
Aku pun pergi ke Aula perkemahan dan mendengar suara gitar. Sangat bagus dan terdengar amat merdu. aku mengintip dan yang bermain ternyata adalah Minji.
Ia bermain dengan serius dan ia sangat mengikuti alur nadanya. Aku juga ter ikut suasana dan menghampiri Minji.
Minji kaget melihatku dan berhenti.
"Kenapa kamu berhenti? Tadi itu sangat indah!" Kataku.
"A..aku... Aku malu!" kata Minji.
"Jangan malu! Apa kamu demam panggung?" tanyaku.
"Ti.. tidak! Aku tidak demam panggung, kenapa bertanya?" Tanya Minji.
"Apa kamu mau ikut bandku? Aku butuh anggota tapi tidak tahu siapa! dan kamu sangat cocok untuk jadi gitaris!" kataku.
"Apa.. Gi.. gitaris." Ulangnya.
"Iya!"
"Aku... aku tidak ya.."
"Kumohon... Bantu aku!" potongku.
Minji melihatku dan merasa kasihan, Ia pun pasrah dan setuju.
"Baiklah!" Jawabnya.
"Tapi... Rambutmu itu... Apa kamu... tertarik untuk potong rambut?" tanyaku.
"Rambutku panjang dan kadang membuatku risih, Aku pengen potong rambut!" kata Minji.
"Biar aku bantu!" kataku.
Minji terlihat kaget saat mendengar aku yang akan memotong rambutnya. Tapi ia setuju juga, kalau aku yang potong rambutnya.
Aku pun memotong rambutnya di kamar mandi. Butuh setengah jam memotong rambut Minji yang panjang, Dan setelah beberapa menit berlalu, Akhirnya potong rambutnya Minji pun selesai, Kini ia memiliki rambut pendek dan membuatnya terlihat cantik dan imut.
Aku jadi seperti tidak mengenalnya. ia terlihat seperti orang lain dan sangat cantik.
"Terima kasih Luna! Kamu membuatku terlihat sangat cantik dan berbeda!" katanya.
"Ya... Karena kamu sudah siap! Mari kita bersiap-siap untuk tampil!" kataku.
"Tunggu dulu! Masa hanya kita berdua?" katanya.
"Gak kok! ada satu orang lagi!" kataku.
Satu orang lagi itu adalah Mina. Ia pandai dalam Piano. Jadi ia akan bermain keyboard dalam band kami. jadi kami akan menjadi band trio Girl.
Aku akan menjadi Gitaris sama dengan Minji. Aku dan Minji pun pergi menghampiri Mina bersama-sama. Mina sedang berada di dalam tenda.
"Woi! Park Mina! apa kamu ada di dalam? Woi!" Teriakku saat masuk tenda.
"APA! DASAR! KAMU MENGAGETKANKU SAJA!" Hardik Mina.
"Maaf!" kataku sambil tersenyum.
"Ada apa?" tanyanya.
"Apa kamu mau ikut bernyanyi di Penggung bersama kami?" tanyaku.
"Wah! kedengarannya seru! tentu saj aku mau ikut!" kata Mina.
Aku pun merasa senang dan kami bertiga pergi ke ruang ganti untuk bersiap-siap untuk tampil.
Kami Beberapa menit kemudian, nama kami di panggil dan kami pun naik ke atas panggung.
Minji terlihat sangat semangat dan seperti bukan dirinya. Ialah yang paling ceria dan aktif dari pada kami.
"Hello semua! Kami akan menyanyikan sebuah lagu yang kami bertiga sukai! Yaitu 'Better' Lagu Mamamoo feat. Big naughty." Kataku.
Kami pun mulai saat aku menghitung sampai hitungan ketiga.
"Satu, dua, tiga!"
Alat musik dimainkan dan aku mulai bernyanyi. Bagian Rap akan dinyanyikan oleh Minji, ialah yang memilih bernyanyi rap, sedangkan lagu bagian big naughty akan dinyanyikan penyanyi laki-laki yang akan bergabung dengan kami.
Sampai saat bagian Mina bernyanyi, sebentar lagi Bagian pria akan bernyanyi. Datanglah anggota spesial kami yaitu Lion, Ia adalah penyanyi rap terhebat setelah Suga.
Kami bernyanyi dengan penuh semangat dan par penonton juga ikut bernyanyi. Aku tersenyum melihat mereka.
Aku mulai bertingkah dan bergaya dengan percaya diri.
Diikuti oleh Minji yang sangat bersemangat.
