My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 73 [ Kematian temanku ]



Dor..


Suara pistol yang menembak ke arahku. Semua orang pasti akan berpikir akulah yang kena peluru tersebut.


Tapi saat aku membuka mataku. Di depanku ada Win yang sedang kesakitan memegang dadanya. Peluru tersebut mengenai pas di dadanya. Dan darahnya terus menerus keluar tanpa berhenti. Aku yang mulai merasa sangat marah mengambil pistol yang ada di sampingku dan menembak bos itu tanpa ragu. Dan tembakanku pas kena di jantungnya. Jadi bos itu langsung terjatuh dan mati.


Sedangkan Win sekarang berada di pangkuanku. Aku menangis tersedu-sedu memangkunya. Aku melupakan suamiku yang sedang terkapar dan pingsan dan Hyungseok telah melepaskan dirinya sendiri dari 2 orang tadi.


Hyungseok menghampiriku dan berlutut sambil menangis.


"Jangan mati Win! Aku masih membutuhkanmu!" Kataku.


"Sena juga membutuhkan kakaknya, Win!" Kata Hyungseok.


Kami berdua menangis menatap Win.


"Luna, Janganlah kamu menangis! Ingatlah kata-kataku ini! Aku senang, Meskipun aku tak bisa bersamamu sebagai pendamping hidupmu, tapi aku merasa senang sekali. Karena aku selalu berada di sisimu bahkan sampai saat aku mau mati! Aku pernah berjanji pada diriku sendiri. Aku akan berada di sampingmu sampai aku mati, Dan kini aku telah menepati janjiku. Dan Kini, Kau juga harus berjanji padaku, Bukan kau saja, Tapi semua orang. Berjanjilah untuk tetap bahagia meskipun aku tak ada. Berjanjilah untuk tidak sedih atau menangis karena diriku, Kini sudah waktunya untukku pergi dan membiarkan kalian semua bahagia, Aku hanya menghambat kebahagiaan kalian semua!"


"Tidak! Kau tidak begitu!" Kataku.


"Aku telah menjadi pembatas di antara kamu dan Youknow, Aku juga sudah memisahkan Sena dan Hyungseok. Aku tak pantas untuk hidup lagi. Aku tak punya tujuan hidup lagi. Kini tugasku sebagai pemeran pendukung telah selesai, Dan aku harap kalian bahagia selamanya!" Katanya.


"Tidak Win! Tidak!"


"Win, Jangan bercanda!"


Saat itu, Win pun menutup matanya untuk terakhir kalinya. Namanya berhenti dan tubuhnya semakin lama semakin dingin. Teman dekatku Win, Telah tiada.


Hari yang panjang dan melelahkan itu pun berakhir dengan kematian temanku. Kini Youknow sedang di ruang UGD dan di operasi, Sedangkan Win di taruh di ruang mayat. Besok kami akan mengadakan pemakamannya.


Kematian Win meninggalkan bekas luka yang mendalam bagi kami semua, Tapi seperti yang Win inginkan. Kami merelakannya meski tak ingin ia pergi. Dan kami akan menjalani kehidupan kami dengan bahagia seperti keinginan terakhirnya itu.


...****************...


Setelah operasi Youknow berjalan dengan baik, Aku menemani Hyungseok bertemu dengan Sena. Di depan kamar Sena, Ada Hyena yang sedang menangis karena kematian paman kesayangannya itu.


Hyungseok pun mendekati Hyena tanpa ragu dan menghiburnya.


"Ada apa nak?" Tanyanya.


"Ayah disini kok! Jangan Nangis lagi ya sayang!" Kata Hyungseok.


Mendengar perkataan ayahnya, Hyena pun menatap Hyungseok dengan bingung.


"Siapa kau?" tanyanya.


Sena pun berhenti menangis dan menatap Hyungseok dengan tajam.


"Aku ayahmu! Lee Hyungseok! Dan kau anakku! Lee Hyena. Namamu adalah gabungan dari namaku dan Ibumu. Hyungseok, Sena." Kata Hyungseok.


"Apa... Kau benar ayahku?" Tanya Sena.


Sambil menjauh dari Hyungseok. Ia terlihat seperti tidak suka dan benci.


"Ha.... Aku tahu akan begini! Kau pasti akan membenciku dan tak akan menyambut ku dengan pelukan hangat mu! Apakah sejak awal aku memang tak perlu menunjukkan diri?" Kata Hyungseok.


"Omong kosong! Kau pikir kenapa aku membencimu? Iya! Aku membencimu! Aku membencimu karena tak pernah kunjung datang kepadaku, Aku benci padamu karena tak mau menyayangiku, Memelukku, Dan mengantarku ke sekolah seperti ayah yang lain! Aku membencimu karena meninggalkanku. Tapi tetap saja. Aku menyayangimu karena kaulah satu-satunya ayahku!" Kata Hyena.


"Hyena....."


Hyena pun mendekat dan memeluk Hyungseok dengan antusias.


"Bagaimanapun juga! Intinya aku senang bertemu dengan ayah!" Kata Hyena.


Mereka pun menangis bersama dan akhirnya Hyena bertemu dengan ayahnya.


Setelah itu, Kami masuk ke ruangan Sena. Dan Hyungseok duduk di sampingnya.


"Sena... Kini aku telah kembali. Ini semua karena kakakmu, Aku sangat sedih, Seharusnya ia tetap berada di sisimu saat kau bangun nanti. Andaikan saja.... Andaikan saja yang tertembak itu aku.... Dan bukannya dia...."


Hyungseok pun mulai menangis dengan kencang. Hyena berdiri di belakangnya dan mengelus pelan punggungnya.


Aku hanya menatap keluarga yang di tinggalkan oleh Win ini. Kurasa inilah akhirnya. Akhir dari kisah kami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...