My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 15 [ Pangeran ku Youknow ]



Aku masih merasa bingung, Haruskah aku menerima tawaran berdansa dengan temanku itu, Atau harus berdansa dengan sahabatku Youknow.


Aku menatap Youknow yang sedang menatapku. Seperti yang aku tahu, kalau Youknow adalah orang yang gengsian.


Aku yakin ia tak akan mengajakku berdansa walaupun dia mau. Ya gak mungkin juga aku yang mengajaknya berdansa, Kan Ga lucu!.


Saat ku amati Youknow, ia terlihat sangat tampan dan berkarisma, Ia terlihat seperti pangeran yang membutuhkan seorang putri.


Aku menatap Win lagi, Ia masih menatapku dengan tatapan sok imutnya. Aku pun merasa pasrah dan menerimanya sebagai pasangan dansa ku.


Musik dansa pun berputar dan aku berdansa dengan Win. Aku berdansa Sambil menatap Youknow yang tampak sedih, Kami menari dan berputar, menari dan berputar, Lalu aku melepas tanganku dari Win.


Aku pergi menjauh dan keluar dari aula. Kini aku di teras luar. Win pun menghampiriku.


"Kenapa? apa kau tak nyaman?" tanya Win.


"Aku.... Aku tidak ingin berdansa denganmu! Aku ingin bersama Youknow. Karena aku berpikir tidak akan ada yang mau berdansa dengannya, Kasihan dia jika ia sendirian di malam pesta dansa, Maafkan aku!" kataku sambil menundukkan kepalaku.


"HM.. Begitu ya! aku... Ga apa kok kalau kamu mau berdansa dengan Youknow. Asalkan kamu nyaman!" kata Win.


Aku pun menatap Win sambil tersenyum.


Lalu kami berdua masuk kembali kedalam dan aku mau menghampiri Youknow. Tapi saat aku melihat Youknow, Betapa sedih dan kagetnya aku.


Youknow berdansa dengan orang lain, Yaitu Song Lina, Gadis tercantik di kelasku.


Aku sedih melihatnya berdansa dengan orang lain, Win menatapku yang sedang sedih, ia melihatku dengan tidak tega dan lalu ia menghampiriku.


"Dia berdansa dengan orang lain! Kalau begitu apa kau mau berdansa denganku lagi? lagi pula Youknow sudah ada pasangan!" Kata Win.


Entah kenapa aku merasa amat sedih dan Sakit, Aku seperti.... tidak senang kalau Youknow bersama orang lain, Aku merasa bahwa.... Dia adalah milikku dan hanya aku yang harus bersamanya.


Karena merasa sedih, aku pergi lagi dari ruangan dansa dan keluar ke jembatan indah berwarna putih. Rasanya seperti sedang di kerajaan saja. Aku berhenti dan menyenderkan tubuhku di pagar jembatan.


Aku menatap langit yang di penuhi bintang dengan mata berkaca-kaca.


Aku pun menutup mataku dan tiba-tiba aku mengingat masa lalu. Di saat aku memiliki seorang teman laki-laki bernama Yoon Taemin. Ia adalah sahabatku sejak TK. Aku memiliki perasaan terhadapnya sejak TK juga. Taemin selalu mendukung dan membelaku, Seiring berjalannya waktu, Aku mulai cukup berani untuk menyatakan perasaanku padanya, Akan tetapi ia malah menjauhiku dan kini kami berpisah, canggung, dan tidak saling mengenal lagi, kami berpisah saat SMP kelas 2 setelah ia memiliki pacar.


Aku berpikir bahwa aku tidak menyukai Youknow,


Mustahil aku menyukainya! aku kan berteman dengannya karena kasihan! kenapa aku merasa sedih saat ia berdansa dengan orang lain! seharusnya aku senang karena ia memiliki seseorang yang mau menjadi pasangannya! aku tidak menyukainya! sama sekali tidak suka! Batinku dengan pikiran yang kacau.


Saat ku buka mataku, betapa kagetnya aku saat melihat Youknow berada di depanku. Wajahnya tepat di depan wajahku. Aku menatap bibirnya yang berwarna pink alami dan indah. Lalu ia menjauh dan dariku dan menyender di pagar depanku. Ia kini makin terlihat seperti pangeran, Tiba-tiba ia menggunakan Jubah Merah dan mahkota di Kepalanya.