Dan saat aku melihat Mina, ia juga bersenang-senang.
Kami bertiga bersenang-senang dengan para penonton dan saat dan kami juga mengakhirinya dengan sangat baik.
"Tadi itu sungguh Luar biasa!" kata Mina dengan semangat.
"Itu benar! untuk pertama kali dalam hidupku! Aku merasa bahagia dan bersemangat!" kata Minji.
"Ya.. Aku senang jika kita semua bersenang-senang!" Kataku.
Kami bertiga pun berpelukan.
Lalu kami melepas pelukan kami.
"Minji! Mulai sekarang... Mari kita bersahabat! Mari kita bertiga menjadi sahabat baik!" kataku.
"Ayo! Aku juga tidak keberatan!" Kata Mina.
"Terima kasih karena mau berteman denganku! Kalian adalah teman pertamaku selama hidupku!" kata Minji.
Kami pun tersenyum dan saling bertatapan.
Tak lama kemudian Lion, Youknow, dan Jimmy datang menghampiri kami.
"Wah... Penampilan kalian sangat luar biasa!" Kata Jimmy.
"Terima kasih!" kataku.
"Aku juga keren kan?" tanya Lion.
"Ya.. Kau sangat keren! Tanpamu panggung tidak akan ramai!" kataku.
Aku melihat Jimmy yang sedang menatap Minji, Aku pun mendekatinya.
"Hei! Apa kamu menyukai Minji?" Bisik ku.
"Untuk pertama kalinya.... Aku melihat Minji tersenyum!" Kata Jimmy.
Aku pun melihat Minji, Ia memang sedang tersenyum sambil memegang gitarnya.
Minji tersenyum dengan lebar dan membuat dirinya terlihat imut dan cantik.
"Rasanya seperti sedang melihat bidadari tersenyum!" Kata Jimmy.
Aku belum mengenalkan Jimmy kan, Biar aku Kenalkan dulu, Jimmy adalah teman satu kelasku yang Tampan sekaligus imut. Para gadis menyukai Jimmy karena ia sangat tampan dan orang yang modis.
Ia adalah sosok yang ceria dan Suka jahil, Ia juga orang yang perhatian dan romantis. Jimmy sudah menjadi sahabat ke empatnya Youknow. Setelah aku, Lion dan Win.
"Kamu suka ya sama Minji, Sejak kapan?" tanyaku.
Jimmy menatapku.
"Sejak pertama kali aku melihatnya. Aku suka karakternya yang misterius! membuatku selalu penasaran tentang dirinya!" Jawab Jimmy yang mulai jujur padaku.
Tiba-tiba aku merasa dingin dan merinding, Kurasa Jimmy juga merasakannya.
Saat mataku tertuju pada Youknow. Ternyata ia melihat aku dan Jimmy dengan tatapan sangar dan dinginnya.
"Youknow sungguh menyeramkan jika ada seseorang yang membuatnya marah." Bisik Jimmy padaku.
"Hah? Dia marah pada kita?" tanyaku.
"Gak! Dia marah padaku karena dekat denganmu!" Katanya.
"Mana mungkin! Kenapa ia harus marah?" Tanyaku.
"Mungkin ia menyukaimu?" Kata Jimmy.
"Omong kosong macam apa itu! Hah!" Kataku.
Lalu aku pergi meninggalkan Jimmy, Kami semua pun pergi keluar dari ruang ganti dan pergi ke kursi penonton.
Kami menonton pertunjukan murid-murid yang lain. Lalu Jimmy, Yang menjadi Host acara bakat datang dan Berkata.
"Kita akan menyambut seseorang yang memiliki suara emas! Ia adalah seorang penyanyi yang berbakat dan akan membuat kalian nagih dengan suaranya! Dia adalah.... Win RoyalGold. Pria tampan yang pandai bernyanyi!" Kata Jimmy.
Aku pun langsung menatap Win.
"Aku tidak mau!" Kata Win.
Aku pun menghampirinya dan mencoba untuk membujuknya.
"Ayolah... Aku ingin mendengar kamu bernyanyi! Aku tidak tahu kamu bisa bernyanyi!" kataku.
"Tidak!"
"Kumohon..." Kataku.
Win menatapku dan hatinya pun luluh.
"Baiklah! Tapi ada satu syarat!" Kata Win.
"Apa itu?"
"Kamu harus kabulkan 3 permintaanku!" Katanya.
"O...oke!" kataku.
Win pun mau bernyanyi dan ia naik ke atas panggung. seperti apakah ia saat bernyanyi ya? aku sungguh penasaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...