My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 11 [ Keinginan balas dendam ]



Aku pun beristirahat di ruang UKS. Dan yang menjengukku sudah meninggalkanku. Kini tinggal aku dan 2 saudari kembar sialan itu. Mereka masih terbaring tak sadarkan diri.


Padahal cuma dibanting, kok langsung pingsan? lemah sekali ya mereka! Batinku.


Aku menatap mereka dengan tatapan penuh dendam, mengingat apa yang telah mereka perbuat padaku, membuatku ingin membalas mereka 1000 kali lipat. Aku ingin mereka tersiksa sebelum mati, itulah yang aku inginkan.


Lama-kelamaan Aku merasa bosan menatap mereka terus. Jadi aku membaca novel di internet. Beberapa menit kemudian, mereka berdua bangun bersamaan.


"Uh..... kepalaku! kenapa rasanya sakit sekali!" Gumam Hana.


"Kepalaku juga terasa sakit!" kata Hani.


"Kalian sudah bangun?" Kataku dengan gaya seorang psikopat.


Mereka kaget dan menatapku.


"Ga..Gadis Ja*ang! apa yang..." Kata Hana terputus-putus, dan aku pun memotongnya.


"Gadis ja*ang! Kau yang gadis ja*ang! Kalian mengambil harta ayahku dan mengambil alih rumahnya! kalian membuatku menjadi seorang pembantu! apa kalian tidak punya hati? Dasar keluarga sialan! Pulang ke rumah sana dan adukan saja pada ibumu yang Bre**sek itu! Kalian sungguh tidak tahu diri! akan ku balas kalian satu persatu!" kataku.


Awalnya mereka terdiam, Mungkin mereka tak Menyangka aku akan mengatakan hal itu, lalu si Hana terkekeh sendiri.


"Huh! Kau pikir kau siapa! Kamu itu ga punya apa-apa! ga punya keluarga! Ga punya temen! Kamu bukan siapa-siapa! kamu pikir bisa melawan kami! huh jangan mimpi ya!" kata Hana.


Mendengar hal itu sama sekali tidak membuatku takut. Aku tersenyum sinis dan membuat mereka berdua bingung.


"Kenapa kau tersenyum ga jelas begitu! Apa kau meremehkan kami!" Kata Hana Yang berdiri dan mencoba menamparku.


Tapi tindakan tersebut terhenti karena tiba-tiba Youknow datang dan menahan Tangannya.


"Apa yang kau lakukan? berani sekali kau mau memukulnya!" kata Youknow dengan wajah sangar.


Hana terdiam ketakutan melihat wajah Youknow. tentu saja takut, tidak ada yang berani dengan pangeran mafia.


"A...aku..... Di....dia.... Pantas dapat tamparan dariku!" kata Hana.


Youknow pun mendorong Tangan Hana hingga ia terjatuh.


"Jangan ganggu temanku! Ia sama sekali tak pantas mendapatkan pukulan darimu! Kau pikir kau siapa! hanya 2 saudari kembar dari keluarga sederhana!" kata Youknow.


Mereka tampak kena mental dengan kata-kata Youknow.


Aku menatap Youknow dengan kaget, Ia membelaku layaknya seorang teman. Untuk pertama kalinya bagiku ada seseorang yang Menolongku dan mau berteman denganku.


"Huh, kenapa kamu mau berteman dengan yatim piatu sepertinya! kamu kan pangeran mafia! seharusnya kamu kejam dengan seorang yatim piatu sepertinya!" kata Hani yang mulai kesal.


"Yatim piatu? berani sekali kau..."


"Youknow. biarkan! mereka tak tahu apa-apa!" kataku memotong.


"Luna..."


"Sudahlah! saudari tiri ku ini memang agak Bre**sek. Biarkan saja!" kataku.


"Saudari tiri mu? apa ingatanmu sudah kembali?" Tanya Youknow.


"Iya! Berkat saudari sialan ku ini!" kataku.


"Apa!" kata Hana.


"Hari? Huh, Kalau tidak tahu apa-apa diam saja! dan yang bodoh itu kau! bukan aku!" kata Youknow.


"Huh, apa yang tidak kami ketahui? Kami tahu semua tentang Hari! Ia adalah yatim piatu dan hanya anak angkat dari ayah tiri kami! Ia tak pantas di sayang atau di anggap keluarga! itulah kenapa kami menjadikannya sebagai pembantu!" kata Hana.


"Dia bukan yatim piatu To*ol! Dia sudah bertemu keluarga aslinya! dan kalian tidak akan percaya siapa keluarga aslinya!" kata Youknow.


Aku hanya diam dan mendengar mereka berdebat.


"Huh, pasti dari keluarga miskin kan!" kata Hani ngelunjak.


"Kau ini sungguh menyebalkan ya!" kata Youknow dengan kesal.


"Apa? kenapa? aku kan tidak salah!" kata Hani.


Lalu Tiba-tiba Lion datang.


"Ada apa ini? kenapa kalian malah Berantem di sini?" Tanya Lion.


"Eh... Lion!" Kata Hana tiba-tiba menghaluskan suaranya.


"Lion! apa kau datang kesini untuk ku? apa kamu menghawatirkan ku?" tanya Hani.


Melihat reaksi mereka yang tiba-tiba berubah membuatku menyimpulkan, pasti mereka menyukai Lion.


"Hei Hani! Lion itu menyukaiku! bukan kau!"


"Tidak! Ia menyukaiku bukan Kau"


Mereka pun mulai berantem berdua, memperebutkan Lion.


"Lion, Apa kau mengenal saudari kembar Min ini?" Tanyaku.


"Hei Hari! Jangan sok akrab kau dengan Lion!" kata Hana.


"Ya! kau pikir kau siapa!" Kata Hani.


"Apa yang kalian lakukan! kenapa kalian berbicara begitu pada Luna?" tanya Lion.


"Lion, apa kau mengenal gadis sialan ini?" tanya Hani.


"Dia saudari kembarku! Kami bersaudara! berani sekali kalian menghinanya di depan ku!" kata Lion.


Hana dan Hani tercengang. Sedangkan aku tertawa kecil melihat mereka begitu.


"Sa...saudari kembarmu?" Ulang Hana.


"Iya! Dan aku ingatkan pada kalian! dari dulu aku membenci kalian! Kalian selalu membuatku risih! dan sekarang, kalian sudah melewati batas dengan menghina saudariku!" Kata Lion.


Mereka terdiam, membatu, dan hampir mau menangis.


Aku menatap mereka dengan hati senang dan gembira, entahlah.... Tapi aku merasa terlalu jahat, tapi itu menyenangkan.


"Huh.... Kurasa kini waktunya untukku turun tangan!" kataku.


Mereka semua menatapku. Aku berdiri dan tersenyum sinis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...