My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 9 [ Hari pertama sekolah ]



Hari pertama sekolah pun tiba. Aku sudah menggunakan seragam sekolahku dan sarapan. Seragamku itu sangat cantik dan bergaya. Aku suka menggunakannya. Aku dan menggunakan seragam yang sama, artinya kami satu sekolah.


"Itu mobil kita! ayo masuk, Jangan sampai kita terlambat di hari pertama sekolah!" kata Lion.


Kami pun masuk kedalam mobil hitam mewah milik keluarga kami dan mobilnya pun jalan. Hanya 15 menit kami di dalam mobil, dan kami pun sampai di sekolah kami.



Sekolah yang indah dan cantik. Banyak Murid Yang sudah Datang, Kami pun masuk ke dalam gerbang dan di halaman depan sekolah.


"Aku akan pergi ke kelasku! kita beda kelas, kamu kelas 10-2. Dan aku di kelas 10-3." Katanya.


Lalu ia meninggalkanku. Aku pergi sendiri ke Kelasku. dikerumuni banyak murid lainnya yang berisik dan Menyebalkan.


Sesampai ku dikelas, aku langsung memilih tempat dudukku. yaitu di jendela ujung paling belakang.


Aku duduk dan mengeluarkan buku pelajaran. Aku membaca buku pelajaran dan diam di kelas. Sesuai berjalannya waktu, Di kelasku sudah banyak murid yang datang. Hanya saja bangku di depan dan di sampingku masih kosong tak berpenghuni. Para murid di kelasku tampak seperti sedang menjauhiku. Mungkinkah mereka pernah mengenalku.


Beberapa menit kemudian, Di luar kelasku ada suara berisik dan riuh. Aku merasa terganggu saat aku sedang serius membaca. Lalu seorang pria masuk ke dalam kelas, ia tampak familiar di mataku. Pria menatapku dengan kaget dan menghampiriku dengan senang.


"Hei kau! Tak ku sangka kita satu kelas!" katanya.


"mh..... Siapa?" tanyaku.


"Tu kan! kamu lupa sama aku! kamu bilang namaku adalah nama seorang pemenang!" katanya.


"pemenang?" gumam ku.


Aku berpikir dan berusaha mengingat.. dan akhirnya aku ingat siapa dia. Win RoyalGold. Pria yang aku temui di rumah sakit


"Win RoyalGold kan?" kata ku.


"Bingo!" pekiknya.


Lalu ia duduk di bangku di sampingku yang kosong. para gadis di kelas melihat kami dengan tatapan iri. Sekarang aku tahu kenapa ada suara di riuh diluar kelas. Ternyata suara para gadis yang sedang mengerumuni Win. Win cukup populer di kalangan para gadis. Aku pun melanjutkan membaca buku pelajaran ku. Sedangkan Win menatapku sambil tersenyum, ia mengamati ku membaca buku.


Lalu beberapa menit kemudian, Ada seorang pria masuk ke kelas dan duduk di bangku depanku. Aku tak melihat wajahnya karena aku sedang serius membaca. Pria yang di depanku tiba-tiba berbalik dan berkata.


"Kau cuek sekali ya Luna!" katanya.


Aku kaget dengan suara familiar itu. Bagaimana ia bisa tahu namaku. Aku pun menatap wajahnya dan betapa kagetnya aku.


Ternyata itu Youknow. Ia menatapku dengan seulas senyum di bibirnya.


"Youknow! K..k... kamu juga..... sekolah..... di sini?" kataku dengan gagap.


"Kenapa kamu gagap begitu? Aku sekolah disini dan sekelas denganmu. kurasa ini adalah takdir!" katanya.


"A..aku..... hanya kaget melihatmu! tak ku sangka kita satu kelas!" kataku.


Win hanya menyimak kami.


Lalu ku tutup buku ku dan fokus ke Youknow. Melihat aksiku menutup buku dan fokus pada cowok di depanku, membuat Win terlihat Agak gelisah.


"Aku senang bisa satu kelas denganmu!" kataku.


"Aku..... juga senang!" katanya.


"Ehem! Aku ga suka ya, di cuekin dan nyimak aja!" Kata Win yang mulai kesal karena cuma nyimak.


"Eh, ini siapa?" tanya Youknow.


"Oh.... ini Win RoyalGold! Aku kenal dia lebih dulu sebelum bertemu kamu di rumah sakit. Dialah yang membantuku pakai lift saat aku lupa bagaimana cara pakainya!" kataku.


"Oh....." kata Youknow.


"Halo! Namaku Win RoyalGold! Aku teman pertamanya gadis ini di rumah sakit!" perkenalan dari Win.


"Aku Lee Jaehyun. Tapi biasanya aku di panggil Youknow!" balas Youknow.


"Wah! Youknow! kamu ga anti-sosial lagi?" tanyaku.


Soalnya aku kaget melihat perkenalan dirinya yang begitu lengkap, sebelumnya dia hanya bilang 'Youknow' Saja.


"Ya..... setelah bertemu denganmu.... aku kini mau berteman dan membuka diri pada orang lain. Tapi kamu tetap adalah teman terbaikku!" Katanya.


"Oh... begitu ya!" Kataku.


"Oke! sekarang mari kita berteman! Eh, Aku punya ide lain!" Kata Win.


"Apa itu?" tanyaku.


"Mari kita jadikan 3 Sahabat! mari kita bertiga bersahabat dan melewati waktu bersama-sama!" katanya.


