My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 7 [ Kepergian temanku ]



Aku dan ayahku sampai di ruanganku, Youknow, kak Layla dan ayahnya Youknow masih ada di dalam ruangan, dua orang itu sedang membantu mengemas barang-barangnya Youknow.


"Oh, Kalian sedang berkemas? aku pikir kamu dan ayahmu sudah pergi!" kataku.


"Aku tak akan pergi tanpa berpamitan denganmu! lagi pula...... sekarang baru jam 07:20. Belum jam 07:30." katanya Youknow.


"Sungguh! kau benar-benar harus pulang tepat waktu ya?" tanyaku.


"Moto keluargaku adalah harus tepat waktu, karena waktu adalah hal yang paling berharga!" jawab Youknow.


"putraku sungguh hebat! aku bangga padamu!" kata ayahnya.


"Baiklah! Kita sudah siap berkemas! Sekarang ayo kita pergi!" kata ayahnya Youknow.


"Aku ingin berpamitan dengan temanku dulu!" kata Youknow.


Lalu ia menghampiriku dan memelukku.


"Aku akan merindukanmu! setiap aku melihat bulan, yang akan kupikirkan hanya dirimu!" bisik nya.


"Aku juga akan merindukanmu! Setiap aku ingin tahu, aku akan mengingatmu!" balasku.


Youknow pun melepaskan pelukannya dan ikut ayahnya pergi. Ia berjalan sambil melambaikan tangannya padaku, sampai ia berada di dalam lift. Aku berlari ke jendela untuk melihat Youknow keluar dari rumah sakit. Aku melihat ia baru keluar bersama ayahnya dan masuk ke dalam mobil hitam yang mewah. Lalu mobil itu jalan dan pergi menjauh. Youknow sudah pergi pulang ke rumah. Dan kepergian temanku itu membuatku sedih.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Esok hari pun tiba. Aku bangun dengan perasaan sedih. Itu karena saat aku bangun, aku melihat ranjang di sampingku kosong tak ada yang menggunakannya.


Aku sungguh merindukan youknow, sejak Youknow pergi kemarin, hariku rasanya hampa dan kosong. Tapi hari ini aku merasa agak semangat karena aku akan pulang ke rumah keluarga asliku. Aku akan bertemu saudara kembar ku, ibuku, dan adikku.


Sekarang pukul 08:20. jam 08:45 aku akan pergi dari rumah sakit. Aku sudah mandi, makan (walau cuma sedikit), Joging pagi dan berkemas. aku hanya tinggal menunggu ayahku menjemputku.


Lalu pada pukul 08:31 Ayahku datang dan menjemputku.


"Apa kau menunggu lama putriku?" tanyanya.


"Maaf kalau aku terlambat!"katanya.


"Ayah tidak terlambat kok! Akunya yang terlalu cepat menunggu!" kataku.


"Oh.. baiklah! Ayo kita pergi!" kata ayahku.


"Oke! ayo!" balasku.


Aku pun mengikuti ayahku sampai keluar dari rumah sakit. Aku kaget melihat ada mobil mewah berwarna hitam yang menunggu kami.


"Ini mobil kita!" kata ayahku.


"Hah? mobil mewah ini mobil kita?" kataku gak percaya.


Kami pun masuk ke dalam mobil, dan mobil itu pun pergi jalan.


"Ayah!" Kataku.


"Iya? ada apa?" katanya.


"Anu..... aku mau tanya. pekerjaan ayah itu apa?" tanyaku.


"Oh..... Sebenarnya..... ayah hanya anak dari bangsawan terpandang di Korea. Selain itu ayah juga seorang CEO dari perusahaan besar yang terpengaruh di korea! jadi...... kita itu hany keluarga bangsawan sederhana!" kata ayahku.


Itu adalah lawakan bapak-bapak yang buruk. Punya perusahaan besar bukanlah hal yang kecil. Anak bangsawan berpengaruh di negara juga bukanlah hal yang kecil. Dan ayahku baru saja bercanda bahwa kamu hanya keluarga bangsawan sederhana. sungguh lawakan yang kuno dan aneh.


"Kalau.... keluarganya Youknow? maksudku Lee Jaehyun. Katanya.... Youknow...... Keluarganya adalah keluarga bangsawan mafia yang berpengaruh di Korea. Ia bilang ayahnya adalah rajanya mafia, dan ia adalah pangeran mafia! tapi.... apakah ayahnya punya pekerjaan lain selain jadi raja mafia?" tanyaku.


"Sahabatku Lee Jaeyeon... pekerjaannya Sama seperti pekerjaan ayah! CEO dari perusahaan terbesar di korea!" jawab ayah.


Lalu tanpa kami sadari, karena mengobrol, kami sudah sampai di rumah. Rumah yang besar dan megah, malah bukan rumah lagi. Tapi The Palace Park Family.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...