My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 28 [ Sahabat baruku ]



Aku benar-benar panik Merasa takut, sedangkan Minji selalu terlihat tenang dan tidak panik. Malam pun tiba dan hari sudah semakin gelap.


Saat malam hari, hutan terlihat amat menakutkan dan mencengkram. Aku duduk di rumput dengan hati yang amat resah.


Minji menghampiriku dan duduk bersamaku.


"Ja.. Jangan Khawatir, A.. Aku... Yakin.. Mereka.. Akan... menemukan kita!" Katanya dengan terbata-bata.


Dari cara bicaranya, tampaknya ia sangat takut dan gelisah, hanya saja ia tidak terlalu menampakkan nya.


Itu juga pertama kalinya aku mendengar ia berbicara. Kami berdua pun menunggu seseorang datang dan menemukan kami, Hingga 1 jam berlalu dan kami masih tersesat, Aku dan Minji tertidur di dalam hutan yang gelap.


Lalu sesaat kemudian kami mendengar seseorang memanggil nama kami, Lalu terdengar lagi suara lainnya. Tampaknya teman-teman kami mencari kami berdua.


"Luna! Minji!"


"KAMI DI SINI! ADA DI SINI!" Teriakku.


Seseorang pun mendekat, dan ternyata itu adalah Youknow.


"Apa kalian baik-baik saja? Aku mengkhawatirkan mu Luna!" katanya.


"Iya! aku baik-baik saja!" kataku.


Lalu orang lain menyusul, Yaitu Mina, Lion, Win, Dan Hana.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Mina.


Aku mengangguk.


"Ayo kita keluar dari hutan ini bersama-sama!" Kata Win.


Kami pun keluar dari hutan dengan selamat, Padahal baru hari pertama berkemah, tapi aku dan Minji sudah membuat masalah saja.


Kami pun sampai di tenda kami, Para pria sudah meninggalkan kami. Aku dan Minji pun melanjutkan tugas kami, yaitu membuat rak sepatu. sedangkan Tenda sudah lama selesai di bangun, Akhirnya kami selesai membuat rak sepatu dan masuk ke dalam tenda yang hangat.


"Kalian sudah selesai?" tanya Mina.


"Iya!" kataku.


"Kenapa kalian bisa sampai tersesat?" tanya Lina.


"Itu... kami Lupa jalan pulang!" kataku.


"Bisa-bisanya kalian sampai lupa! untung saja kami tadi menemukan kalian!" kata Hana.


"Ya... Aku sangat berterima kasih dengan kalian karena sudah mencari kami! Tadi itu aku dan Minji sudah sangat ketakutan!" kataku.


"Iya! sama-sama! itulah gunanya teman kan! saling tolong menolong!" kata Mina.


Aku tersenyum lebar mendengar perkataan Mina.


"Malam ini kita akan melakukan apa ya? biar malam pertama berkemah ini menjadi lebih berkesan!" kata Lina.


"Ayo kita karaokean!" kata Mina.


Aku kaget melihat Mina, Ia yang awalnya pendiam tiba-tiba menjadi ceria, Itu sangat tidak terduga.


"Ayo!" kata Hana.


"Oke lah! Tapi Bagaimana caranya kita bisa karaoke?" tanya Lina.


"Tentu saja aku bawa Mic!" Kata Mina.


Mina membawa Mic dan Speaker untuk karaoke. Mina benar-benar mempersiapkan betul barang-barang untuk berkemah.


"Baiklah! Luna, apa kamu mau jadi teman duet ku?" tanya Mina.


"Ga ah! aku ga mau karaokean!" kataku.


"Yah.. Ga seru kalau begitu! Minji! apa kamu mau jadi teman duet ku?" tanya Mina.


Minji mengangguk. Aku, Dan Lina pun kaget sebagai teman sekelasnya yang tahu kalau ia jarang bicara.


"Kamu mau? Asyik!" kata Mina.


Mereka pun Mencari musik untuk berduet. Dan Mina bertanya Lagu apa yang ingin dinyanyikan oleh Minji.


"Can't control myself! Lagu Taeyeon" Kata Minji.


Itu juga adalah lagu kesukaanku. Dan ternyata Mina juga menyukainya.


"Wah! pilihan yang bagus!" kata Mina.


