janjimu malam nanti] ~Rey


"Bisa bisanya dia masih mengingat tentang janji saat masih kerja seperti itu" gerutu Nayla


[Tidak ingat, cepat kerja sana] ~Nayla


[Nanti aku akan mengingatkanmu saat sudah dirumah.....,Bye sayangku] ~Rey


[Bye] ~Nayla


"Tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar


"Siapa...?" tanya Nayla


"ini Bibi Non" jawab bi mila


"Bibi..., masuk aja Bii pintunya nggak dikunci" saut Nayla


"Baik non" saut Bi lila meletakan nampan berisi sati gelas jus di atas meja


"Trimakasih Bii" ucap Nayla


Setelah itu bi lila berlalu pergi keluar, Nayla langsung meneguk separuh jus di dalam gelas itu.


"Masih jam 12 siang" ucap Nayla menatap kearah jam dinding


"Kalau begitu aku mau lihat balkon kamar ini dulu" timpalnya berlalu memasuki balkonya


"Woahh...!!, disini sejuk sekali" ucap Nayla senang


"Lain kali aku akan mengajak Chelsia, Fany dan Kayla kemari" imbuhnya


.


.


.


.


.


.