
Aku bangun di pagi hari dengan tubuh yang terasa nyeri dan sakit. Rasanya tubuhku sungguh pegal dan aku hampir tak bisa bangkit dari Kasurku.
Aku melihat ke sampingku. Suamiku masih tertidur lelap dalam keadaan tidak berpakaian.
Aku pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Setelah mandi, Aku pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk suamiku.
Saat aku sedang memotong sayur, Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Ternyata suamiku Youknow sudah bangun dari tidurnya.
"Dah bangun Mas?"
Anjay... Mas, Jijik bilangnya. Batinku.
"Tumben manggil mas?" Katanya dengan nada mengejek.
"Ya... Pengen aja lah mas.."
Youknow melepaskan pelukannya dan mengambil pisau yang ada di tanganku.
"Biar aku bantu kamu masak hari ini! Kan ini hari pertama kita jadi suami istri, Jadi aku pengen buat kesan yang bagus di hari pertama!" Katanya.
Ia pun mulai memotong sayur dan menyenggol ku dengan sengaja.
"Gak usah nyenggol juga kali!" kataku.
"Ah... Enak ya.. Punya istri!"
"Ah... Susah ya.. Punya suami!" Kataku.
"Yaelah! Kurang ajar Jadi istri!"
"Yaelah! Pinter banget jadi suami, Mau ngajarin aku!" Kataku.
"Udah ah! Nanti malah berantem! Nanti yang awalnya mau buat kesan pertama yang bagus malah jadi hancur!" Kata Youknow.
"Yah... Okeh!"
Kami pun memasak bersama dan setelah makan kami makan bersama.
"Saling suap yuk!" kata Youknow.
"Apakah ini salah satu daftar keinginanmu saat menikah?" Tanyaku dengan wajah datar.
"Iya!"
Aku pun menuruti permintaan suamiku itu.
Emang ya, Pria pendiam itu gak sepenuhnya normal. Mereka itu adalah orang yang paling gak normal dan aneh. Bahkan impian mereka juga gak normal.
"Hari ini aku ada kerjaan! Jadi setelah sarapan nih aku langsung mandi dan ke kantor!" Kata Youknow.
"Emang gak telat mas?"
"Aku kan bos nya, Gak apa-apa telat sedikit!" Kata Youknow.
Aku tersenyum sambil menggelengkan kepalaku.
Setelah sarapan, Youknow pun pergi mandi dan menggunakan jas putih dokternya yang tak pernah ia pakai.
Ini pertama kalinya aku melihatnya menggunakan jas putih dokternya. Dan ia kelihatan amat tampan dan keren.
"Wah... Tumben sekali bisa melihatmu menggunakan jas putih kedokteran mu itu!" kataku.
"Kamu belum pernah liat aku pakai jas ini? Aneh?" Katanya.
"Kamu kan emang gak pernah pakai jas itu pas kerja!" kataku.
"Hari ini aku pakai jas putih ini karena aku yang secara langsung akan mengoperasi pasien! Apa aku belum bilang, Aku kan dokter bedah saraf!" Kata Youknow.
"Ah.. Begitu!"
Aku pun mengantar Youknow sampai ke depan pintu rumah dan berpisah dengan kecupan mesra.
Setelah Mengantar suamiku itu, Aku kembali ke dapur dan mengemas dapur.
Hari ini kegiatanku adalah berkemas rumah Agar terlihat rapi dan bersih saat suamiku pulang ke rumah.
Aku pun mulai dari dapur, Lalu keruang keluarga, Ruang Tamu, Kamar Utama, Kamar Tamu, Kamar Mandi, Dan ruangan-ruangan yang lain. Rumah ini cukup besar dan mewah hingga membersihkannya membutuhkan waktu 5 Jam.
Setelah bersih-bersih, Aku menonton TV karena Aku mulai merasa bosan.
Lama kelamaan aku tertidur di sofa ruang keluarga.
My Romance My Life............
Sekarang sedang hujan, Aku sedang menunggu hujan reda di depan gedung rumah sakit ku.
Aku menunggu sambil memikirkan Istriku yang sendirian di rumah.
Saat sedang melamun, Tiba-tiba ada seseorang mengagetkanku dari belakang.
"Yo! Pengantin Baru!"
Aku pun menghadap belakang dan kaget, Ternyata yang mengagetkanku adalah rival sekaligus sahabatku, Yaitu Win RoyalGold.
"Eh, Win! Lama tak jumpa!" Kataku dengan girang.
"Tak kusangka kini kau dan gadis itu sudah menikah!" katanya.
"Gadis itu? Maksud mu Luna kan? Kenapa kau tak menyebut namanya?" Tanyaku.
"Aku tak pantas menyebut nama yang kau berikan padanya. Sebenarnya... Kau tahu kan, Kalau aku mencintai Luna sama seperti Kau!" Katanya.
Aku menatapnya dengan bingung.
"Aku tahu! Emangnya kenapa? Itu bukan masalah bagiku!" Kataku.
"Sungguh? Ku harap kau tak menyesal suatu saat nanti dengan keputusanmu yang tidak peduli dengan perasaan ku, Bisa saja aku menjadi teman selingkuh istrimu!" Kata Win.
Aku pun mulai marah dan menarik kerah bajunya.
"Jangan bicara kasar tentang istriku! Ia bukanlah wanita yang seperti itu!"
Win hanya tersenyum sinis sambil menatap mataku lekat-lekat.
Aku pun menenangkan diriku dan melepas kerahnya Win. Dan lalu aku tersenyum sekilas.
"Kau menghampiriku untuk mengobrol atau bertengkar? Jujur saja aku tak ingin berkelahi denganmu! Karena aku sudah memiliki seseorang yang harus ku jaga!" Kataku.
"Apa hubungannya? Bukankah karena kau ingin menjaganya kau harus berkelahi?" Tanyanya padaku.
"Huh! Untuk menjadi suami dan calon ayah yang baik, Aku harus menjauhi perilaku buruk seperti berkelahi untuk menjaga keluargaku! Karena kini aku adalah kepala keluarga!" Kataku.
"Tak kusangka kini kau semakin dewasa ya! Aku pergi dulu! Jangan bilang pada Luna kalau kau bertemu denganku! Bagaimanapun juga, Aku masih belum berani untuk menampakkan wajahku pada Luna. Aku harap kau bisa menjaganya dengan baik, Karena itulah aku melepaskannya karena kini ia ada di tangan yang tepat! Adios!"
Kata Win.
Lalu ia pergi setelah hujan mulai Reda.
Aku pun Langsung pulang ke rumah dengan mobil pribadi ku dan sampai dengan selamat.
Sesampai ku di rumah, Aku melihat istriku Luna sedang tertidur lelap di sofa.
"Gadis ini... Tidur dengan TV menyala! Apakah ia masih anak kecil? Bisa-bisa listriknya jadi banyak terkuras!" Gumamku.
Aku pun mematikan TV dan menggendong Luna Ke kamar kami.
Aku membaringkan Luna di kasur dan memberikannya selimut.
Aku duduk di ujung kasur sambil menatap istriku yang tertidur lelap.
"Menjagamu adalah tugas utamaku! Aku berjanji akan selalu di sisimu saat aku masih SMA, Tak kusangka kini aku akan berada di sisimu untuk selamanya!" Gumamku.
Bagiku Luna adalah segalanya bagiku. Aku sangat senang bisa berada di sisinya untuk selamanya dan menjaganya.
Apapun resiko yang akan ku hadapi di masa mendatang. Aku akan menerimanya asalkan Luna tetap di sisiku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...