My Romance My Life

My Romance My Life
Bab 66 [ Operasi pencarian Lee Hyungseok 2 ]



Kami pun menjalani misi bersama seperti dulu lagi. Kami membagi tugas masing-masing. Win tukang Mencari info, Youknow Tukang Mencari berkas, Dan aku tukang mengamati.


Kami mencari Hyungseok menggunakan kostum kami yang dulu, Dan kurasa saat melihat Youknow menggunakan pakaian detektifnya itu, Ia menjadi kelihatan semakin tampan. Semakin umur Youknow bertambah, Wajahnya semakin tampan. Menyebalkan sekali.


"Harus sampai kapan aku mengamati seperti ini di atap gedung!" Gumamku.


Aku mengamati dari atap gedung pencakar langit menggunakan teropong.


"Sial! Emangnya nampak ya begini? Tapi kalau orang orang melihatku seperti ini, Bisa heboh nanti. Tentang kembalinya Red riding hood. Hah! Jika bukan karena Hyena, Aku tak akan bertekad mencari Hyungseok!" Gumamku lagi.


"Lee Hyungseok! Kemana kamu! Jangan menyusahkan orang! Muncullah agar pekerjaanku cepat selesai!" Gumamku lagi.


Aku terus saja menggumam sendiri dan mengeluh, Padahal aku lah yang memulai misi pencarian Lee Hyungseok ini.


Aku terus mengamati sekitar dan sesekali berbaring untuk memulihkan penglihatan. Lalu kembali lagi mengamati sekitar.


Lama kelamaan aku semakin merasa bosan. Aku pun pergi meninggalkan gedung itu dan pergi ke gedung lain. Saat aku sampai di gedung kecil yang terpencil, Aku melihat ada kelompok anak SMA sedang merundung seseorang. Tampaknya ia juga anak SMA yang di kucilkan.


Awalnya aku mengamati dari jauh, Melihat apa yang sedang mereka lakukan, Si pembully awalnya hanya meminta uang dengan menyudutkan korban ke tempat gelap dan sempit, Itu adalah kelompok perundung perempuan yang merundung perempuan lemah.


Gadis lemah itu memberikan isi dompetnya ke perundung tersebut.


"Ini gak cukup bodoh! Mau beli apa pakai uang segini! Beli Rokok untuk kami semua gak akan cukup!" Bentak perundung.


"Ta... Tapi... Aku gak ada uang!" Kata Korbannya.


"Dasar Ja*ang! Berani ya kamu melawan!"


Gadis itu pun di pukuli dan di injak-injak. Aku yang menyaksikan hal itu tak bisa mengendalikan amarah dan ikut campur urusan mereka, Akhirnya aku yang turun tangan.


"Apa yang kalian lakukan dasar anak bre**sek!" Umpatku.


Para perundung itu pun menatapku.


"Hahaha. Siapa ibu itu? Pakai kostum segala, Sok kuat ya?" Kata mereka salah satu dari mereka.


Tampaknya itu adalah ketua mereka. Lalu salah satu dari mereka ada yang membisik kepada ketuanya.


Ketuanya tampak kaget lalu tertawa kecil.


"Masa? Masa sih? Dia ini Red riding hood yang termasyur itu?" Katanya.


"Haha.. Aku pikir anak muda seperti kalian gak ada yang tahu tentangku!" Kataku.


"Haha.. Ibu ini pandai melawak ya! Kau pikir kami percaya? Kamu itu hanya ibu-ibu yang lemah!" Katanya.


Karena aku mulai kesal, Tanpa basa-basi aku menendang kaki gadis menyebalkan itu.


Ia meringis kesakitan.


"Sialan!"


Aku menggunakan teknik bertarung yang pernah aku pelajari. Dan mengalahkan mereka dengan mudah. Mereka bukanlah lawan yang pantas untukku. Untung aku tak membuat mereka sekarat.


"Ah... Sialan! Kalian berani melawanku padahal kalian semua sangatlah lemah! Apaan tuh! Pakai senjata, Udah pakai senjata aja kalah! Apa lagi Tangan kosong!" Kataku mengejek.


Aku mendekati ketua mereka yang duduk kesakitan.


"Jangan bunuh aku!" Gumamnya.


"Tenang aja! Aku gak akan membunuh kamu! Mungkin hanya akan mematahkan kaki kamu biar kamu jera!" Kataku.


Aku pun melompat di atas kakinya dan suara patah pun terdengar, Kakinya sudah patah dan aku mendekat ke gadis yang dirundung.


"Lain kali kalau mereka mengganggumu lagi, Panggil aja namaku, Aku akan mematahkan semua anggota badan mereka lagi kalau mereka masih saja mengganggumu!" Kataku.


Aku pun pergi meninggalkan mereka. Sedangkan ketua perundung tadi masih meringis kesakitan karena kakinya patah.


Aku menaiki atap gedung lagi dan kembali mengamati. Kini aku merasa bersalah karena sudah mematahkan kaki anak itu, Tapi apa boleh buat, Agar ia tak merundung lagi, Ia harus ku uat jera kan.


Saat aku mengamati, Aku melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Seorang pria berjanggut hitam dan baju yang compang-camping mengendap-endap membawa koper hitam yang mencurigakan.


Pada saat itu juga ada orang berjas hitam mendatangi pria malang itu dan memukulnya, Mereka merebut koper hitam itu dan kabur menggunakan mobil hitam mewah.


"Wah! Apa itu, Men In black? Ada-ada saja kegiatan orang ini! Mencuri dari pria malang!" Gumamku.


Karena merasa kasihan, Aku pun mengejar mobil hitam itu sampai ke markas mereka.


Tempat persembunyian mereka sangat besar dan mewah. Tampaknya emang men in black ya.


Orang-orang yang membawa koper itu pergi ke ruangan pribadi. Aku mengikuti mereka dengan masuk ke dalam tempat masuknya udara di kantor itu.


Saat sampai, Aku menguping pembicaraan mereka.


"Kami sudah mencuri uang dari pria itu!" Kata Salah satu dari dua orang berbaju hitam.


"Bagus! Tapi di mana dia?" Tanya Bos dari mereka.


Aku menatap wajah Bosnya tapi wajahnya tak terlihat karena ia menggunakan topeng Shiba inu.


"Tapi dimana pria pengemis itu, Aku kan menyuruh kalian membawanya!" Kata pria itu.


"Maaf, Kami hanya membawa uangnya!"


"Aku ingin pria itu! Bukan uangnya! Apa kalian tidak tahu! Jangan sampai kehilangannya. Ia adalah Lee Hyungseok yang menyamar menjadi pria pengemis! Cepat cari ia lagi!" Teriaknya.


Aku pun kaget. Ternyata pria malang tapi itu adalah Lee Hyungseok, Karena wajahnya yang berjenggot dan rambutnya yang panjang, aku jadi tak tahu kalau itu adalah dia.


Tapi kenapa para men in black ini mencari Lee Hyungseok, Dan apa hubungan Lee Hyungseok dengan mereka, Untuk apa ia membawa uang sebanyak itu? Banyak pertanyaan muncul di dalam otakku. Dan sekarang aku pergi kembali lagi ke tempat Lee Hyungseok tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...