
Sebenarnya aku bingung mau cerita apa sama Youknow.
"Aku mau tanya, Kutukan ini akan hilang saat kapan?" tanyanya.
"Anu... Aku.. Gak tahu!"
"Emangnya kamu bisa, Hidup dengan kutukan yang gak jelas seperti ini?" Tanyanya.
"Ya... Kalau udah terbiasa, Bisa aja!"
"Bagaimana jika ada yang tahu?"
"Terima aja!"
"Tumben Kamu Positif thinking, Biasanya kamu itu pemarah dan Negatif thinking." Kata Youknow.
"Ya... Di situasi ini aku harus bersabar!"
Youknow menatapku dengan iba, Lalu ia pergi ke dapur dan Memasak.
"Apa yang kau lakukan?"
"Kalau di dapur biasanya ngapain?"
"Masak!"
"Itu tau!"
Meski ia adalah orang yang aku suka, Tapi sikap menjengkelkannya itu selalu membuatku benci padanya.
Youknow memasak 2 bungkus ramen untuk di makan bersama. Setelah memasak kami pun duduk di kursi dan berhadapan.
"Dimakan ramen nya! Kamu pasti lapar!"
"Iya! Makasih!"
Kami pun makan dengan suasana canggung.
"Sekarang kamu masih berwujud setengah kucing, Setelah makan... Kamu bakalan ngapain?" tanyanya.
"Maksud dari pertanyaanmu itu apa? aku gak paham!"
"Setelah makan ini.... Tujuanmu kemana?"
"Tujuanku? Oh... Tujuanku! Aku.... Gak ada tujuan!" kataku.
"Hah!"
"Jadi... Bolehkah aku tidur di sini saja?"
Youknow menatapku dengan heran.
"Kamu beruntung hari ini pelayan di rumahku sedang tak ada! jika mereka ada maka mereka akan berpikiran negatif, Apa lagi dengan tampilanmu yang Cute itu! Siluman kucing biasanya adalah sosok yang bergairah dan agresif!"
Aku menatap Youknow dengan kesal.
"Oh baiklah! Kamu sendiri ya yang bilang! Aku memang gak punya sesuatu yang seksi seperti kamu!" kata Youknow.
Aku mulai semakin kesal, Ia sepertinya sedang ingin sekali memancing amarahku.
"Dasar kamu ini! **** you!" Kataku.
"Hah?"
"Sudahlah! aku pergi saja!"
Aku pun pergi dari rumah Youknow. Makanan yang ku makan tadi sudah habis dan aku kini sendirian di jalan raya kota. Aku menggunakan topi untuk menutupi telinga kucingku dan ekorku aku sembunyikan di dalam rokku.
Sekarang ini jalan raya sangat sepi, Ya.. sekarang sudah jam 00:10. Sebenarnya masih ada orang sih di jalanan, Tapi itu adalah orang mabuk dan orang yang pulang dari rumah makan di tepi jalan.
Aku berjalan dalam kegelapan malam. Mengamati sekitarku yang gelap dan dingin. Suasana malam yang mencengkram membuatku sedikit merinding.
Saat-saat sepi seperti inilah yang paling di takuti banyak wanita yang pulang malam, Takut ada seseorang dari kegelapan menyeret mereka, Atau di perk*sa dan di bunuh.
Sebenarnya membayangkan hal itu membuatku amat takut, Sekuat apapun diriku, Aku juga memiliki rasa takut dengan hal yang seperti itu.
Aku terus saja berjalan di kegelapan, Dan untungnya tak ada penjahat yang datang seperti yang kubayangkan tadi.
Meski terlihat amat tenang, Tanpa kusadari ada yang mengikutiku dan ia menyentuh pundak ku dari belakang.
Aku pun sontak kaget dan berbalik untuk melihat.
"Yu.... Youknow?"
Ternyata Youknow lah yang mengikutiku dari tadi.
"Kenapa kau mengikutiku?"
"Aku khawatir!"
"Huh! Setelah mengejek dan mengatakan aku itu mesum, Kau kini khawatir?"
"Huh! Kau ini... Harus ku apakan kau..."
Youknow meracau tak jelas sambil menatapku.
Aku mendengarkannya dengan seksama tapi masih tak paham apa yang ia katakan.
Lalu tak lama kemudian, Ia menyentuh pipiku dengan kedua tangannya.
Iye mengelus pipiku dengan lembut dan lalu mendekatkan wajahnya pada wajahku.
"Apa yang mau kau lakukan?"
"Ini mungkin adalah pernyataan yang aneh! Tapi... Aku akan menyatakan perasaanku padamu malam ini juga!"
Setelah mendengar kata-kata itu, Youknow langsung menawan bibirku dengan bibirnya, Malam yang gelap dan disinari sinar bulan itu pun menjadi malam yang indah dan di penuhi perasaan cinta yang mendalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...