
Tiba-tiba ada cahaya muncul di pandanganku dan aku tersadar.
Saat aku membuka mataku, Aku melihat ke sekeliling dan ternyata aku masih hidup.
Tiba-tiba aku menangis dan mengeluarkan semua kesedihan di dalam hidupku. Ini pertama kalinya aku bisa menangis padahal sebelumnya aku tak bisa menangis.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku mencoba untuk bunuh diri, Aku sudah sering mencobanya tapi gagal.
Saat sedang menangis, Aku mendengar suara seorang perempuan sedang tidur.
Karena penasaran, Aku membuka tirai pembatas antara aku dan pasien sebelah dan kaget, Itu memang seorang wanita yang sedang tertidur.
Entah tertidur atau sedang koma, Tapi nafasnya terdengar sangat mengganggu.
"Kenapa aku tak di masukkan ke kamar VIP saja!" Gumamku.
Aku yang awalnya menangis tiba-tiba menjadi tenang lagi, Kini aku merasa lebih baik setelah menangis.
"Jadi ini rasanya menangis! Leganya!" Gumamku lagi.
Sekarang sedang malam. Tapi aku tak bisa tidur. Mungkin karena aku masih baru bangun dari koma ku.
Gadis di sebelahku, Entah kenapa aku merasa nyaman meski suara nafasnya menyebalkan.
Lama-kelamaan aku pun tertidur.
Hari-hariku di rumah sakit pun dimulai dengan sebuah kisah yang baru.
Singkat cerita, Kini aku sudah 3 minggu di rumah sakit. Sedangkan gadis di sampingku masih belum terbangun. Tampaknya ia sudah lama koma.
Suster pun masuk dan menyuntikkan antibiotik ke gadis itu.
"Sudah berapa lama ia berada di rumah sakit ini?" tanyaku.
"Oh... Gadis ini, Ia Di temukan dan di bawa ke rumah sakit bersama denganmu di hari yang sama dan waktu yang sama!" kata suster itu.
"Wah! mustahil! bagaimana bisa?" Gumamku.
"Mungkin sudah takdir!" kata suster yang berusaha melawak.
Suster itu pun pergi meninggalkan kami berdua.
"Ah... Membosankan sekali!" Gumamku.
Tiba-tiba gadis itu terbangun dan mengejutkanku.Itu karena ia tiba-tiba berteriak dan menangis.
Aku penasaran tentang keadaannya tapi aku harus stay cool.
Tak lama kemudian, Dokter kami yaitu kak Layla masuk dan berbicara dengan gadis itu.
Aku hanya menguping sedikit pembicaraan mereka berdua.
Aku mendengar bahwa gadis itu mencoba untuk bunuh diri. Tapi gadis itu kehilangan ingatannya dan tak tahu kenapa ia mencoba untuk bunuh diri.
Aku hanya diam dan terus menyimak mereka dalam keheningan.
Tak lama kemudian Dokter itu pergi meninggalkan kami.
Saat suasana menjadi hening, Tiba-tiba gadis itu membuka tirai pembatas dan aku kaget dengan keadaan stay cool.
Gadis itu tampak kaget dan lalu meminta maaf padaku.
Lalu ia menutup tirai pembatas dan tidur.
Jujur saja gadis itu terlihat sangat cantik saat kaget. Wajahnya sangat imut dan tetap anggun saat membuat ekspresi kaget. Ku rasa aku agak tertarik pada gadis itu.
...****************...
Aku terbangun dari tidurku yang awalnya nyenyak. Saat sadar, Aku melihat keluar jendela dan hari masih gelap. Ternyata masih subuh, Sekitar jam 05:45 Pagi.
Karena tak bisa tertidur lagi, Aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan mencari udara segar.
Aku mendekat dan memperhatikan wajahnya yang sedang tidur.
Bahkan saat tidur ia tetap terlihat sangat cantik. Aku berlutut di lantai agar bisa melihat semakin dekat. Wajahnya memang cantik, Kurasa ia adalah gadis tercantik yang pernah aku temui.
Perasan aneh muncul di hatiku, Rasanya ada yang mengganjal di hatiku yang dingin. Itu memang aneh, Aku tak pernah merasakan perasaan ini. Aku ini adalah pria yang mustahil tertarik pada wanita. Dan entah kenapa aku malah tertarik pada wanita yang baru aku temui ini. Aku merasa ada ikatan takdir di antara kami yang membuat kami berdua cocok.
