
Saat-saat yang canggung ini, tiba-tiba kami dikagetkan oleh seorang pria dewasa tampan ber tuksedo hitam. pria dewasa yang sangat tampan.
Awalnya kupikir itu ayahnya Youknow. Tapi dari ekspresi wajahnya Youknow, tampaknya bukan. Pria itu menatapku, lalu ia menghampiriku.
"Luna?" katanya.
"Si..... siapa anda?" tanyaku.
Tanpa tanda-tanda pria itu memelukku dengan erat. Aku merasa aneh dengan pria asing ini.
"Putriku tersayang!" katanya lagi.
Aku kaget dengan kata-katanya itu. Mustahil ia ayahku, ia terlalu tampan untuk menjadi ayahku. Dan pada saat itu juga ada seorang pria dewasa lagi mengenakan tuksedo hitam datang ke ruangan kami. Lagi-lagi pria tampan.
Pria yang memelukku tadi melepas pelukannya dan menatap pria yang satu lagi.
"Kau!" gumamnya.
"Kau" gumam pria yang satu lagi.
Mereka saling menatap dengan wajah serius. suasananya di penuhi aura mengerikan, Youknow dan aku saling bertatapan, Youknow memberi kode bahwa pria yang baru datang itu adalah ayahnya.
Lalu tiba-tiba mereka berdua tertawa dan berpelukan. Situasi macam apa yang barusan terjadi? dari serius tiba-tiba menjadi canda tawa.
"Oh Sahabatku Lee! aku pikir kita tak akan bertemu lagi!" kata pria yang mengaku ayahku.
"Aku juga tak menyangka! kita akan bertemu disini!" kata ayahnya Youknow.
Aku dan Youknow Saling menatap dengan ekspresi bingung. Jujur saja 2 pria tampan itu..... tampak seperti anak kuliahan, bukan seperti bapak-bapak. Ayahnya Youknow adalah Sugar Daddy. Ia adalah pria yang amat tampan. sekarang aku tahu wajah tampan Youknow berasal dari mana.
"Sedang apa kau ke sini? kenapa kau bisa kesini? ada perlu apa? apa kau sakit?" tanya pria yang pertama datang.
"Aku kesini menjemput putraku" jawab ayahnya Youknow.
"Oh..... ini putramu? kebetulan sekali!putramu sekamar dengan putriku!" kata pria itu.
Tampaknya pria itu memang ayahku.
"Ini putrimu? wah..... ia cantik seperti bidadari!" Kata ayahnya Youknow.
Lalu kak Layla datang, ia datang dan tiba-tiba langsung marah.
"Ayah! seharusnya kamu menungguku! bisa-bisanya kamu meninggalkan ku!" kata kak Layla.
Ternyata memang benar ia ayahku.
"Oh Layla! sudah lama tidak bertemu! kau sudah besar ya sekarang!" kata ayah Youknow.
"eh? tuan Lee! kenapa anda bisa berada di sini? menjemput Jaehyun ya?" tanya kak Layla.
"iya!"
"Sebenarnya aku juga hampir tidak mengenali Jaehyun. dulu i masih sangat kecil dan imut, sekarang ia sudah tampan dan cool!" kata kak Layla.
Youknow diam-diam tersanjung.
"Mohon maaf jika saya mengganggu, tapi saya ada urusan dengan putriku, Luna! Bisa kau ikut ayah sebentar, Kalian berbincang saja di ruangan ini, saya dan putri saya ingin berbicara berdua di taman!" kata ayahku si Sugar Daddy.
Ayahku pergi keluar dan aku mengikutinya di belakang, sampai kami tiba di taman.
"Apa yang anda ingin bicarakan?" tanyaku.
"Bisakah...... kamu memanggilku ayah?" katanya.
"Baiklah! A...Yah?" kataku agak tertekan.
"Aku baru diberitahu oleh Layla bahwa ia menemukan dirimu, ia mengabarkan berita ditemukannya kamu saat aku berada di luar negeri, aku langsung bergegas ke Korea agar bisa langsung bertemu dan memelukmu, selain itu.... Apa benar kamu memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri?" Tanyanya.
"Iya! kata kakak aku adalah gadis pertama di keluarga yang mendapat kemampuan itu!" kataku.
"Itu benar! kau adalah yang pertama! Aku sebenarnya agak kaget dengan berita itu. aku kira..... Lion atau Leo lah yang mewarisi kemampuan tersebut, ternyata........ kamu yang mewarisinya, kamu adalah gadis yang unik, kini aku jadi semakin sayang kepadamu dan ingin memeluk mu terus!" kata ayahku.
"Emh...... peluk saja istrimu ayah! aku sudah terlalu besar untuk di peluk!" kataku.
"Tapi ibumu jauh lebih besar darimu! maksudku bukan gemuk ya!" katanya.
Sebenarnya agak lucu aku mendengar kata-katanya.
"Hum..... kalau begitu.... mari kita balik ke ruanganku tadi. aku tak ingin Youknow pergi tanpa berpamitan!" kataku.
"Padahal kita baru ngobrol sebentar! huh! aku agak sedih!" katanya.
"Jangan sedih! lagi pula aku akan pulang ke rumahmu besok! kita akan sering mengobrol saat di rumah! tapi temanku Youknow, belum tentu kami akan bisa mengobrol lagi!" kataku.
"Baiklah! ayo!"
Aku dan my sugar Daddy pun pergi ke ruanganku lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...