
Aku keluar dari kantorku untuk mencari udara segar. Saat aku sampai di taman rumah sakit, Aku melihat ada Youknow sedang bersama Yuri.
Seperti kata Park Leah. Yuri sedang mengincar Youknow.
Dasar Beruk! Aku benar-benar membencinya!.
Aku pun menjauh dari tempat yang ada merekanya dan menutup mataku sambil mendengarkan di headset.
Beberapa menit kemudian, Yuri menghampiriku.
"Halo! Park Luna!" Katanya.
"Apa maumu!" Kataku dengan menatap dingin.
"Anu... Kau... sudah kenal Dirut, Sejak kapan?" Tanyanya.
"Apa pedulimu?" Kataku.
"Aku... Akan menjadikannya sebagai pacarku!" Katanya sambil membisik di telingaku.
"Dasar gadis murahan! Kamu gak tau ya! Dirut itu sudah memiliki pacar bodoh!" Kataku.
"Benarkah? Kau tahu dari mana?" Kata Yuri.
"Aku mengenalnya sejak kelas 10 SMA!" Kataku.
Yuri pun menutup mulutnya yang menunjukkan bahwa ia kaget.
"Lalu... Siapa pacarnya yang dulu?" tanya Yuri.
"Aku bodoh! Sampai sekarang!" kataku.
Ia pun semakin kaget dengan ucapanku.
"Kau pasti bohong kan?" katanya dengan nada slay.
"Apaan sih! Kamu tanya aja sendiri sama Dirut!" kataku.
"Oke!" katanya.
Yuri pun pergi meninggalkanku.
Aku menatapnya dengan tatapan jijik dan benci. Kenapa aku harus berurusan dengan beruk itu?.
Aku pun kembali ke kantorku lagi dan bersiap untuk pulang.
Aku menyimpan jas putih dokterku dan pergi meninggalkan kantor.
Aku pergi keluar dari rumah sakit. Saat sampai di jalan, Ada sebuah mobil yang menghampiriku. Mobil putih yang tanpa atap.
Lalu muncullah wajah tampan kawan lamaku. Yaitu Win.
"Hai!" Katanya.
"Hai Win! Today you're Winner!" Kataku.
Aku pun masuk ke dalam mobilnya dan kami pergi ke sebuah restoran di dekat Pantai.
"Semua tempat yang kita kunjungi ini adalah tempat kesukaanku!" kataku.
"Aku tahu! aku sengaja mencari tempat kesukaanmu!" kata Win.
Aku pun duduk di kursi VIP yang di pesan oleh Win.
Kami duduk berhadapan dan saling menatap. Meski saling menatap, Anehnya aku sama sekali tak merasakan apapun. Seperti baper, Salting, Dan lain-lain.
"Kamu mau makan apa?" tanya Win.
"Anu... Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu!" kataku.
"Apa itu?" tanyanya.
"Kurasa... Kita..."
Aku terhenti sejenak.
"Ada apa? Kita kenapa?"
"Kurasa.. Kita.... Tak bisa berkencan bersama lagi deh!" Kataku.
Win pun merasa kaget dan tertekan.
"Kenapa?"
"Semenjak Youknow pulang, Aku rasanya tak bisa jatuh cinta lagi pada orang lain selain dia!" kataku.
"Sejak dulu sampai sekarang, Cintaku hanya untuk dia! dan kurasa.... Dialah takdirku! Dialah jodohku! Aku minta maaf Win! Kurasa kita tak bisa lebih dari sahabat!" kataku.
Win pun menunduk yang mengartikan bahwa ia sedih.
Dan lalu air matanya menetes dengan perlahan.
"Maafkan aku Win!" kataku.
"Tidak apa! aku tahu! Tak ada tempat untukku di hatimu!" katanya.
Kini aku merasa amat bersalah terhadapnya.
Aku biasanya selalu menonton cinta segitiga, Saat si sad boy nya mau berhenti suka sama si cewe, Aku akan merasa sedih karena gak seru, Si tokoh utama jadi gak punya saingan, Dan gak ada rebutan lagi.
Tapi saat hal ini terjadi pada diriku sendiri. Aku merasa semua ini cepat berakhir, Dan berakhir dengan akhir yang bahagia. Istilahnya happy ending ya!
Aku tiba-tiba teringat dengan Cerita yang berjudul '2gether: the series'. Itu adalah cerita BL yang pertama kali aku tonton dan sejak itu aku tiba-tiba suka BL.(Ya.. maksudnya jadi Fujo).
Aku jadi terpikir. Cinta memang rumit, Bahkan ada yang suka sama sesama jenis. Ya... Karena cinta datang begitu saja, Dan bukan salah kita karena terlanjur mencintai.
Aku masih menatap Win yang sedang menangis di depanku. Aku ingin memeluknya tapi takut dikira memberi harapan.
Aku hanya bisa diam dan menemaninya di depannya.
...****************...
Aku sudah di apartemenku setelah makan malam yang menegangkan tadi.
Aku di antar pulang oleh Win setelah ia sudah merasa lebih baik.
Aku rebahan di kasurku dan memikirkan banyak hal.
Hari ini sudah banyak hal yang terjadi padaku, Untuk kedepannya lagi, Aku akan menjadi lebih baik lagi dan tak ingin menyakiti hati orang lain.
...****************...
Aku sekarang berada di Kamar Pasien. Aku merawat pasien yang baru saja di operasi. Seorang pria tampan yang masih muda.
"Kau ini kenapa bisa sampai sakit seperti ini?" Tanyaku.
"Maaf bu! Kenapa kau peduli!" katanya.