Biasanya jika aku bertemu dengan wanita cantik, Aku akan merasa jijik dan menjauh dari wanita, Itu karena aku punya trauma terhadap wanita cantik berambut panjang.
Saat aku kecil, Umurku 6 tahun. Aku pernah diculik oleh seorang perempuan yang amat cantik dan di bawa ke rumah terlantar.
Aku di culik karena kakak perempuanku meninggalkanku sendirian di sebuah gang gelap di jalan terpencil.
Awalnya kupikir hanya aku yang di culik oleh wanita itu, Tapi saat sampai di rumahnya, Ada seorang gadis kecil seumuran denganku sedang menangis di pojok rumah tersebut.
Aku dan gadis itu di sekap bersama dan si ikat dengan tali tambang dan mulut kami di rekatkan dengan Lakban.
Seingatku wanita itu menculik kami karena ia sudah gila dan mengira kami anaknya yang telah ia bunuh.
Di rumah itu, Ada tengkorak anak-anak yang terlantar tidak di kubur, Aku yakin itu adalah anaknya wanita itu yang tak sengaja ia bunuh.
Karena bau bangkai tengkorak yang busuk, Gadis di sampingku ini Pingsan dan tak sadarkan diri.
Awalnya aku panik, Tapi aku mencoba menenangkan diri.
Aku mencoba untuk melepaskan ikatan di tanganku dengan pecahan kaca yang berserakan di lantai, Dan akhirnya aku terbebas dari ikatan itu.
Setelah bebas, Aku membantu gadis itu dan menggendongnya keluar dari rumah itu. Saat aku sampai di depan rumah, Wanita itu sudah kembali sambil membawa pisau.
"Mau kemana anak-anak ku?" Gumamnya.
"Aku bukan anakmu!" teriakku.
Gadis kecil yang ku gendong terbangun dan melepaskan dirinya dari gendonganku. Ia menatap wanita itu dan mendekat ke wanita itu.
"Hei apa yang kau lakukan!" teriakku.
"Ibu... Apa itu kau?" Gumamnya.
Aku sangat tidak mengerti dengan gadis itu, Apakah mereka berdua sama-sama gila?.
"Anakku!"
"Kau bukan ibuku! Ibuku sudah meninggal! Kini aku hanya punya ayahku! Dan ayahku malah membawa ibu tiri dan 2 anak kembarnya! Apakah aku pantas hidup di dunia ini dengan keluarga baru?" Gumam gadis itu.
Jujur saja aku tak paham apa yang di katakan gadis itu, Tapi itu sangat terasa bermakna.
Wanita itu mulai marah dan mencoba menikam gadis itu. Tapi tangannya terhenti dan ia tiba-tiba menangis.
"Ini salahku! Karena ku anakku Mati!" Gumamnya.
"Maka kamu juga harus mati!" kata gadis itu.
Saat itu aku berpikir kalau aku sedang melihat 2 psikopat gila yang mencoba membunuh satu sama lain.
"Kau harus mati dan tersiksa di neraka! karenamu! Anakmu tak bisa merasakan masa depan! Seharusnya kamu membuat mereka bahagia, Bukan mati!" Kata Gadis kecil itu.
Wanita itu pun semakin terisak. Wanita itu pergi masuk ke dalam dan meninggalkan kami. Lalu ia keluar lagi sambil membawa tali tambang yang tebal.
Awalnya aku pikir ia mau mengikat kami lagi. Tapi ternyata ia menggantung dirinya sendiri di atas pohon depan rumah.
Gadis kecil itu berteriak dan menangis ketakutan. Itu adalah pertama kalinya aku melihat orang mencoba bunuh diri dan melihat kejadian itu membuatku trauma terhadap wanita.
Hah... Apa yang kulakukan? Kenapa aku malah jadi cerita masa lalu.
Tapi aku ingat betul gadis itu, Ia bilang padaku kalau aku tak perlu takut. Sebenarnya saat di gadis itu, Aku merasa sangat berani dan nyaman.
Ia memberi tahukan namanya padaku. Kalau tidak salah.... Namanya Min Hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...