
Hari ini Aku mengambil cuti kerja, Karena 2 Minggu lagi aku akan menikah dengan Youknow.
Rasanya sudah tidak sabar lagi. Kenapa harus 2 Minggu? Aku sudah tak sabar untuk menikahinya.
Hari ini aku, Youknow, Ibuku, Dan ibunya Youknow sedang di toko baju untuk mencari baju pengantin untuk kami.
Ibuku dan ibu mertuaku sibuk mencarikan gaun yang bagus buatku.
Aku hanya tinggal mencoba dan bertanya pendapat calon suamiku tentang baju tersebut.
gaun pertama
Youknow tak ingin aku menggunakan gaun yang di bagian kaki terlihat sempit. Padahal aku suka gaunnya.
Yang kedua
Masih sama, gaun itu tetap sempit di bagian kakinya.
Yang ketiga.
Yang ketiga adalah pilihan terakhir dan aku setuju menggunakan gaun ini. Youknow juga menyukai gaun itu.
Akhirnya pemilihan gaun selesai.
Kami pun pulang ke rumah masing-masing. Aku dengan ibuku, Sedangkan Youknow dengan ibunya.
"Padahal aku kan mau di antar sama Youknow!" keluh ku.
"Sebentar lagi kan kalian akan menikah! Kalian tidak boleh bersama sebelum pernikahan kalian!" kata ibu.
"Ah.... Menyebalkan sekali! Kalau tau gini! Lebih baik aku pacaran selamanya aja sama dia! gak usah nikah!" Kataku.
"Kau pasti bercanda kan!" kata Ibuku.
Aku tersenyum nakal kepada ibuku.
"Jika kau tidak menikah dengannya dan hanya pacaran saja, Kalian tidak akan bisa berkeluarga!" kata Ibu.
"Biarin! Aku ga peduli!" Kataku.
Ibu menatapku sambil tersenyum.
Kami pun sampai di rumah dengan selamat dan aku langsung menelpon Youknow di kamarku.
"Halo? Apa kau sudah tidur?" tanyaku.
"Sekarang baru aja jam 19:00 yank! Masa nanya udah tidur sih!" Kata Youknow.
Ia memanggilku ayang, Agak lain ya!
"Aku kangen..."
"Aku juga.."
"Kenapa kita harus nikah 2 Minggu lagi! aku udah gak sabar untuk satu rumah Sama kamu!" kataku.
"Gak sabar mau satu rumah atau gak sabar malam pertama?" kata Youknow.
"Hei! Dasar! Ya kali aku mikir kaya gitu!" kataku.
"Bisa aja kan! Aku mah gak sabar malam pertama!" katanya.
Ni anak sepertinya udah gila ya! Batinku.
"Dasar otak mesum kamu ini!" kataku.
"Hehe.."
"Aku beneran kangen Loh... kapan kita bisa ketemu lagi!" kataku.
"Kan kita baru aja ketemuan di toko baju yank!" Katanya.
"Ya kan kita gak sempat ngobrol!" Kataku.
"Sepertinya aku gak akan sanggup menunggu sampai hari H pernikahan kita!" Kata Youknow.
"Aku juga!" Kataku sambil merengek.
"Iya! Bye yank!"
"Bye!"
Aku pun mengakhiri panggilan dan berbaring pasrah.
Aku menghela nafas panjang dan mencoba membuat diriku tenang dan sabar menunggu hari H.
...****************...
Seminggu pun berlalu dengan kebosanan tak bertemu dengan Youknow.
Aku cuti kerja karena bersiap-siap untuk pernikahanku. Besok aku akan melakukan perawatan kulit menjelang pernikahan kami.
Pergi ke spa mewah, sauna, salon, dll.
Sebenarnya pergi ke semua tempat itu dalam satu hari sagatlah melelahkan bagiku, Tapi cukup nikmat karena aku menikmatinya.
Sejak dulu aku selalu menantikan hari pernikahanku. Siapa calon suamiku, Dan kegiatan suami-istri sehari-hari yang paling kunanti.
Rasanya sangat tidak sabar menunggu hari H pernikahan ku.
Sekarang ini aku sedang di spa dan di pijat. Rasanya sangat nikmat dan membuatku nyaman.
Setelah dari spa. Aku pergi ke salon untuk perawatan rambutku.
Pokoknya banyak sekali yang aku lakukan hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini hari adalah hari yang paling dinanti-nanti. Setelah semua yang aku lakukan beberapa Minggu ini, Akhirnya hari H pun tiba.
Sekarang aku sedang di ruang pengantin sendirian.
Ruanganku dan Ruangan Youknow di pisah. Entah kenapa harus di pisah, Tapi aku sangat merindukannya.
Aku menunggu selama setengah jam dengan kaki yang gelisah. Entah kenapa, Aku tiba-tiba merasa gugup dan sangat gelisah.
Lalu ayahku datang menjemput ku.
"Sudah waktunya!" Katanya.
Aku pun berdiri dan menghampiri ayahku. ayahku mengulurkan tangannya dan aku memegang tangannya.
Ayahku pun berjalan dan kami sampai di depan pintu yang amat besar. Pintu itu pun terbuka dan tampaklah altar pernikahan yang ada banyak sekali tamunya.
semua mata tertuju padaku dan kini aku semakin merasa gugup.
"Ayah.." Gumamku.
"Jangan gugup! Bentar lagi berakhir kok!" kata ayahku menenangkan ku.
Aku dan ayahku pun berjalan dan kini aku bisa melihat Youknow sedang menungguku, Hanya saja ia mengarah ke arah yang membelakangi ku.
"Woi! Youknow! Pengantinmu itu udah keluar!" Teriak Jimmy.
Youknow sontak kaget dan membalikkan tubuhnya dengan cepat.
Lalu ia tersenyum lega saat melihatku sudah ada di depannya.
"Kau terlihat amat cantik wanitaku!" katanya.
Aku tersenyum tersipu malu.
"Kau.. Terlihat amat tampan juga! Lumayan lah.." Kataku.
Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya. Aku memegangnya dan kami kini bersebelahan di atas altar pernikahan.
"Tuan Lee Jaehyun! Apakah anda bersedia menerima Park Luna sebagai istrimu, Baik suka maupun duka?"
"Aku bersedia!"
"Nona Park Luna! Apakah anda bersedia menerima tuan Lee Jaehyun sebagai suamimu, Baik suka maupun duka?"
"Aku bersedia!"
Kini kalian sepasang suami-istri yang sah! Silahkan mencium pasangan kalian!"
Youknow pun langsung memelukku dan kedua tangannya ada di pinggangku. Lalu ia mencium ku dan lalu pernikahan kami pun selesai. kini kami sudah menikah dan sah menjadi pasangan suami-istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...