Dari wajahnya itu, Ia tampak seperti anak SMA.
"Kan dah tue!" Katanya.
"Dasar Ban*sat!" kataku.
"Wah... Kamu toxic!" katanya.
Aku pun menutup mulutku dan tersenyum sok imut.
"Adik kecil.... Lain kali Main sesuatu yang lebih aman ya! Biar gak di operasi lagi!" kataku.
"Peduli amat!" katanya.
"Emang kamu ngapain? kok bisa sampai begini?" tanyaku.
"Aku itu kan naik motor, Lalu kecelakaan, Ada mobil yang kacanya pecah, Dan kacanya itu menusuk tubuhku, Banyak sekali kaca yang masuk, Makanya aku di operasi!" katanya dengan nada sok imut.
"Oh... begitu!" kataku.
Aku pun mengganti perban yang ada di kepalanya ,Tampaknya ia juga mengalami pendarahan di kepala.
"Dokter Park! Ada pasien lagi!" kata Perawat.
Aku pun meninggalkan pasien mudaku dan pergi ke luar untuk menjemput pasien yang di bawa oleh ambulance.
"ada apa? apa penyakitnya?" tanyaku.
"Pendarahan parah di otak! Dan ia kehilangan banyak darah! kita harus menghentikan pendarahannya terlebih dahulu!" Kata Dokter Min. Temanku.
"Baiklah! Bawa ke ruang ICU!" kataku.
Kami pun membawanya ke ICU dan menghentikan pendarahan.
"Tampaknya ia mengalami kecelakaan dan mengalami pendarahan hebat!" kata Dokter Min.
"Bawa dia ke ruang operasi! Dia butuh operasi!" kataku setelah memeriksanya.
Kami pun keruang operasi dan melakukan operasi selama 4 jam lamanya.
Akhirnya kami selesai mengoperasi dan keluar dari ruangan itu.
"Akhirnya selesai juga!" kataku.
Pasien tadi pun di bawa ke RR (Recovery Room), Atau biasanya di sebut ruang pulih sadar.
Aku pun kembali ke kantorku dan beristirahat, Duduk tenang dan mencoba untuk bermeditasi.
Biasanya aku melakukan hal itu untuk memulihkan jiwa dan ragaku.
Beberapa menit kemudian, Ada yang mengetok pintu kantorku.
"Masuk!" kataku.
Dan muncullah wajah tampan orang yang aku cintai. Yaitu Youknow.
"Pak Lee, Sedang apa kau di sini?" tanyaku.
"Kau sedang apa?"
"Meditasi!" kataku.
Youknow pun duduk di sofa depanku.
"Bagaimana operasi tadi?" tanyanya.
"Sangat baik! aku kan hebat!" kataku.
"Siapa asistennya?" tanyanya.
"Dokter Min Jina!" kataku.
"Oh..."
"Kenapa kau kemari?" tanyaku.
"Nanti malam, Apa kau ada waktu?" Tanyanya.
"Untuk apa?"
"Aku mau melamar mu!" katanya.
aku pun tersedak tiba-tiba.
Youknow adalah orang yang terus terang dan terlalu jujur, Jadi gak terlalu asik jika mengobrol dengannya.
"Sial!" Umpatku.
"Apa... Kau mau bertemu malam ini?" tanyanya.
"Aku sibuk!" Kataku.
"Sibuk apa?"
"Aku kan ada kencan dengan Win!" kataku berbohong.
"Oh..."
Youknow menunduk sedih, Lagi-lagi aku melihat pemandangan aneh ini.
"Lain kali saja!" kataku.
"Baiklah kalau begitu!" kata Youknow.
Ia pun pergi meninggalkan ruanganku dengan tidak semangat.
Hah... Gak seru! Bisa-bisanya semua akan berakhir secepat ini! Biasanya perempuan sangat menunggu dilamar, Tapi aku menunda untuk di lamar.
Aku belum siap dan belum mau menikah.
Aku pun keluar dari kantorku dan merenungi semuanya.
Selama 25 tahun aku hidup di dunia!
Selama 25 tahun, Aku telah melalui banyak sekali kejadian,
Tersiksa Tinggal dengan ibu tiriku, Bertemu pertama kali dengan Youknow di rumah sakit, Di beri nama olehnya, Bertemu Win di Lift, Menemukan keluarga asliku, Punya saudara kembar, Punya sugar Daddy, Punya sugar Mommy, Masuk SMA, Bertemu kembali dengan 2 Youknow dan Win, Jatuh cinta, Patah hati, Jadi agen rahasia, Pacaran, Putus, Kehilangan jati diri, Gak semangat hidup, Disemangati orang terdekat, Semangat lagi, Lulus SMA, Kuliah, Wisuda, Jadi dokter dan cita-cita tercapai, Bertemu lagi dengan orang yang kucintai, Dan akhirnya dilamar.
Lalu kami akan menikah.
Aku memikirkan masa depanku juga, Aku ingin bahagia di masa yang akan mendatang, Aku tak ingin lagi menderita di dunia yang kejam ini.
Sebuah pelajaran di hidupku ini.
"Jangan pernah menyerah karena Cinta, Jangan mudah sakit karena cinta, Cinta bukanlah segalanya, Cinta hanya pelengkap hidup yang manusia butuhkan"
Cinta mungkin bukan segalanya, Tapi aku juga membutuhkan cinta untuk hidup. Aku banyak belajar tentang kehidupan selama 25 tahun terakhir. Aku mulai bosan dengan ini, Jadi aku berharap ini segera berakhir dengan bahagia dan aku segera menikah dengan orang yang ku cintai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...