Mereka pun bernyanyi bersama-sama. Lalu Hana dan Lina juga bernyanyi, Mereka menyanyikan lagu '**' Lagunya Twice.


Lagu itu juga salah satu kesukaanku.


Kami bersenang senang malam itu dan bernyanyi seperti orang gila. Tenda kami adalah tenda yang paling berisik.


Kami bersenang-senang seperti tidak ada lagi hari esok.


Dan saat mereka sudah lelah bernyanyi, Mereka berhenti dan beristirahat, Tak terasa sudah pukul 22:45. Tapi kami merasa belum mengantuk dan belum ingin tidur.


"Apa salah satu dari kalian ada yang mengantuk?" tanya Mina.


"Aku belum!" kataku.


"Aku belum!" Kata Hana.


Minji hanya mengangguk.


"Karena kita belum mengantuk dan belum mau tidur, Mari kita bermain suatu permainan!" kata Mina.


"Permainan apa?" tanyaku.


"Aku bawa pendeteksi kebohongan! Mari kita bermain Kejujuran, Aku juga bawa pemukul mainan! Kita akan bermain permainan yang sama di Drama True beauty! siapa yang tau drama itu?" tanya Mina.


"Aku tau! Aku suka pemainnya, Lee Suho dan Han Seojun sangat tampan!" kataku.


"Kami semua tahu!" kata Lina.


"Baiklah! Mari kita putar botolnya! Arah berlawanan jarum jam ya... Baik! aku putar!" Kata Mina.


Mina pun memutar botol, Botolnya memutar dan berhenti tepat di arah Hana.


"Baiklah! Hana yang kena! Siapa yang mau ngasih pertanyaan?" Tanya Mina.


"Aku!" Jawabku.


"Apa kamu masih menyukai saudara kembarku?" tanyaku padanya.


Ia memasukkan tangannya dan lalu menjawab.


"Tidak!"


Ia tidak tersetrum alat pendeteksi. Itu artinya ia jujur.


Mina pun memutar lagi botolnya. Botol tersebut berhenti dan mengarah kepada Lina.


"Aku akan bertanya!" Kata Hana.


"Apakah kamu menyukai teman masa kecilmu yang sekarang satu kelas denganmu?" Tanya Hana.


Tampaknya Hana juga tahu kalau Lina adalah sahabat kecilnya Youknow.


Lina menaruh tangannya di alat pendeteksi dan berkata.


"Tidak!"


Lalu tangannya tersetrum begitu saja. Ia kaget dan dan berteriak.


Kami semua memukulnya dengan pemukul mainan, Karena yang tersetrum berarti ia bohong.


Itu artinya... Lina memiliki perasaan terhadap Youknow.


"Kmu bohong ya.. ternyata kamu suka sama dia!" kata Hana.


"Apaan sih!" kata Lina.


Kami pun melanjutkan permainan. Botol diputar dan sekarang berhenti mengarah pada Mina.


"Nah... Ini... Aku yang ngasih pertanyaan!" kataku.


"Apa! Ayo tanyakan!" kata Mina.


"Apakah... Kamu.... Berani menyatakan perasaanmu kepada orang yang kamu sukai?" tanyaku.


Ia menaruh tangannya dan menjawab.


"Tentu saja!"


Tangannya tersetrum dan ia langsung menarik tangannya.


Kami memukulnya dan lalu kami melanjutkan permainannya lagi.


Kini botolnya berhenti ke arahku setelah diputar oleh Lina.


"Aku mau beri pertanyaan!" kata Mina.


"Tidak! Aku juga mau beri pertanyaan!" kata Lina.


Mina pun mengalah.


"Apa.... Ada orang yang kamu sukai?" tanya Lina.


Karena takut tersetrum, Aku pun berkata jujur.


Aku menaruh tanganku ke alat itu dan menjawab jujur.


"Ada!" Kataku.


Tanganku tidak tersetrum, Dan hatiku rasanya Lega saat mengatakan ada orang yang ku sukai.


"Yang belum tinggal Minji kan?" Kata Mina.


"Berarti pemenangnya adalah Minji! ia tidak kena dan kita semua sudah kena!" Kata Hana.


Kami pun menyimpan alat pendeteksi tersebut dan bersiap-siap tidur. Sekarang ini aku sedang berbaring di kantung tidurku dengan membuat diriku merasa nyaman. Yang lain juga sedang berbaring dan kami semua akan tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...