Entah ia dapatkan dari mana mahkota dan jubah tersebut.


"Kenapa kau sendirian disini?" Tanyanya.


"Aku.... Hanya ingin sendiri!" kataku.


"Tapi terkadang saat kau ingin sendiri, itu artinya kamu butuh seseorang di sisimu, Kamu sedang sedih ya? Apa Win meninggalkanmu sendiri di sini?" tanya Youknow.


"Ga lah! Aku yang meninggalkan nya! Aku sedikit ga nyaman berdansa dengannya!" kataku.


"Omong-omong... Apa seru berdansa dengan Lina?" tanyaku.


"Lina? Oh... Aku berdansa dengannya karena ia adalah temanku sejak kecil! dari kecil kami memang sudah akrab!" Kata Youknow.


Pacar saja tetap kalah dengan teman masa kecil, apa lagi sahabat baru! pasti tetap kalah dari sahabat lama! Batinku.


"Oh.. Sahabat lama ya! Jadi... kalian emang udah akrab dari dulu? aku sungguh tidak tahu, kamu kenapa tidak bilang padaku?" tanyaku.


"Karena menurutku itu tidak perlu! lagi pula aku hanya mengobrol dengan Lina kadang-kadang aja!" kata Youknow.


'Tidak perlu' Katanya, Aku emosi saat mendengar hal tersebut.


"Apa kau mau tahu, aku juga punya sahabat dulu! Sahabatku sejak TK." Kataku yang mencoba membuat Youknow panas.


"Oh, lalu dimana dia? aku mau kenalan dengannya!" kata Youknow yang sam sekali tidak panas.


Dasar cowok ya! emang ga peka. Dasar berhati dingin, kasar dan ga peka! Batinku.


"Huh! Dia... Tidak bersamaku lagi! Aku menyukainya sejak kami TK, dan saat aku SMP aku menyatakan perasaanku padanya, Dan ia.. mulai menjauhiku dan meninggalkanku, ia pindah dari sekolah Dan meninggalkanku." Kataku mulai jujur.


Youknow menatapku dengan sedih.


"Dia meninggalkanmu karena kamu suka padanya? huh, Hanya masalah sepele seperti itu? Benar-benar tidak gentleman!" kata Youknow.


"Kalau kamu bilang begitu, Emang dia ga gentleman sih! Emangnya kamu ga akan begitu kalau misalnya sahabatmu menyukaimu?" tanyaku.


"Aku? Aku sih.... Tergantung orangnya, kalau ia menyukaiku dengan cara yang biasa aja dan ga berlebihan, aku sih ga masalah!" Kata Youknow.


"Tapi kenapa Taemin membenciku padahal aku hanya menyukainya dan bahkan tidak berlebihan?" Gumam ku.


"Karena dia pria yang bodoh!" kata Youknow.


Aku menatapnya sambil tersenyum.


"Nah! Karena sekarang suasana hatimu sudah tidak sedih lagi, Maukah kamu berdansa denganku? Aku akan menjadi pangeran mu!" Kata Youknow.


Ia menjulurkan tangannya dan aku menerimanya sebagai pasangan dansa ku, Lalu kami kembali ke dalam dan berdansa bersama, Kami berdansa sampai aku lupa Waktu, Jam Gedung berbunyi dengan kuat menandakan sudah tengah malam, Mendengar suara itu awalnya membuatku takut karena cerita dari ibu, Tapi menurutku itu mustahil, kutukan itu sama sekali tidak nyata. Aku menghiraukan larangan ibuku dan melanjutkan berdansa.


Setelah jam berhenti berbunyi, Tiba-tiba seluruh tubuhku terasa gatal dan aku berhenti berdansa.


"Ada apa Luna?" Tanya Youknow.


Aku hanya diam dan menggaruk bagian yang gatal, Lalu tiba-tiba ada bulu yang muncul di tanganku, Aku pun berlari keluar dari ruangan dan hampir terjatuh, Sepatu kacaku yang sebelah terlepas, tapi aku tak punya waktu untuk mengambil sepatu tersebut, Aku pun berlari dengan kaki telanjang sebelah.


Sampai aku masuk ke dalam Limosin.


Aku tiba-tiba berubah jadi seekor kucing kecil dan mungil



Benar-benar suatu hal yang tak terduga bagiku.