My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 58 [ Cinta itu aneh ]



Hari ini aku kembali bekerja seperti biasa. Aku sedang berada di kantor sambil termenung.


Pagi ini aku sangat galau karena suamiku pergi ke kantor tanpa pamit dulu denganku.


"Ah... Sial! Kenapa dia tak bangunkan aku dan pergi begitu saja!" Gumamku.


Youknow langsung pergi tanpa pamit denganku dan tidak membangunkan ku.


"Sial! Sial! Sialan! Kan kepikiran terus!" Teriakku.


Lalu tiba-tiba Seseorang menerobos masuk ke kantorku.


"Diamlah! Pagi-pagi udah ribut aja! Nyonya CEO!" Kata Kim Yuri.


Dia adalah teman curhatku yang baru.


"Nyonya CEO apanya!"


"Eh.. Bukan CEO ya? Aku lupa! Nyonya Dirut!" Katanya.


"Bodoh! Aku kan Wakil Direktur!" Kataku.


"Hehehe! Aku cuma mau mengembalikan keceriaan mu itu! Ceria lah! Pagi-pagi udah galau!" Katanya.


"Ah! Suamiku pergi tanpa pamit!" Kataku.


"Ya.. Kan kalian satu kantor sih! Lagian nanti ketemu juga!" Kata Yuri.


"Ah... Sial! Aku kan jadi kepikiran! Kenapa dia gak pamit dulu!" Kataku.


"Ya udah! Ke kantor dia aja sana! Tanyain kenapa dia gak pamit dulu!" Kata Yuri.


"Nanti nampak banget kalau aku terlalu berlebihan!" Kataku.


"Sumpah! Serba salah ya kamu!" Kata Yuri yang mulai kesal.


"Hah! Iya deh! Aku mau ke kantor Dirut dulu!" Kataku.


Aku pun keluar dari kantorku dan pergi ke kantor Dirut. Sebelum itu, Aku melihat sesosok pria yang tampak familiar sedang menunggu di sebuah kamar VIP. Aku mendekat dan betapa kagetnya aku kalau itu adalah Win RoyalGold, Sahabat lamaku.


"Win?" Sapaku.


Win yang awalnya menunduk langsung menatapku. Dan dari ekspresinya, Ia pasti sangat kaget.


"Lama tak bertemu! Apa kabar?" Tanyaku.


"O- Oh, Luna, Anu.. Kabarku baik!" Katanya terbata.


"Kamu sedang apa di sini?" Tanyaku.


"Em... Gak ada!" Katanya dengan wajah ragu.


Sepertinya ada yang mencurigakan. Aku melihat nama dari ruang VIP tersebut. Sena RoyalGold.


Nama keluarganya sama seperti Win.


"Apa dia saudarimu?" tanyaku.


"Ah.. Siapa?"


"Yang di dalam kamar ini!" Kataku.


"Oh.. Kau melihat namanya ya, Huh.... Iya! Dia adalah adik perempuanku! Namanya Sena. Ia sudah koma selama 10 tahun. Kurasa saat pertama kali aku masuk SMA. Ia Koma karena kecelakaan!" Katanya.


Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku karena kaget mendengar hal itu.


"Aku turut sedih ya!" Kataku.


"Ya.. Tak apa! Omong-omong, RS ini tempat kau bekerja ya?" tanyanya.


"Iya!"


"Ah.. Benar! Kau adalah pria yang membantuku naik Lift!" Kataku.


"Dulu aku sering ke rumah sakit ini karena menjenguk Sena. Dan saat pertama kali kita bertemu itu, Saat aku mau pulang. Kau terjebak dan aku merasa kasihan padamu! Tak kusangka seorang yang awalnya aku kasihani menjadi cinta pertamaku dan akhirnya malah jadi Sad boy!" Katanya.


Kini aku merasa agak tertekan mendengar perkataannya.


"Adikmu susah koma selama 10 tahun kan? Wah.. Jadi sekarang umurnya berapa tahun?" tanyaku.


"24 tahun! Ia beda setahun denganku!" katanya.


"Sekarang kan kita 25 tahun ya, Tak kusangka waktu berlalu begitu cepat, Dan adikmu masih belum tersadar juga!" Kataku.


"Jika adikku tak pernah kecelakaan dan tidak koma, Pasti kita berdua tak akan pernah bertemu dan aku tak akan se-menyedihkan sekarang!" katanya.


"Maafkan aku jika aku adalah orang yang membuat hidupmu sad, Tapi masih banyak perempuan lain yang bisa kau cintai selain aku kan? Kamu juga harus bahagia! Jangan tersiksa sendirian! Apa kau tahu, Hidup itu belajar... Belajar mencintai walau tersakiti, Belajar tersakiti walau mencintai! Jadi kamu juga harus belajar mencintai seseorang yang bisa membahagiakanmu! lagi pula aku juga sudah menikah kan? Mustahil aku akan bersama denganmu!" kataku.


Win menatapku dengan mata berkaca.


"Seperti katamu, Belajar mencintai walau tersakiti, Mencintaimu adalah pelajaran berharga bagiku, Dan aku tak pernah menyesalinya!" Katanya.


"Baiklah! semua terserah padamu! Aku harus pergi sekarang! Sampai jumpa lagi!" kataku.


Aku pun meninggalkan Win dan pergi menuju kantor Dirut.


Aku mengetuk pintunya dan membuka pintu dengan perlahan.


"Siapa Sih! Belum di izinin Masuk udah masih duluan!" Gumam Youknow yang sedang Yoga di dalam kantornya.


Ia tak melihatku Karena ia menghadap ke arah lain.


"Istrimu Tuan Dirut!" Kataku sambil menahan tawa.


Ia pun langsung bangun dan menatapku dengan wajah malunya.


"Sial! Kenapa kau kemari?" tanyanya.


"Anu.... Itu... Kenapa.. Tadi pagi kamu gak pamit dulu denganku sebelum berangkat ke kantor?" tanyaku.


"Ah.. Kau kan masih tidur, Kamu juga kelelahan kan, Jadi aku gak bangunkan, Niatnya sih mau kasih cuti lagi buat kamu. Tapi kamu udah datang ke kantor. Baru aja mau aku telepon!" Katanya.


"Oh.. Begitu ya! Oh, BTW! Tadi aku ketemu dengan Win!" kataku.


Raut muka Youknow langsung berubah dan menjadi serius.


"Dimana kamu ketemu sama dia?" tanyanya.


"Di depan Salah satu ruang VIP! Ternyata selama ini dia punya adik yang koma selama 10 tahun!" Kataku.


"Oh... Aku tahu itu!" Katanya.


"Kau tahu? Berarti hanya aku sahabat dia yang gak tahu!" kataku.


"Dia Mau kasih tahu, Tapi lupa!" Kata Youknow.


Bisa-bisanya Youknow menggunakan kata Lupa!. Apakah aku ini orang yang mudah untuk di lupakan?.


"Jangan di pikirkan terus! Lagi pula, Hal ini membuat Win merasa tak nyaman untuk menceritakannya. Sebenarnya... Win menyalahkan dirinya sendiri tentang kecelakaan adiknya itu!" kata Youknow.


"Kenapa?" Tanyaku.


Itu karena......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nungguin ya, Kelanjutannya ada di bab selanjutnya, Jangan Lupa di Like dan Ikutin Akunku ya...


Kalau penasaran tunggu bab selajutnya, entah berapa lama karena aku juga jarang update. Akan aku usahakan untuk update secepatnya ya...😁😁