My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 43 [ Perasaan yang tak tersampaikan ]



Youknow pun melepaskan pelukannya dan mendorongku pelan. Semua orang menatap kami dengan tatapan lain yang membuatku tidak nyaman.


Lalu Mina mengalihkan pandangan mereka dan kami pun merayakan kemenangan bersama.


...****************...


Kami pun mengadakan pesta dan merayakannya di restoran mewah. Sekarang sudah malam dan kami menyewa restoran mewah tersebut.


Jimmy yang paling bersemangat, Mengocok botol soda dan membuat soda tersebut mengeluarkan busa yang amat banyak. Bisa soda itu mengenaliku sedikit dan membuatku jadi basah.


"Apa yang kau lakukan?" Kata Youknow.


"Maaf Luna!" kata Jimmy.


Aku hanya tersenyum dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.


Lalu kembali ke pesta kami yang sangat meriah itu, Tapi aku sama sekali tak merasakan kesenangan yang di rasakan oleh teman-temanku itu.


Sejak tadi, Perasaanku selalu saja terasa tak enak dan aneh. Aku sama sekali gak mood untuk merayakan pesta kemenangan kami ini.


"Ada apa Luna?" tanya Minji.


"Hah? Itu... Aku... Hanya.."


"Sudahlah! Pasti karena pelukan dari Youknow tadi kan? kamu merasa tak nyaman di antara kami!" kata Jimmy.


"Hah? bukan.... Bukan itu!" kataku.


Aku sebenarnya memang tidak tahu alasan kenapa aku merasa tidak nyaman dan gak mood.


"Jika ada masalah cerita saja!" Kata Jimmy.


Aku menjawab perkataanya dengan anggukan.


Tapi semakin aku mengikuti pesta ini, Semakin aku merasa gak senang, Aku pun memutuskan untuk keluar dari tempat itu dan tiba-tiba saja aku berubah menjadi kucing kecil seperti dulu.


Aku pikir kutukan itu sudah hilang dan aku tak akan berubah lagi, Tapi ternyata aku salah.


Aku pun menunggu di depan restoran karena aku tak tahu jalan pulang.


...****************...


Sekarang sudah jam 00:00. Teman-temanku sudah pulang dan yang terakhir keluar adalah Youknow.


"Miao! Miao!"


Aku menghampiri Youknow dan mencoba mencari perhatiannya. Setahuku Youknow adalah orang pertama yang tahu kalau aku di kutuk menjadi kucing.


Youknow menatapku dan lalu ia menggendongku.


"Halo kucing kecil! apa kau tersesat?" Tanyanya.


"Miao!Miao!"


Youknow pun membawaku pulang ke rumahnya dan memberikanku minum susu.


Aku menatapnya dengan wajah mungilku.


"Omong-omong tentang Luna.. aku sejak tadi tidak melihatnya."


"Miao?"


"Mustahil kalau ia berubah menjadi kucing lagi kan?" kata Youknow.


"Oh iya... Kucing kecil! Aku akan memberitahukan rahasia terbesarku padamu. Entah kenapa aku sedang ingin memberitahukan rahasiaku pada seseorang, Tapi aku takut. Karena kamu seekor kucing, Aku yakin kamu gak akan bilang ke Luna tentang ini!" kata Youknow


"Miao?"


"Aku sebenarnya.... Menyukai Luna!" Kata Youknow.


Aku pun sontak kaget dengan pengakuannya padaku. Tapi dari ekspresinya itu... Ia tampak seperti tahu kalau aku adalah Luna, Apa ia sedang berpura-pura tak mengenaliku? Apa sebenarnya dari rencananya kali ini!.


Saat itu juga aku berubah menjadi manusia setengah kucing.



"Kamu berpura-pura tak tahu kalau ini aku ya?" kataku sambil tersipu.


"Lu...Luna?"


"Sejak kapan.... kamu menyukaiku?" tanyaku.


"A..anu... Itu... Aku... Cuma bercanda!" kata Youknow.


Aku pun menatapnya dengan kesal.


"Jangan mempermainkan perasaanku seperti itu! Sakit tahu!" kataku.


"Ya.. aku cuma bercanda Luna!" kata Youknow.


"Kamu tahu kan, Ini aku"


"Ya... aku tahu sih.. cuma aku ada rada ragu juga." kata Youknow.


"Aku gak tahu! Aku tiba-tiba berubah menjadi kucing begitu saja!" Kataku.


"Aku kan belum nanya!"


"Aku tahu kamu mau nanya kenapa aku bisa berubah jadi kucing lagi!" kataku.


"Tapi .. Kok warna rambut kamu jadi warna Coklat? Bukannya hitam ya?" tanya Youknow.


"Itu... Aku juga gak tahu!" kataku.


Saat ini juga, Suasana menjadi canggung dan kami hanya saling menatap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...