"Itu ide yang bagus!" kataku.


Youknow hanya tersenyum melihat kami.


Jujur saja saat aku melihat antara Youknow dan Win, Kurasa lebih tampan Youknow dari pada Win, Hanya saja anak perempuan di sekolah takut dengan Youknow karena wajahnya lebih sering sangar seperti sedang marah, coba mereka melihat Youknow tersenyum, Aku yakin mereka akan menyukai Youknow dan terus mengejarnya.


Bel sekolah pun berbunyi. Semua murid di kelasku sibuk berlari duduk di bangku mereka masing-masing, sifat SMP mereka masih ada dalam diri mereka, sungguh ke kekanak-kanakan.


Lalu Seorang Guru Perempuan yang cantik masuk.


"Halo anak-anak! Saya adalah wali dari kelas 10-2. Nama saya adalah Park Yeonhee! Kalian bisa memanggil saya Bu Park! Selain Wali kelas, Saya juga adalah wakil kepala sekolah! kalian semua pasti tahu kan?" kata Bu Park.


"Baiklah, Mari kita lakukan perkenalan Masing-masing! Kita mulai dari Kanan depan dulu ya!" kata Bu Park.


Lalu murid paling depan ujung kanan berdiri.


"Perkenalkan nama saya Song Lina! Nama panggilan saya Lina! Semoga kita semua bisa berteman baik!"


Lalu berlanjut ke samping kirinya.


"Nama saya Kim Minji! nama panggilan saya minji! senang berkenalan dengan kalian semua!"


"Nama saya Park Jimmy! Panggilan saya Jimmy. Mari kita semua berteman Baik!"


Lalu lanjut dan lanjut ke samping kiri Lalu barisan kedua. Yaitu Youknow.


"Saya Lee Jaehyun!" Katanya singkat.


Tadi ia bilang ga akan anti-sosial, tapi barusan adalah perkenalan diri yang dingin dengan wajah sangar. Sudah kuduga ia tak akan berubah secepat itu.


Lalu lanjut dan lanjut ke samping kanannya dan ke Barisan ketiga ke samping kiri lagi. Sebentar Lagi giliranku. Sekarang giliran Win.


"Nama saya Win RoyalGold! Panggilan saya adalah Win! Kemenangan Selalu mendampingi saya! Jadi, karena di kelas ada saya, Maka kemenangan akan selalu ada untuk kelas ini!" Perkenalan dari Win.


Aku bahkan tak paham itu perkenalan atau pidato. Sekarang adalah giliranku untuk memperkenalkan diri.


"Salam kenal semuanya! Nama saya Park Luna! Panggilan saya biasanya Luna! Saya harap bisa berteman baik dengan kalian semua!" Kataku.


"Baiklah! karena sekarang semuanya sudah berkenalan diri! Ibu harap kalian semua bisa berteman baik dan tidak bermusuhan! baiklah, Karena kelas sudah berakhir, Silahkan keluar dan bertemanlah!" Kata Bu Yeonhee.


Bu Yeonhee pun keluar kelas dan para murid juga keluar kelas. Sekarang tinggal aku, Win dan Youknow di dalam kelas.


"Namamu ternyata Luna ya! Awalnya kan kamu amnesia! sekarang kamu sudah ingat?" Tanya Win.


"Ya.... yang memberiku nama Luna adalah Youknow. Dan kebetulan Luna sungguh adalah namaku! Sebenarnya... Aku masih amnesia!" Kataku.


"Oh.... maksudmu Lee Jaehyun?" Katanya.


"Iya! Aku yang memberinya nama!" Kata Youknow.


"Oh... begitu! Baiklah! setidaknya kini kamu punya nama!" Kata Win.


Aku tersenyum menatapnya.


"Ah.... Luna! Aku akan pergi keluar dulu ya! aku ada urusan!" kata Youknow tiba-tiba.


"Ya.... pergilah!" Kataku.


"Aku juga harus pergi ke kantin! Apa kamu mau ikut?" tanya Win.


"Aku tidak lapar! Terima kasih karena sudah menawarkan!" kataku.


Lalu Youknow dan Win pergi meninggalkanku. Kini aku sendiri di dalam kelas. Aku lanjut membaca buku pelajaran, Tapi... Semakin lama aku membacanya, aku jadi semakin bosan.


Jadi aku memutuskan untuk Keluar mencari udara segar. Aku berjalan melalui lorong lantai 2 dan turun dari tangga ke lantai 1. Dan keluar dari kelas menuju ke taman. Aku pun sampai di taman sekolah. Aku duduk di bangku taman yang di penuhi bunga mawar.


Aku mengeluarkan Ponsel yang diberikan Ayahku dan mendengarkan lagu menggunakan headset. Lagu Psycho, Red Velvet. Lagu itu selalu membuatku tenang dan tentram.


Aku menutup mataku dan Mendalami Lagu itu. Aku terbawa suasana dan rasanya aku mau tidur. Tapi beberapa menit kemudian ada dua suara perempuan menghampiriku dan menggangguku.


"Hei! Hari! Gadis Ja*ang! Bangun! Gadis Ja*ang! Hei!" Katanya dengan bahasa kasar.


Aku bisa mendengar suara mereka karena Volume suara lagunya rendah.


Aku membuka headset ku dan membuka mataku. Aku terkaget-kaget melihat Kedua orang tersebut. Dua orang berwajah sama.