
Aku ketakutan kerena saat aku bangun aku sudah berada di tempat asing bersama seorang pria asing.
"Gadis cantik... Mari malam ini kita bersenang senang!" Kata Pria itu.
"Si... Siapa kau!" Gertakku.
"Jangan takut! Aku bukan pria yang jahat kok!" Kata Pria itu.
Aku semakin takut. Sekarang ini aku sangat berharap kalau Youknow datang untuk menolongku.
Dor-dor!
Tiba-tiba ada suara tembakan dari luar.
"Suara apa itu? Mustahil ada polisi di pulau ini kan?" Gumam pria itu.
Aku menatap ke arah luar, Berharap kalau itu adalah pertolongan untukku.
Lalu seseorang melompat dari jendela dan masuk menendang pria yang menculik ku. Dan yang datang itu adalah Victory thief.
Dan lalu di susul oleh Detective Moonlight.
"Apa kau tidak apa-apa Luna?" Tanya Victor.
"Ya!" Kataku sambil menatap Moon.
Moon menatapku dengan tatapan tajam seperti mengisyaratkan 'Jika kau menghilang lagi aku yang akan membunuhmu'.
Moon hanya diam dan lalu ia langsung menerjang Pria yang menculik ku itu.
Pria itu terpental dan lalu bangkit lagi
"Wah! Padahal kalian biasanya hanya ada di kota, Kenapa kalian bisa tau aku ada di sini?" Kata Pria itu.
"Huh! Karena instingku yang hebat!" Kata Victory sambil bergaya sombong.
Moon menatap kesal ke arah Victor.
"Bukankah kalian adalah Rival?" Tanya Pria itu.
"Ya.. Emang sih, Tapi kalau kami bekerja sama, Itu membuat kami menjadi lebih kuat. Dan.... Aku kasih tau kamu ya! Kamu itu telah menculik gadis yang salah!" Kata Victor.
Moon mengeluarkan Pistol dari sakunya dan menodongkannya ke arah Pria tersebut. Lalu Victor melepaskan ku dan aku bebas dari ikatan pria tersebut.
"Akhirnya! aku bebas! Dasar pria BRENGSEK! Berani sekali kamu menculik ku!" kataku.
"Hah! Emangnya apa yang bisa di lakukan gadis mungil sepertimu?" Kata Pria itu mengejek.
"Mungil?"
Aku pun kesal dan menendang wajah pria itu Sampai ia terpental. Dan lalu aku mengangkat tubuhnya yang besar dengan mudah dan membantingnya, Lalu ku angkat lagi dan ku lempar ia ke jendela hingga ia terhempas jauh.
"Kau ini wanita atau bukan? Apa Wanita bisa sekuat ini?" Kata pria itu dengan terengah-engah.
"Sudah kubilang, Kamu menculik gadis yang salah!" Kata Victor sambil tertawa.
"Akan ku bunuh kalian satu persatu! Hari ini akan menjadi hari kematian kalian!" Kata Pria itu.
"Hah? Yakin Pak! Kurasa... Kamu lah yang akan mati malam ini! Akan ku pastikan kamu Mati di tangan saya!" Kataku.
Setelah mengancamnya, Tanpa basa-basi aku langsung berlari ke arahnya dan menerjangnya. Tapi dengan cepat ia menangkap kakiku dan membanting ku, Aku meringis kesakitan.
"Tadi itu aku hanya lengah! Jangan harap kamu akan menang untuk yang kedua kalinya!" Kata Pria tersebut.
Victor dan Moon kaget dan menghampiri ku.
"Seharusnya kmu jangan gegabah! Meski kamu kuat, Kamu tetaplah seorang wanita yang lemah!" Kata Moon.
Aku agak merasa tersinggung, Tapi ia mengatakan itu Karena ia mengkhawatirkan aku.
Aku pun bangkit dan berdiri tegap.
"Masih sanggup berdiri ya!" Kata Pria itu.
"Aku..."
Dor!
Suara peluru keluar dan mengenai tangan kiri si pria.
Moon langsung menembak tanpa basa-basi.
Dor! dor!
Moon terus menerus menembak tanpa berkata-kata.
Aku dan Victor kaget dan benar-benar tak menduga Moon akan menembak tanpa perasaan.
Peluru mengenai kedua tangan dan kedua kaki pria itu. Moon adalah penembak jitu dan ia berhasil menembak di bagian yang tidak kena dengan organ vital.
"Sialan! Aku belum sele...."
Dor!
Moon menembak lagi, Tapi ia menembak ke arah atas.
"Diamlah! Jika kamu bicara lagi, Akan ku pastikan nyawamu tak berada di dalam tubuhmu lagi!" kata Moon.
Pria itu pun diam. Aku dan Victor menatap Moon dengan kaget.
Moon memang lain, Atau harus ku sebut Youknow. Ternyata darah pembunuh keluarga mafia benar-benar ada di dalam tubuhnya. Ia bisa saja membunuh pria itu, Tapi untungnya ia masih memiliki hati untuk tidak membunuh seseorang.
"Anak mafia emang lain!" Kata Victor.
"Tinggi dulu! Kamu udah tahu kalau Moon adalah Youknow?" Tanyaku.
Victory tersenyum menatapku.
"Aku memberitahunya! Dan aku juga tak menduga kalau Win adalah Victory!" Kata Moon.
"Jadi, Kini Kalian sudah tahu identitas kalian masing-masing!" Kataku.
"Iya!" Jawab mereka berbarengan.
Aku benar-benar tercengang. Kini mereka berdua sudah tahu identitas masing-masing.
Moon pun pergi menghampiri pria tadi yang sedang tersungkur seperti orang mati.
"Hei! Kau sudah mati belum?" Tanya Moon.
Aku tertawa mendengar pertanyaan aneh dari Moon.
"Apa? Apa Yang lucu?" tanyanya.
Aku langsung dari dan menggeleng. Victory menatapku dan ia tahu apa yang aku tertawakan.
Moon pun memborgol tangan pria itu dan menunggu bantuan dari SOC.
Helikopter SOC pun datang dan membawa pria itu pergi.
Aku melambaikan tanganku pada Jendral yang ada di dalam heli.
Lalu kini malam yang menegangkan hilang menjadi malam yang tenang dan damai.
"Syukurlah sekarang sudah tenang lagi!" kataku.
"Apa kau tahu, Siapa pria yang menculikku itu?" Kata Win.
"Emangnya siapa?" Tanyaku.
"Dia adalah pembunuh berantai yang menghilang akhir-akhir ini! dan kamu berhasil membantu misi kita menangkap pria tersebut!" kata Win.
"Tunggu dulu! Misi kita? Kurasa aku belum di berikan Misi!" Kataku.
"Anu... Tentang itu.. Aku Lupa memberitahu kamu!" Kata Win.
Buk!
Kepala Win di pukuli oleh Youknow.
"Bisa-bisanya kamu tak memberitahunya!" Kata Youknow.
Win tersenyum malu.
"Sudahlah! Ayo kita kembali ke Villa! Ini sudah malam sekali! dan saudara kembarmu tadi itu sangat menggila karena kamu hilang!" kata Youknow.
Kami pun pulang ke rumah bersama-sama dan kini aku merasa lega karena telah selamat dari musibah yang mengerikan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...